Reksa Dana Syariah Berbasis Saham Tambang Emas Global Bisa Jadi Investasi Masa Depan

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 18 September 2026 | 09:25 WIB
Reksa Dana Syariah Berbasis Saham Tambang Emas Global Bisa Jadi Investasi Masa Depan
Ilustrasi reksa dana. (dok. ist)
baca 10 detik
  • PT Bank HSBC Indonesia meluncurkan reksa dana syariah Batavia Gold Sharia Equity USD pada Jumat (18/9/2026).
  • Produk investasi tersebut dikelola PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen guna memberi akses saham pertambangan emas global.
  • Nasabah HSBC Indonesia dapat membeli produk ini melalui aplikasi mobile banking atau kantor cabang dengan minimal 10.000 dolar AS.

Suara.com - PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) memperkuat bisnis pengelolaan kekayaan atau wealth management dengan menghadirkan produk reksa dana Batavia Gold Sharia Equity USD.

Produk tersebut merupakan reksa dana saham berbasis syariah yang dikelola oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM).

Reksa dana ini memberikan akses kepada nasabah terhadap investasi pada saham perusahaan pertambangan emas dan logam mulia global.

Batavia Gold Sharia Equity USD juga memiliki fleksibilitas untuk berinvestasi pada perusahaan dengan berbagai kapitalisasi pasar. 

Kehadiran produk ini menjadi salah satu pilihan bagi nasabah yang ingin memperoleh eksposur terhadap industri emas global melalui instrumen investasi berbasis prinsip syariah.

HSBC menilai prospek emas dalam jangka menengah hingga panjang masih positif, meskipun harga emas menghadapi volatilitas dalam jangka pendek akibat dinamika geopolitik.

Dalam riset HSBC bertajuk Invest with Experts: Our Outlook for Gold Remains Positive Amid Ongoing Geopolitical Conflict, Rodolphe Bohn, FX and Commodities Strategist, HSBC Private Bank and Premier Wealth, menilai konflik Timur Tengah turut memicu volatilitas harga emas.

Harga emas sempat mencapai rekor 5.415 dolar AS per ons pada Januari 2026 sebelum terkoreksi sekitar 20 persen. Meski demikian, HSBC melihat prospek emas untuk jangka menengah hingga panjang tetap positif.

Bagi investor global, emas juga semakin dipandang bukan hanya sebagai instrumen lindung nilai, tetapi sebagai aset strategis dalam portofolio jangka panjang.

baca juga

Hal tersebut tercermin dalam laporan HSBC Global Affluent Investor Snapshot 2026. Survei terhadap hampir 10.000 investor affluent dan high-net-worth di 10 pasar global menunjukkan emas, baik fisik maupun digital, menjadi aset ketiga yang paling banyak dimiliki secara global. Kepemilikannya bahkan mencapai 41 persen di kalangan Gen Z.

International Wealth and Premier Banking Director HSBC Indonesia, Lanny Hendra mengatakan, produk Batavia Gold Sharia Equity USD memberikan alternatif bagi nasabah untuk memperoleh eksposur terhadap perusahaan pertambangan emas dan logam mulia.

"Kami melihat minat yang besar di kalangan investor terkait dengan investasi emas. Melalui Batavia Gold Sharia Equity USD, nasabah dapat memiliki eksposur ke perusahaan pertambangan emas dan logam mulia, yang juga diuntungkan dari tren positif tadi," ujar Lanny dalam siaran pers yang diterima, Jumat (18/9/2026).

Secara global, sebanyak 9 dari 10 investor berencana mempertahankan atau menambah alokasi emas. Angka tersebut menunjukkan tingkat keyakinan terhadap emas yang paling tinggi dibandingkan kelas aset lain dalam survei tersebut.

Minat terhadap emas juga tercatat tinggi di sejumlah negara, seperti India sebesar 61 persen, Uni Emirat Arab 49 persen, dan Tiongkok 49 persen.

