- BP Batam dan Pertamina Patra Niaga menandatangani kontrak kerja sama Fuel Delivery System di Bandara Internasional Hang Nadim.
- Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi penerbangan, konektivitas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan industri aviasi Batam.
- Kedua instansi berkomitmen memperluas kolaborasi guna mengembangkan sarana dan fasilitas pendukung operasional penerbangan di masa depan.
Suara.com - Batam tak hanya membutuhkan bandara yang ramai, tetapi juga pasokan energi penerbangan yang mampu menopang aktivitas aviasi dalam jangka panjang.
Kebutuhan itu kini diperkuat Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Pertamina Patra Niaga melalui kerja sama Fuel Delivery System (FDS) di Bandara Internasional Hang Nadim.
Kerja sama ini bukan sekadar memastikan bahan bakar pesawat tersalurkan. BP Batam dan Pertamina Patra Niaga menempatkan keandalan energi penerbangan sebagai bagian dari fondasi konektivitas Batam, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan ekosistem aviasi, termasuk sektor Maintenance, Repair and Overhaul (MRO).
Penandatanganan Kontrak Perjanjian Sewa FDS dilakukan oleh Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano dan Vice President Aviation Fuel Business PT Pertamina Patra Niaga, Yosep Iswadi.
Bagi BP Batam, penguatan sistem penyaluran bahan bakar penerbangan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan dan keandalan layanan energi di Bandara Internasional Hang Nadim.
“Kerja sama ini menegaskan komitmen bersama untuk menjaga layanan yang andal, aman, efektif dan professional," ujar Denny dilansir dari laman Antara, Sabtu (19/9/2026).
Bagi Batam, dia menambahkan, dukungan sistem penyaluran bahan bakar penerbangan yang baik merupakan bagian penting dalam memperkuat konektivitas dan pelayanan kebandarudaraan.
Energi Jadi Penopang Ekosistem Aviasi
Layanan energi penerbangan memiliki kaitan langsung dengan aktivitas ekonomi Batam. Menurut Denny, keandalan layanan tersebut terhubung dengan berbagai sektor, mulai dari investasi, industri, logistik hingga transportasi.
Karena itu, kerja sama dengan Pertamina Patra Niaga diharapkan bukan hanya memberikan kepastian layanan bahan bakar, tetapi juga menjadi pijakan untuk memperluas kolaborasi di Bandara Internasional Hang Nadim.
“Ke depan, di bawah kepemimpinan Bapak Amsakar Achmad dan Ibu Li Claudia, tentu dapat ditingkatkan skema kerja sama yang lebih luas sehingga bisa terlibat langsung dalam keberlanjutan Bandara Internasional Hang Nadim,” kata Denny.
Posisi Hang Nadim sendiri memang tidak sebatas sebagai pintu masuk dan keluar penumpang.
BP Batam menempatkan kawasan bandara sebagai simpul transportasi udara sekaligus bagian dari pengembangan ekonomi yang terhubung dengan investasi, logistik, industri, dan layanan aviasi.
Dengan posisi tersebut, fasilitas pendukung penerbangan ikut menjadi bagian penting dari ekosistem. Salah satunya adalah sistem penyaluran bahan bakar yang memastikan kebutuhan energi pesawat dapat dilayani secara andal.
Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Penerbangan
Dari sisi Pertamina Patra Niaga, kerja sama FDS menjadi langkah strategis untuk memperkuat dukungan terhadap kebutuhan energi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

Yosep mengatakan, Pertamina Patra Niaga berkomitmen mendukung kebutuhan penerbangan di Batam sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami berkomitmen mendukung seluruh kebutuhan penerbangan di Batam sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Yosep.
Dukungan tersebut tidak hanya ditujukan untuk penerbangan komersial. Pertamina Patra Niaga juga melihat peluang untuk mendukung perkembangan industri aviasi Batam, termasuk sektor MRO.
Sektor ini menjadi bagian dari rantai industri penerbangan karena berkaitan dengan kegiatan pemeliharaan, perbaikan, dan perawatan pesawat. Karena itu, pengembangan fasilitas pendukung penerbangan dapat ikut memperkuat ekosistem aviasi di kawasan.
Hang Nadim Disiapkan Jadi Penopang Aviasi
Penguatan FDS juga menunjukkan bahwa pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim tidak hanya berkaitan dengan terminal dan aktivitas penerbangan.
Ketersediaan energi, sistem penyaluran bahan bakar, serta fasilitas pendukung menjadi bagian dari infrastruktur yang menentukan kelancaran operasional penerbangan.
BP Batam dan Pertamina Patra Niaga pun membuka peluang untuk memperluas kerja sama, khususnya dalam pengembangan sarana dan fasilitas pendukung penerbangan di Hang Nadim.
Yosep berharap sinergi kedua pihak dapat terus berkembang sehingga kebutuhan industri penerbangan di Batam dapat ditopang dengan fasilitas yang semakin memadai.
![Kolaborasi BP Batam dan Pertamina. [Antara/HO-BP Batam]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/19/83308-kolaborasi-bp-batam-dan-pertamina.jpg)
“Semoga ke depan kerja sama dapat ditingkatkan, khususnya dalam pengembangan sarana dan fasilitas di Bandara Internasional Hang Nadim,” katanya.