- Kapolda Banten dan pemilik kapal memastikan pelampung yang ditemukan pada Kamis (10/9) bukan milik Kapal Arupadhatu 1.
- Kapal Arupadhatu 1 yang membawa tim jurnalis hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Basarnas mengerahkan 13 kapal terbagi ke dalam empat sektor untuk melanjutkan operasi pencarian hari keempat.
Suara.com - Pelampung yang ditemukan saat pencarian hari ketiga dipastikan bukan milik Kapal Arupadhatu 1 yang membawa tim jurnalis dan hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9/2026).
Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan, life jacket warna oranye dan pelampung putih yang ditemukan KAL Anyer I-3-64 pada Kamis (10/9) bukan bagian dari peralatan keselamatan Kapal Arupadhatu 1.
"Life jacket warna oranye dan pelampung warna putih bukan alat-alat keselamatan yang dimiliki oleh kapal Arupadhatu," kata Hengki di Pos SAR Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (11/9/2026).
Kepastian tersebut juga diperkuat pemilik Kapal Arupadhatu 1, Sandi. Ia memastikan pelampung yang ditemukan bukan milik kapalnya.
"Saya tadi sudah dimintai keterangan oleh pihak yang berwajib, boleh Polairud, saya pastikan (pelampung) bukan milik saya," ujar dia.
Sandi mengatakan Kapal Arupadhatu 1 telah dilengkapi peralatan keselamatan dengan berbagai warna.
"Saya tidak bisa memastikan life jacket, karena warnanya (di masing-masing kapal) beragam, ada biru, merah, tapi itu minimal ada 10 karena life jacket itu kalau milik kita untuk wisata, itu digunakan untuk snorkeling oleh tamu-tamu, jadi, dipastikan lebih dari 10," tuturnya.
Sementara itu, Basarnas mengerahkan 13 kapal untuk pencarian hari keempat terhadap tim jurnalis yang hilang kontak tersebut. Pencarian dibagi menjadi empat sektor.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan belasan armada dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian.
"Untuk hari ini, kami menggerakkan 13 alutsista yang terbagi dalam empat sektor," katanya.
Ke-13 armada tersebut yakni KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KP Hayabusa, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RBB P Peucang, RIB Lampung, KAL Pahowang, TB Gunung Santri, dan KRI Lepu. (Antara)