Meningkatnya minat terhadap emas dinilai turut membuka peluang bagi saham perusahaan pertambangan emas dan logam mulia. Secara historis, kinerja saham perusahaan tambang emas dapat dipengaruhi oleh tren harga dan permintaan emas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dilirik Aja Dulu, Harga Emas Antam Lagi Meroket Jadi Rp2.625.000/Gram

Dilirik Aja Dulu, Harga Emas Antam Lagi Meroket Jadi Rp2.625.000/Gram

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 09:20 WIB

Rakyat Simpan Emas di Bawah Bantal, Konglomerat Simpan Aset di Luar Negeri

Rakyat Simpan Emas di Bawah Bantal, Konglomerat Simpan Aset di Luar Negeri

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 11:56 WIB

Segera Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2,61 Juta/Gram

Segera Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2,61 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 09:01 WIB

Minat Investasi Emas Tinggi, Pembiayaan Lewat Cicilan Makin Diminati

Minat Investasi Emas Tinggi, Pembiayaan Lewat Cicilan Makin Diminati

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 07:39 WIB

Buruan Antre, Harga Emas Antam Ambruk Lagi Jadi Rp2.627.000/Gram

Buruan Antre, Harga Emas Antam Ambruk Lagi Jadi Rp2.627.000/Gram

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 09:26 WIB

Pertimbangkan Beli, Harga Emas Antam Lagi Turun Jadi Rp2.637.000/Gram

Pertimbangkan Beli, Harga Emas Antam Lagi Turun Jadi Rp2.637.000/Gram

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 10:19 WIB

Terkini

Reksa Dana Syariah Berbasis Saham Tambang Emas Global Bisa Jadi Investasi Masa Depan

Reksa Dana Syariah Berbasis Saham Tambang Emas Global Bisa Jadi Investasi Masa Depan

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 09:25 WIB

IHSG Masih di Level 6.500 Pagi Ini, Saham BYAN Langsung Terbang

IHSG Masih di Level 6.500 Pagi Ini, Saham BYAN Langsung Terbang

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 09:19 WIB

AI Makin Butuh Koneksi Ngebut, Cadence Buktikan PCIe 6.0 Lolos Uji Pertama

AI Makin Butuh Koneksi Ngebut, Cadence Buktikan PCIe 6.0 Lolos Uji Pertama

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 09:15 WIB

Ribuan Pebisnis Penuhi JICC Senayan, Global Sources Indonesia 2026 Sambut Ratusan Supplier Asia

Ribuan Pebisnis Penuhi JICC Senayan, Global Sources Indonesia 2026 Sambut Ratusan Supplier Asia

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 09:09 WIB

Merasa Dirugikan Beli Beras Fortifikasi, Konsumen Minta Uang Dikembalikan

Merasa Dirugikan Beli Beras Fortifikasi, Konsumen Minta Uang Dikembalikan

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 09:07 WIB

15 Manfaat Bedak Tabur untuk Riasan Tahan Lama dan Tetap Rapi

15 Manfaat Bedak Tabur untuk Riasan Tahan Lama dan Tetap Rapi

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 09:01 WIB

Dorong Ekonomi Digital,  ShopeePay dan BI Dorong Penggunaan QRIS bagi UMKM

Dorong Ekonomi Digital, ShopeePay dan BI Dorong Penggunaan QRIS bagi UMKM

News | Jum'at, 18 September 2026 | 09:00 WIB

Karhutla Kepung Pusat Konservasi Gajah Padang Sugihan

Karhutla Kepung Pusat Konservasi Gajah Padang Sugihan

Foto | Jum'at, 18 September 2026 | 09:00 WIB

Menembus Kesunyian dan Ketidakadilan dalam The Silence of Bones

Menembus Kesunyian dan Ketidakadilan dalam The Silence of Bones

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 09:00 WIB

AI Melesat, Regulasi Tak Bisa Kaku: Wamen Nezar Ungkap Alasan Peta Jalan AI Cuma 5 Tahun

AI Melesat, Regulasi Tak Bisa Kaku: Wamen Nezar Ungkap Alasan Peta Jalan AI Cuma 5 Tahun

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 08:59 WIB

×