Mulai Januari 2027, Warga Bisa Daftar Sendiri untuk Dapat Bansos

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 11 September 2026 | 19:23 WIB
Mulai Januari 2027, Warga Bisa Daftar Sendiri untuk Dapat Bansos
Pengecekan bansos di DTSEN warga Yogyakarta. [Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]
baca 10 detik
  • Pemerintah menerapkan sistem digitalisasi bansos berbasis permintaan mulai Januari 2027 dengan target lebih dari 50 juta keluarga.
  • Masyarakat mendaftar menggunakan NIK dan biometrik untuk dinilai kelayakannya melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional serta data administratif.
  • Pemerintah menyiapkan Agen Perlinsos dan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk membantu kelompok rentan yang tidak dapat mendaftar mandiri.

Suara.com - Pemerintah menyiapkan perubahan dalam sistem penyaluran bantuan sosial atau bansos. Masyarakat diminta untuk mendaftarkan diri bagi yang membutuhkan bansos melalui sistem berbasis permintaan atau on demand.

Tenaga Ahli Kementerian Sosial Andi Kurniawan mengatakan pemerintah telah menginisiasi digitalisasi bansos sebagai bagian dari upaya membangun sistem perlindungan sosial yang lebih dinamis.

"Pemerintah hari ini sudah menginisiasi digitalisasi bansos yang kemungkinan oleh Presiden akan di-roll out di Oktober ini dan diimplementasikan di Januari 2027," ujar Andi dalam diskusi mengenai metodologi penentuan desil dan pengukuran kemiskinan di Indonesia yang digelar BPS, Jumat (11/9/2026).

Tenaga Ahli Kementerian Sosial Andi Kurniawan (tengah) mengungkapkan banyak bantuan sosial (bansos) yang salah sasaran. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
Tenaga Ahli Kementerian Sosial Andi Kurniawan (tengah) mengungkapkan banyak bantuan sosial (bansos) yang salah sasaran. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].

Melalui sistem tersebut, pemerintah akan menerapkan konsep bantuan sosial berbasis permintaan atau on demand. Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat mendaftarkan diri untuk masuk ke dalam sistem.

"Ke depan, pemerintah akan memberikan bantuan sosial dengan berbasis permintaan atau on demand. Yang butuh silakan minta. Kalau tidak minta, dianggap tidak butuh," jelas Andi.

Namun, masyarakat yang mendaftarkan diri tidak serta-merta langsung menerima bantuan. Pemerintah akan melakukan pemeriksaan dan asesmen untuk menentukan apakah seseorang atau keluarga layak menerima bansos.

Penilaian dilakukan dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN serta data administratif yang dimiliki berbagai instansi pemerintah.

"Dari mana kelayakan didapatkan? Satu dari DTSEN, dua dari data administratif," katanya.

Andi menjelaskan masyarakat dapat mendaftarkan diri melalui sistem digitalisasi bansos menggunakan Nomor Induk Kependudukan atau NIK dan data biometrik.

baca juga

Setelah itu, sistem akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah data administratif untuk melihat kondisi masyarakat yang mengajukan bantuan.

"Kalau mau minta bansos PKH, daftar di digitalisasi bansos. Dengan hanya memasukkan NIK dan biometrik, nanti sistem akan mengecek. Oh ternyata punya sertifikat lebih dari satu. Oh ternyata punya kendaraan roda empat dua. Oh ternyata konsumsi listrik di atas 14.000 kWh," kata Andi.

Data tersebut, menurut dia, bukan hanya berdasarkan pengakuan masyarakat, melainkan bersumber dari data administratif yang dikeluarkan oleh instansi pemerintah.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan masyarakat belum memenuhi kriteria, sistem dapat menyimpulkan bahwa yang bersangkutan belum layak menerima bantuan.

Namun, pemerintah juga menyadari tidak semua masyarakat mampu mendaftarkan diri secara digital.

Karena itu, pemerintah menyiapkan Agen Perlindungan Sosial atau Agen Perlinsos untuk membantu masyarakat yang tidak memiliki gadget, lansia, maupun kelompok lain yang mengalami keterbatasan dalam mengakses sistem digital.

"Yang enggak bisa daftar bansos secara mandiri karena mungkin enggak punya gadget, sudah lansia, dan lain sebagainya didaftarkan," ucap Andi.

Ia mengatakan siapa pun nantinya dapat berperan menjadi Agen Perlinsos.

"Wartawan bisa jadi agen, Babinsa bisa jadi agen, pendamping sosial bisa jadi agen, RT, RW bisa jadi agen. Kelompok pengajian bisa jadi agen, kelompok arisan bisa jadi agen," ujarnya.

