Mengapa Purbaya Ngotot Danantara Setor Rp120 Triliun ke APBN?

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 11 September 2026 | 16:19 WIB
Mengapa Purbaya Ngotot Danantara Setor Rp120 Triliun ke APBN?
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah mengejar tambahan penerimaan negara sekitar Rp120 triliun dari keuntungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Foto Suara.com/AI
baca 10 detik
  • Purbaya menargetkan Rp120 T dari laba Danantara untuk buffer APBN.
  • Danantara disebut keberatan menyetor dana tersebut ke kas negara.
  • Pengamat menilai setoran besar bisa mengganggu investasi dan tata kelola Danantara.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah mengejar tambahan penerimaan negara sekitar Rp120 triliun dari keuntungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Dana tersebut rencananya masuk ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan digunakan sebagai buffer atau bantalan fiskal pemerintah.

Purbaya sebelumnya menyebut setoran Rp120 triliun tersebut sudah dipastikan dan tinggal menunggu waktu pencairannya. Nilainya juga disebut merupakan keputusan Presiden Prabowo Subianto.

"Rp120 triliun itu yang diputuskan oleh Presiden (Prabowo)," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8).

Namun, rencana tersebut kemudian memunculkan polemik. Pada 3 September 2026, Purbaya mengakui lembaga yang baru seumur jagung itu masih keberatan dengan rencana penyetoran tersebut.

"Kita akan masukin ke PNBP situ. Walaupun mereka masih protes, tapi perintah Bapak Presiden, sebagian keuntungan Danantara dijadikan cadangan anggaran pemerintah," ujar Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026, Kamis (3/9/2026).

Kenapa pemerintah meminta Rp120 triliun?

Persoalannya tidak lepas dari kondisi penerimaan negara. Pemerintah memperkirakan PNBP pada 2027 akan menghadapi tekanan, antara lain akibat asumsi harga komoditas seperti minyak dan batu bara yang lebih rendah.

Di tengah kebutuhan belanja yang tetap besar, pemerintah membutuhkan ruang fiskal tambahan. Karena itu, keuntungan Danantara dilirik sebagai salah satu sumber dana untuk memperkuat APBN.

baca juga

Purbaya bahkan membandingkan potensi setoran Rp120 triliun dengan dividen yang diterima pemerintah pada tahun-tahun sebelumnya sekitar Rp90 triliun.

"Kalau tahun-tahun sebelumnya saya (Kemenkeu) cuma dapat Rp90 triliun dari dividen. Kalau meningkat, Rp120 (triliun) kan bagus," tuturnya.

Namun, Direktur NEXT Indonesia Center sekaligus pengamat BUMN Herry Gunawan menilai persoalannya tidak sesederhana pemerintah meminta sebagian keuntungan Danantara untuk masuk ke APBN.

Ia menyebut pemerintah memang berhak memperoleh bagian dari laba Danantara. Akan tetapi, besaran laba yang disetorkan harus memperhitungkan kebutuhan pencadangan risiko investasi dan akumulasi modal.

Hal tersebut mengacu pada Pasal 3H Ayat 3 UU Nomor 16 Tahun 2025 tentang BUMN. Aturan itu menyebut sebagian keuntungan BPI Danantara ditetapkan sebagai laba untuk negara setelah dilakukan pencadangan untuk menutup atau menanggung risiko kerugian, investasi, dan/atau akumulasi modal.

Dengan kata lain, tidak seluruh keuntungan Danantara otomatis bisa ditarik ke kas negara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah mengejar tambahan penerimaan negara sekitar Rp120 triliun dari keuntungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Desain Suara.com/AI
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah mengejar tambahan penerimaan negara sekitar Rp120 triliun dari keuntungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Desain Suara.com/AI

Danantara bisa ikut tertekan

Herry menilai apabila laba Danantara langsung dipatok Rp120 triliun untuk disetor ke negara, kondisi keuangan lembaga investasi tersebut justru berpotensi menjadi lebih rentan.

Pasalnya, semakin besar laba yang ditarik keluar, semakin kecil ruang Danantara untuk membentuk cadangan dan membiayai investasi baru.

