- Arab Saudi menutup sementara pipa minyak East-West akibat serangan drone asal Irak di tengah eskalasi perang Timur Tengah.
- Serangan tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia serta kenaikan harga bahan bakar diesel di Amerika Serikat.
- Badan Energi Internasional mencatat pasokan minyak mentah Arab Saudi merosot ke level terendah dalam lebih dari tiga dekade.
Namun, sumber internal menyatakan bahwa Washington memilih untuk tidak terlibat secara militer langsung pada saat ini dan hanya akan memberikan dukungan berbentuk bantuan intelijen.
Di sisi lain, mengutip sumber pemerintahan Yaman, kelompok Houthi yang disokong pergerakan taktis di lapangan berhasil menguasai Pulau Perim yang strategis di tengah Selat Bab el-Mandeb. Mengingat Selat Bab el-Mandeb merupakan gerbang utama menuju Laut Merah, penguasaan wilayah ini berpotensi besar memperluas hambatan navigasi kapal-kapal komersial di kawasan tersebut.
Kondisi diplomatic juga masih menemui jalan buntu setelah kesepakatan damai pada bulan Juni lalu runtuh hanya dalam beberapa pekan. Kepala Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menegaskan posisi negaranya melalui platform X.
Upaya diplomasi tingkat regional sebenarnya terus digagas, salah satunya melalui rencana pertemuan yang diprakarsai Oman bersama negara-negara Teluk untuk membahas masa depan navigasi di Selat Hormuz.
Pertemuan ini dijadwalkan turut dihadiri delegasi Irak. Namun, pejabat senior Iran mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut kemungkinan besar tidak akan menghasilkan dokumen atau kesepakatan formal tanpa adanya pemenuhan syarat-syarat utama dari pihak Barat.
Di tengah situasi yang semakin pelik ini, Badan Energi Internasional (IEA) mencatat bahwa pasokan minyak mentah Arab Saudi telah merosot ke level terendah dalam lebih dari tiga dekade. Selain ancaman pada infrastruktur darat, gangguan berkelanjutan terhadap lalu lintas perkapalan di Selat Bab el-Mandeb menjadi faktor utama memangkas volume distribusi energi global secara signifikan.