Coretax Diusulkan untuk Tentukan Penerima Bansos, Bukan Cuma Sistem Desil

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 11 September 2026 | 19:16 WIB
Coretax Diusulkan untuk Tentukan Penerima Bansos, Bukan Cuma Sistem Desil
Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Media Wahyudi Askar. [Suara.com/Hiskia]
baca 10 detik
  • CELIOS menyoroti masalah penentuan penerima bansos berbasis sistem desil yang dinilai kurang utuh.
  • Media Wahyudi Askar mengusulkan penggunaan sistem Coretax di Jakarta pada Jumat, 11 September 2026.
  • Pemerintah didorong mengintegrasikan data aset untuk menciptakan mekanisme perlindungan sosial yang lebih otomatis.

Suara.com - Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menyoroti penentuan penerima bantuan sosial atau bansos berdasarkan sistem desil yang kerap bermasalah.

Pemerintah didorong tidak hanya mengandalkan pemeringkatan tingkat kesejahteraan, tetapi juga memanfaatkan data ekonomi dan aset masyarakat yang lebih terintegrasi seperti yang dikembangkan melalui sistem Coretax untuk Bansos.

Direktur Kebijakan Publik CELIOS Media Wahyudi Askar menilai pemerintah membutuhkan sistem yang mampu membaca kondisi ekonomi masyarakat secara lebih utuh untuk menentukan siapa yang benar-benar layak menerima bantuan.

Menurutnya, persoalan kemiskinan tidak bisa hanya diselesaikan dengan pendekatan metodologis dan pemeringkatan masyarakat ke dalam kelompok desil.

Coretax (Dok. DJP).
Coretax (Dok. DJP).

"Kenapa tidak kita gunakan sistem Coretax? Sistem di mana kita bisa mencatat seluruh proyeksi aset masyarakat Indonesia," ujar Media dalam diskusi publik bertajuk Metodologi Penentuan Desil dan Pengukuran Kemiskinan di Indonesia yang diselenggarakan BPS di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Media mengusulkan sistem yang mampu mencatat kondisi ekonomi dan aset masyarakat dapat digunakan untuk membangun mekanisme perlindungan sosial yang lebih otomatis.

"Kalau aset saya di bawah garis kemiskinan, otomatis saya dikasih uang (tax benefit). Kalau tiba-tiba saya dapat warisan jadi kaya, saya bayar pajak," ujarnya.

Ia menyoroti pentingnya data pendapatan, pengeluaran, hingga aset masyarakat dalam membaca tingkat kesejahteraan seseorang.

"Kita butuh disposable income, pendapatan tersisa setelah utang dikeluarkan. Banyak orang terlihat mampu, tapi pengeluaran pendidikan dan kesehatannya hasil dari utang pinjol atau jual sawah," katanya.

baca juga

Menurut Media, masyarakat yang terlihat memiliki kemampuan ekonomi baik belum tentu benar-benar berada dalam kondisi keuangan yang kuat.

Seseorang, misalnya, dapat memiliki aset atau pengeluaran besar, tetapi sebenarnya harus menanggung utang dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan pendidikan maupun kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diakui BPS, Ternyata Pemukhtahiran Data Desil Sempat Eror

Diakui BPS, Ternyata Pemukhtahiran Data Desil Sempat Eror

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 18:55 WIB

Polemik Desil, Banyak Orang Terlihat Mampu tapi Sebenarnya Terlilit Utang

Polemik Desil, Banyak Orang Terlihat Mampu tapi Sebenarnya Terlilit Utang

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 18:24 WIB

Bansos Salah Sasaran, 36.460 Orang Tercatat Terima Bantuan Selama 18 Tahun

Bansos Salah Sasaran, 36.460 Orang Tercatat Terima Bantuan Selama 18 Tahun

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 17:20 WIB

Terkini

IDAI Ungkap Dampak Panjang Asap Karhutla pada Anak: dari Kerusakan Paru hingga Penghasilan Rendah

IDAI Ungkap Dampak Panjang Asap Karhutla pada Anak: dari Kerusakan Paru hingga Penghasilan Rendah

Health | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Profil Sally Rooney, Penulis yang Bukunya Dilarang di Inggris Karena Pro Palestina

Profil Sally Rooney, Penulis yang Bukunya Dilarang di Inggris Karena Pro Palestina

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Mensos: Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

Mensos: Digitalisasi Bansos Perkuat Akurasi dan Transparansi

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:22 WIB

Konsolidasi Program Kemensos, Gus Ipul Ingatkan Tiga Mandat Presiden

Konsolidasi Program Kemensos, Gus Ipul Ingatkan Tiga Mandat Presiden

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:18 WIB

Seni Menikmati Hidup Tanpa Harus Produktif Lewat Tren "Nonna Maxxing"

Seni Menikmati Hidup Tanpa Harus Produktif Lewat Tren "Nonna Maxxing"

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:17 WIB

BNI Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

BNI Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:09 WIB

Mengapa BBM Langka di Bali? Ini Alasan Utamanya

Mengapa BBM Langka di Bali? Ini Alasan Utamanya

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:07 WIB

Tak Main-main, Bupati Klaten Hamenang Diduga Lakukan 5 Klaster Tindak Pidana Korupsi

Tak Main-main, Bupati Klaten Hamenang Diduga Lakukan 5 Klaster Tindak Pidana Korupsi

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:04 WIB

Kaltim Kaya Energi, Senator DPD RI Soroti Antrean BBM dan 36 Desa Belum Berlistrik

Kaltim Kaya Energi, Senator DPD RI Soroti Antrean BBM dan 36 Desa Belum Berlistrik

Kaltim | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:01 WIB

Profil Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB Baru Dilantik Presiden Prabowo

Profil Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB Baru Dilantik Presiden Prabowo

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:00 WIB

×