Padahal, menurut Herry, Danantara telah menyalurkan Rp70 triliun kepada PT Danantara Investment Management (DIM) pada Oktober dan Desember 2025 untuk kebutuhan investasi.

Penarikan laba dalam jumlah besar juga dinilai berpotensi mengganggu pembiayaan proyek hilirisasi. Jika kebutuhan investasi tetap tinggi sementara dana internal berkurang, ketergantungan terhadap utang berpotensi meningkat.

Ada masalah tata kelola

Herry juga menyoroti mekanisme penetapan laba Danantara. Menurutnya, penggunaan laba seharusnya dibahas dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), termasuk menentukan berapa bagian yang ditahan untuk investasi dan berapa yang disetorkan kepada negara.

Ia juga mempertanyakan belum terbitnya aturan turunan mengenai pencadangan risiko investasi yang diamanatkan UU BUMN.

Persoalan lain muncul dari struktur kepemilikan dan aliran dividen BUMN. Berdasarkan LKPP 2025 yang dikutip Herry, BUMN pada 2025 menyetorkan dividen Rp131,4 triliun kepada PT Danantara Asset Management (DAM), bukan langsung kepada BPI Danantara.

DAM kemudian menyerahkan Rp79,99 triliun kepada BPI Danantara. Selanjutnya, Rp70 triliun disalurkan BPI Danantara kepada DIM sebagai tambahan modal.

Herry menilai rangkaian tersebut menunjukkan adanya persoalan tata kelola yang perlu dibereskan sebelum pemerintah menarik laba Danantara dalam jumlah besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PT PP dan Bank Sepakati Penyesuaian Pembayaran Utang

PT PP dan Bank Sepakati Penyesuaian Pembayaran Utang

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 15:51 WIB

Pertamina Kebut Konsolidasi 118 Anak Usaha Sepanjang 2026

Pertamina Kebut Konsolidasi 118 Anak Usaha Sepanjang 2026

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 14:05 WIB

Purbaya Umumkan Defisit APBN Tembus Rp 235,6 Triliun per Juli 2026, Setara 0,91% PDB

Purbaya Umumkan Defisit APBN Tembus Rp 235,6 Triliun per Juli 2026, Setara 0,91% PDB

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 11:51 WIB

Terkini

Kaiju No. 8 Tutup Cerita Anime Lewat Film The Final Mission, Tayang 2027

Kaiju No. 8 Tutup Cerita Anime Lewat Film The Final Mission, Tayang 2027

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:37 WIB

Bukan Sekadar Ajang Berebut Medali, Ini Target Besar di Balik Porprov Jateng 2026

Bukan Sekadar Ajang Berebut Medali, Ini Target Besar di Balik Porprov Jateng 2026

Jawa Tengah | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:37 WIB

37 Orang Ditangkap Terkait Dugaan Pencurian Kabel Modus Gali Jalan di Samarinda

37 Orang Ditangkap Terkait Dugaan Pencurian Kabel Modus Gali Jalan di Samarinda

Kaltim | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Kasus Perundungan Berulang, DPR Dorong Undang-Undang Khusus untuk Lindungi Anak

Kasus Perundungan Berulang, DPR Dorong Undang-Undang Khusus untuk Lindungi Anak

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:31 WIB

Review Buku Chernobyl: Saat Politik Mengalahkan Kebenaran

Review Buku Chernobyl: Saat Politik Mengalahkan Kebenaran

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:30 WIB

ICBP Mulai Buyback Hari Ini, Kucurkan Dana Rp750 Miliar

ICBP Mulai Buyback Hari Ini, Kucurkan Dana Rp750 Miliar

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:29 WIB

3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari

3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Di Sela-sela Mengemas MBG, 2 Karyawan SPPG Lenteng Isap Sabu

Di Sela-sela Mengemas MBG, 2 Karyawan SPPG Lenteng Isap Sabu

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:26 WIB

Gunung Lokon Didominasi Gempa Vulkanik Dangkal, Status Waspada

Gunung Lokon Didominasi Gempa Vulkanik Dangkal, Status Waspada

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?

Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 10:23 WIB

×