- Deputi Gubernur BI Thomas A. M. Djiwandono menyatakan Bank Indonesia memperkuat layanan kebanksentralan untuk mendukung aktivitas ekonomi lintas negara pada Selasa (29/9/2026).
- Nilai transaksi Local Currency Transaction Indonesia dengan tujuh negara mitra mencapai 42,07 miliar dolar AS pada semester I 2026.
- CB Fest 2026 mengangkat tema ketahanan layanan keuangan guna menghadapi risiko geopolitik dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
CB Fest sendiri merupakan forum tahunan yang mempertemukan bank sentral, otoritas sektor keuangan, kementerian/lembaga, industri perbankan, serta asosiasi internasional.
![Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dalam International Tax Conference 2026, Rabu (17/9/2026). [Dok. Kemenkeu]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/17/12146-wakil-menteri-keuangan-juda-agung.jpg)
Forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat posisi strategis Bank Indonesia dalam lanskap keuangan global sekaligus memperkuat sinergi dalam menghadapi dinamika ekonomi global dan perkembangan transaksi lintas negara di era digital.
Sebagai informasi, CB Fest 2026 mengusung tema “Strengthening Financial Services Resilience Amid Escalating Geopolitical Risk to Support Economic Growth”.
Pembahasan dalam forum tersebut mencakup dampak perubahan geopolitik terhadap ekonomi dan stabilitas keuangan serta respons yang perlu disiapkan oleh otoritas dan industri.
Diskusi menghadirkan pakar geopolitik dan ekonomi dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), akademisi teknologi dari Institut Teknologi Bandung dan University of Melbourne, serta praktisi data dan analitik sektor keuangan dari Deloitte dan J.P. Morgan Asia Pacific.
Dalam pembahasan tersebut, para peserta menyoroti bahwa ketidakpastian global membutuhkan respons kebijakan yang adaptif, penguatan manajemen risiko, serta pemanfaatan teknologi untuk memperkuat ketahanan sektor keuangan.
Selain itu, pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dan generative AI dinilai dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mendorong transformasi menuju intelligent reporting.
Penerapannya tetap perlu memperhatikan transparansi, akuntabilitas, dan penguatan kompetensi fungsi keuangan.
CB Fest 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi global dan kerja sama strategis antarbank sentral, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan guna memperkuat ketahanan layanan dan pengelolaan keuangan yang adaptif dalam menghadapi risiko geopolitik.
Penguatan tersebut diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.