Pemerintah bakal mengadakan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan tidak tertinggal dari sistem perlindungan sosial.

Menurut Andi, masyarakat yang mengetahui ada tetangganya membutuhkan bantuan dapat membantu mendaftarkan warga tersebut melalui sistem yang disiapkan pemerintah.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun Dynamic Social Registry atau registrasi sosial yang mampu menangkap perubahan kondisi ekonomi masyarakat.

"Bagaimana sosial ekonomi masyarakat yang sangat dinamis ini bisa di-capture oleh data," kata Andi.

Andi juga mengungkapkan pemerintah menargetkan lebih dari 50 juta keluarga dapat masuk ke dalam sistem digitalisasi bansos.

Namun, ia menegaskan target tersebut bukan berarti seluruh keluarga yang terdaftar otomatis merupakan masyarakat miskin maupun akan menerima bantuan sosial.

"Target kita adalah 50 juta lebih KK bisa masuk ke data digitalisasi bansos yang itu nanti digunakan untuk menentukan layak dan tidak layak mereka mendapatkan bansos," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Coretax Diusulkan untuk Tentukan Penerima Bansos, Bukan Cuma Sistem Desil

Coretax Diusulkan untuk Tentukan Penerima Bansos, Bukan Cuma Sistem Desil

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 19:16 WIB

Diakui BPS, Ternyata Pemukhtahiran Data Desil Sempat Eror

Diakui BPS, Ternyata Pemukhtahiran Data Desil Sempat Eror

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 18:55 WIB

Polemik Desil, Banyak Orang Terlihat Mampu tapi Sebenarnya Terlilit Utang

Polemik Desil, Banyak Orang Terlihat Mampu tapi Sebenarnya Terlilit Utang

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 18:24 WIB

Terkini

Polisi Bongkar Fakta Penemuan Pelampung Di Anyer, Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis Yang Hilang

Polisi Bongkar Fakta Penemuan Pelampung Di Anyer, Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis Yang Hilang

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 19:24 WIB

Mulai Januari 2027, Warga Bisa Daftar Sendiri untuk Dapat Bansos

Mulai Januari 2027, Warga Bisa Daftar Sendiri untuk Dapat Bansos

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 19:23 WIB

Gubernur Banten Turun Tangan, Cari 5 Jurnalis dan 3 ABK yang Hilang di Anak Krakatau

Gubernur Banten Turun Tangan, Cari 5 Jurnalis dan 3 ABK yang Hilang di Anak Krakatau

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 19:17 WIB

Coretax Diusulkan untuk Tentukan Penerima Bansos, Bukan Cuma Sistem Desil

Coretax Diusulkan untuk Tentukan Penerima Bansos, Bukan Cuma Sistem Desil

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 19:16 WIB

Lawan Budaya 'Asal Caplok', Candra Darusman Dorong Literasi Hak Cipta Masuk Ruang Kelas

Lawan Budaya 'Asal Caplok', Candra Darusman Dorong Literasi Hak Cipta Masuk Ruang Kelas

Entertainment | Jum'at, 11 September 2026 | 19:11 WIB

Hindari Macet Laga Persija vs Persib di GBK, Cek Panduan Rekayasa Lalu Lintas Besok

Hindari Macet Laga Persija vs Persib di GBK, Cek Panduan Rekayasa Lalu Lintas Besok

News | Jum'at, 11 September 2026 | 19:10 WIB

Personel Masih Minim, BPBD Kota Bogor Kewalahan Hadapi Bencana Serentak

Personel Masih Minim, BPBD Kota Bogor Kewalahan Hadapi Bencana Serentak

Bogor | Jum'at, 11 September 2026 | 19:08 WIB

Jelang El Clasico Indonesia Persija vs Persib, Igor Tolic: Rivalitas Jangan Berujung Petaka

Jelang El Clasico Indonesia Persija vs Persib, Igor Tolic: Rivalitas Jangan Berujung Petaka

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 19:01 WIB

Sebut Pemantauan di Gunung Merapi Paling Lengkap, Pakar Bandingkan dengan di Daerah Pelosok

Sebut Pemantauan di Gunung Merapi Paling Lengkap, Pakar Bandingkan dengan di Daerah Pelosok

News | Jum'at, 11 September 2026 | 19:00 WIB

The Great Bang Ok Sook Tayang 2027, Ini Daftar Pemain Utamanya!

The Great Bang Ok Sook Tayang 2027, Ini Daftar Pemain Utamanya!

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 19:00 WIB

×