- Pasar keuangan global melemah pada 8 September 2026 akibat tekanan sektor teknologi Wall Street serta bursa Asia.
- IHSG justru menguat 1,01 persen didukung aksi beli bersih investor asing senilai Rp379 miliar pada perdagangan sebelumnya.
- Analis memberikan ulasan teknikal serta fundamental untuk saham MBMA, LSIP, dan ERAA pada 9 September 2026.
1. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)
Kondisi Teknikal: Saham MBMA mengalami rebound dan kembali bergerak di atas level 550. Pergerakan didukung oleh kenaikan volume transaksi, memberikan peluang pengujian target ke rentang 570–585. Meski demikian, indikator MACD masih menunjukkan tren bearish tipis sehingga memerlukan konfirmasi momentum lanjutan.
Level Kunci: Support kuat di level 550.
Sentimen Korporasi: MBMA dikabarkan sedang mempertimbangkan rencana penggalangan dana melalui penerbitan depositary receipts di Bursa Efek Hong Kong, meskipun kepastian nilai dan waktu pelaksanaan masih dalam tahap pembahasan internal.
2. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)
Kondisi Teknikal: Saham LSIP melanjutkan fase bullish pascaberhasil menembus (breakout) level resistance 1.690. Penguatan indikator MACD dan peningkatan volume perdagangan mendukung kelanjutan momentum kenaikan menuju target 1.730–1.760.
Level Kunci: Support terjaga di level 1.690.
Sentimen Industri: Kenaikan tingkat campuran (blending rate) dari B40 ke B50 secara langsung mendongkrak tingkat konsumsi CPO domestik. Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah yang menaikkan kuota alokasi biodiesel sawit nasional tahun 2026 menjadi 16,8 juta kiloliter (KL).
3. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA)
Kondisi Teknikal: Saham ERAA sedang mengalami fase pullback wajar usai melampaui level 585. Indikator MACD masih menunjukkan sinyal bullish positif. Selama harga bertahan di atas area konsolidasi, peluang menuju target 605–632 tetap terbuka.
Level Kunci: Area support berada pada rentang 565–585.
Kinerja Keuangan: ERAA membukukan Laba bersih kuartal II-2026 sebesar Rp784 miliar, tumbuh signifikan dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp568,3 miliar.
Disclaimer: Artikel berita ini disajikan murni untuk tujuan penyampaian informasi pasar modal dan analisis teknikal saham. Informasi ini disusun secara objektif dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, atau instruksi untuk melakukan transaksi jual atau beli saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor beserta risiko yang menyertainya.