Cabai, Jengkol, Ayam Kompak Naik! Pedagang Warteg: Omzet Turun, Rp700 Ribu Habis Buat Sayur

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 29 September 2026 | 17:55 WIB
Cabai, Jengkol, Ayam Kompak Naik! Pedagang Warteg: Omzet Turun, Rp700 Ribu Habis Buat Sayur
Kenaikan harga bahan pangan mulai menggerus napas pedagang warung makan khususnya Warung Tegal alias Warteg. Foto Suara.com-Esther Nadya
baca 10 detik
  • Belanja warteg Rasmi melonjak dari Rp300 ribu menjadi Rp600-700 ribu per hari.
  • Harga jual tetap, kenaikan bahan pangan terpaksa ditanggung dari keuntungan.
  • Minyak goreng Rp22 ribu, jauh di atas harga sebelumnya Rp15-16 ribu.

Suara.com - Kenaikan harga bahan pangan mulai menggerus napas pedagang warung makan khususnya Warung Tegal alias Warteg. Uang belanja harian yang sebelumnya cukup Rp300.000, kini bisa membengkak hingga Rp600.000-Rp700.000.

Kondisi itu dirasakan Rasmi, pedagang Warteg Kabul, Setu, Cipayung. Ia mengaku harus merogoh modal hampir dua kali lipat untuk mendapatkan bahan masakan yang sama, sementara omzet hariannya tidak ikut naik.

"Dulu belanja Rp300.000 sudah dapat banyak. Sekarang Rp300.000 sampai Rp500.000 enggak cukup. Bisa sampai Rp600.000-Rp700.000," ujar Rasmi saat ditemui Suara.com pada Selasa (29/9/2026).

Kenaikan harga terutama terasa pada sejumlah bahan masakan seperti cabai, jengkol, kacang panjang, buncis, wortel, kol, dan pare. Harga ayam juga disebut ikut naik.

Lonjakan biaya tersebut membuat ruang keuntungan Rasmi semakin terjepit. Ia tetap mempertahankan harga jual karena tidak tega membebani pelanggan yang sebagian besar merupakan pekerja dengan penghasilan pas-pasan.

"Orang jualan begini, kok belanja saja sampai enam ratus, tujuh ratus. Bingung, nanti buat berasnya dari mana," katanya.

Rasmi mengatakan dirinya tidak menaikkan harga makanan maupun mengurangi porsi. Akibatnya, kenaikan biaya bahan pangan harus ditanggung dari uang yang seharusnya menjadi pendapatannya.

"Kayak begini, bagaimana saya mau menaikkan? Tidak bisa. Belanja biasa, porsinya juga biasa, jadi hitung-hitungannya, kok uangnya tidak kebagian buat saya. Habis buat beli sayur," tuturnya.

Saat ini, harga makanan di warungnya masih bertahan. Nasi dijual Rp6.000, sayur Rp2.000-Rp3.000, sedangkan minuman Rp2.000. Sambal juga tetap diberikan gratis kepada pelanggan.

baca juga
Kenaikan harga bahan pangan mulai menggerus napas pedagang warung makan khususnya Warung Tegal alias Warteg. Foto Suara.com-Esther Nadya
Kenaikan harga bahan pangan mulai menggerus napas pedagang warung makan khususnya Warung Tegal alias Warteg. Foto Suara.com-Esther Nadya

Menurut Rasmi, pelanggan warungnya antara lain pengemudi ojek daring, pelajar, hingga pekerja bangunan. Ia khawatir kenaikan harga justru membuat mereka semakin terbebani.

"Orang-orangnya juga kuli, sama seperti kita," ujarnya.

Tekanan bukan hanya berasal dari sayuran. Rasmi juga mengeluhkan harga minyak goreng yang masih bertengger di sekitar Rp22.000. Padahal sebelumnya ia biasa membeli minyak dengan harga Rp15.000-Rp16.000.

"Kan semua masakan pakai minyak. Saya bilang, kapan turunnya minyak itu? Dulu mendingan, cuma lima belas, enam belas," katanya.

Sementara itu, harga gas elpiji menurutnya masih relatif normal, sekitar Rp20.000. Ia juga mengeluhkan harga plastik yang masih mahal.

Rasmi mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab berbagai bahan masakan mengalami kenaikan harga. Namun, dampaknya langsung terasa pada uang belanja yang harus disiapkan setiap hari.

