Diakui BPS, Ternyata Pemukhtahiran Data Desil Sempat Eror

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 11 September 2026 | 18:55 WIB
Diakui BPS, Ternyata Pemukhtahiran Data Desil Sempat Eror
Direktur Metodologi Statistik dan Data Sains Badan Pusat Statistik (BPS) Setia Pramana (tengah). [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
baca 10 detik
  • BPS terus menyempurnakan metode pemodelan Proxy Means Testing untuk memetakan peringkat kesejahteraan masyarakat dalam DTSEN pada Jumat (11/9/2026).
  • Penelitian menunjukkan model PMT memiliki tingkat kesalahan sekitar 29 persen yang mencakup kesalahan sasaran penerima maupun yang terlewat.
  • Kementerian Sosial menyatakan pemerintah menggunakan metode proksi aset karena pendapatan dan pengeluaran penduduk sulit diketahui secara langsung.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengakui masih menyempurnakan metode pemodelan Proxy Means Testing (PMT) yang digunakan untuk memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan menentukan peringkat kesejahteraan atau desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Direktur Metodologi Statistik dan Data Sains Badan Pusat Statistik (BPS) Setia Pramana mengatakan, perbaikan yang dilakukan tidak hanya menyangkut pemutakhiran data masyarakat, tetapi juga peningkatan kualitas metode pemodelan PMT.

"Kami juga secara bersamaan juga meningkatkan kualitas dari metode pemodelan PMT tadi untuk bisa meningkatkan kualitas dari PMT tadi," ujar Setia usai diskusi publik mengenai metodologi penentuan desil dan pengukuran kemiskinan di Indonesia, Jumat (11/9/2026).

Ilustrasi desil dalam Statistika. (Gemini AI)
Ilustrasi desil dalam Statistika. (Gemini AI)

Langkah penyempurnaan tersebut menjadi penting karena metode PMT memiliki potensi menghasilkan kesalahan dalam menentukan kelompok sasaran.

Dalam penelitian mengenai pemeringkatan status sosial ekonomi rumah tangga yang sebelumnya dilakukan peneliti BPS dan Politeknik Statistika STIS, model PMT tercatat memiliki tingkat inclusion error dan exclusion error sekitar 0,29 atau 29 persen.

Inclusion error terjadi ketika rumah tangga yang seharusnya tidak masuk kelompok sasaran justru terpilih. Sementara exclusion error terjadi ketika masyarakat yang seharusnya masuk kelompok sasaran justru terlewat.

Namun, angka 29 persen tersebut bukan tingkat kesalahan DTSEN yang digunakan pemerintah saat ini. Angka itu merupakan hasil penelitian terhadap model PMT dalam pemeringkatan status sosial ekonomi rumah tangga.

BPS sendiri kini masih melakukan evaluasi terhadap metode tersebut agar sistem pemeringkatan masyarakat semakin akurat.

"Ketika kita buat model, itu dievaluasi. Selalu evaluasi, menerus itu, bukan berhenti kita selesai, selesai," ujar Setia.

baca juga

Menurut dia, evaluasi dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari metodologi, kualitas data hingga kondisi yang ditemukan di lapangan.

BPS juga terus mencari pendekatan pemodelan yang dapat meningkatkan ketepatan sistem dalam menentukan peringkat kesejahteraan masyarakat.

"Evaluasi secara metodologis, secara kita menemukan atau mendapatkan metode yang lebih akurat gitu ke depannya, dan juga evaluasi secara nanti kondisi data," katanya.

Setia menambahkan, evaluasi juga dilakukan terhadap proses pemutakhiran data di lapangan.

"Bagaimana kita bisa melakukan perankingan dengan tepat, jauh lebih akurat daripada sebelumnya," ujarnya.

Tenaga Ahli Kementerian Sosial Andi Kurniawan menjelaskan, pemerintah menggunakan PMT karena tidak mungkin mengetahui secara langsung pendapatan dan pengeluaran seluruh penduduk Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polemik Desil, Banyak Orang Terlihat Mampu tapi Sebenarnya Terlilit Utang

Polemik Desil, Banyak Orang Terlihat Mampu tapi Sebenarnya Terlilit Utang

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 18:24 WIB

Punya Data Angka Kemiskinan yang Beda Jauh dengan Bank Dunia, Ini Alasan BPS

Punya Data Angka Kemiskinan yang Beda Jauh dengan Bank Dunia, Ini Alasan BPS

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 14:02 WIB

Perusahaan Korsel Buka Loker, 2.000 Warga RI Berebut Masuk

Perusahaan Korsel Buka Loker, 2.000 Warga RI Berebut Masuk

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 09:55 WIB

Terkini

Baru Rilis, iPhone Duo Sudah Potong Harga, Ini Alasannya!

Baru Rilis, iPhone Duo Sudah Potong Harga, Ini Alasannya!

Tekno | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:32 WIB

Matinya Tukang Dongeng: Tiga Belas Cerita tentang Kematian dan Rahasia di Baliknya

Matinya Tukang Dongeng: Tiga Belas Cerita tentang Kematian dan Rahasia di Baliknya

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:30 WIB

4 Zodiak Beruntung Hari Ini 26 Oktober 2026: Karier Melesat dan Keuangan Makin Cuan

4 Zodiak Beruntung Hari Ini 26 Oktober 2026: Karier Melesat dan Keuangan Makin Cuan

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:19 WIB

IHSG Rawan Koreksi, Simak Saham Pilihan yang Bisa Jadi Pilihan

IHSG Rawan Koreksi, Simak Saham Pilihan yang Bisa Jadi Pilihan

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:18 WIB

Kim Geonwoo ALPHA DRIVE ONE Gugat WAKEONE, Status Kontrak Jadi Sorotan

Kim Geonwoo ALPHA DRIVE ONE Gugat WAKEONE, Status Kontrak Jadi Sorotan

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:00 WIB

KPK Usul Harta Pejabat yang Tak Dilaporkan di LHKPN Bisa Dirampas Negara

KPK Usul Harta Pejabat yang Tak Dilaporkan di LHKPN Bisa Dirampas Negara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:00 WIB

PLTS Terapung Tembesi 74 Persen Rampung

PLTS Terapung Tembesi 74 Persen Rampung

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Prabowo Siapkan Kredit Rakyat Rp 400 Triliun via DNKK, Apa Syaratnya?

Prabowo Siapkan Kredit Rakyat Rp 400 Triliun via DNKK, Apa Syaratnya?

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:52 WIB

Ahmad Luthfi Pimpin Doa untuk Syabila Rizkia, Jateng Kehilangan Salah Satu Atlet Berprestasi

Ahmad Luthfi Pimpin Doa untuk Syabila Rizkia, Jateng Kehilangan Salah Satu Atlet Berprestasi

Jawa Tengah | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:00 WIB

×