Kondisi tersebut semakin berat karena selama sekitar 17 tahun berjualan di lokasi itu, ia mengaku belum pernah menerima bantuan.

Suaminya juga telah meninggal dunia. Kini, berdagang menjadi satu-satunya cara bagi Rasmi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kalau saya tidak jualan, saya tidak makan," katanya.

Di tengah tekanan biaya tersebut, Rasmi hanya berharap harga bahan pangan kembali turun, terutama minyak goreng. Sebab, selama harga bahan terus tinggi sementara harga jual tidak berubah, keuntungan pedagang kecil semakin tergerus.

Untuk sementara, ia memilih bertahan dan menjalani kondisi tersebut sembari berharap harga bahan makanan kembali normal.

"Ya dijalani saja, yang penting sehat. Barangkali nanti harga sayur turun," ujarnya.

Reporter: Esther Nadya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa Harga Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu? Ini Cerita dari Pasar

Kenapa Harga Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu? Ini Cerita dari Pasar

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 12:44 WIB

Harga Pangan 29 September: Cabai Rawit Merah Tembus Rp109 Ribu, Naik 13,72 Persen

Harga Pangan 29 September: Cabai Rawit Merah Tembus Rp109 Ribu, Naik 13,72 Persen

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 09:50 WIB

Harga Cabai Merah Keriting di Atas Rp100 Ribu/kg Hari Ini

Harga Cabai Merah Keriting di Atas Rp100 Ribu/kg Hari Ini

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:59 WIB

Terkini

Cabai, Jengkol, Ayam Kompak Naik! Pedagang Warteg: Omzet Turun, Rp700 Ribu Habis Buat Sayur

Cabai, Jengkol, Ayam Kompak Naik! Pedagang Warteg: Omzet Turun, Rp700 Ribu Habis Buat Sayur

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:55 WIB

Praperadilan Ditolak! Status Tersangka Silmy Karim di Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Sah

Praperadilan Ditolak! Status Tersangka Silmy Karim di Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Sah

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:53 WIB

Plot Twist Mengejutkan di 'The Handmaiden', Ketika Cinta Sesama Jenis Jadi Simbol Perlawanan

Plot Twist Mengejutkan di 'The Handmaiden', Ketika Cinta Sesama Jenis Jadi Simbol Perlawanan

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 17:52 WIB

Tak Hanya Nakhoda, Pemilik Kapal KM Virgo Transport 8 Bisa Dijerat Pidana

Tak Hanya Nakhoda, Pemilik Kapal KM Virgo Transport 8 Bisa Dijerat Pidana

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:52 WIB

Lapas Over Kapasitas, BRIN Kembangkan Alat Deteksi Murah hingga Kajian Rehabilitasi Narkoba

Lapas Over Kapasitas, BRIN Kembangkan Alat Deteksi Murah hingga Kajian Rehabilitasi Narkoba

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:51 WIB

Perkiraan Gaji Wisnu Hani Putranto, Mantan Kalapas Cibinong yang Dinonaktifkan

Perkiraan Gaji Wisnu Hani Putranto, Mantan Kalapas Cibinong yang Dinonaktifkan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 17:50 WIB

Endang Tirtana Soroti Tantangan Generasi Muda di Tengah Perkembangan AI

Endang Tirtana Soroti Tantangan Generasi Muda di Tengah Perkembangan AI

Jatim | Selasa, 29 September 2026 | 17:47 WIB

Siap-siap Uang Bulanan Bengkak, Harga BBM Pertamax Cs Akan Naik Sebentar Lagi

Siap-siap Uang Bulanan Bengkak, Harga BBM Pertamax Cs Akan Naik Sebentar Lagi

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:47 WIB

Dulu Harus ke Kedai, Kini Secangkir Kopi Bisa Menghampiri Konsumen Lewat Gerobak Listrik

Dulu Harus ke Kedai, Kini Secangkir Kopi Bisa Menghampiri Konsumen Lewat Gerobak Listrik

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 17:46 WIB

Korupsi MBG Rugikan Negara Rp10 Triliun, Kejagung Belum Periksa Eks Kepala BGN Nanik S Deyang

Korupsi MBG Rugikan Negara Rp10 Triliun, Kejagung Belum Periksa Eks Kepala BGN Nanik S Deyang

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:46 WIB

×