Rupiah Makin Terpuruk ke Rp18.135, Berpotensi Jangka Panjang

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:05 WIB
Rupiah Makin Terpuruk ke Rp18.135, Berpotensi Jangka Panjang
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah ditutup melemah 0,30% ke Rp18.135 per dolar AS.
  • Kenaikan minyak dan arus keluar modal asing menekan rupiah.
  • FOMC, PDB, dan inflasi menjadi risiko bagi rupiah pekan ini.

Suara.com - Rupiah kembali tertekan hingga menembus level Rp18.100 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (26/10/2026). Pelemahan mata uang Garuda terjadi sejak awal perdagangan, di tengah kenaikan harga minyak dunia, berlanjutnya arus keluar modal asing, hingga meningkatnya ketidakpastian global.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp18.135 per dolar AS, melemah 55 poin atau 0,30% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp18.080 per dolar AS.

Tekanan tersebut menunjukkan rapuhnya posisi rupiah di tengah memburuknya sentimen pasar keuangan. Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, kenaikan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor eksternal yang membebani mata uang di kawasan Asia.

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (29/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (29/9/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Harga minyak bergerak naik di tengah antisipasi pasar terhadap potensi aksi militer Amerika Serikat dan Israel. Ketidakpastian geopolitik tersebut turut meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara-negara yang sensitif terhadap perubahan harga energi.

"Rupiah dan mata uang yang sensitif terhadap harga minyak dunia seperti Rupee India dan Peso Filipina melemah cukup tajam terhadap dolar AS di tengah kenaikan harga minyak dunia oleh antisipasi aksi militer oleh AS dan Israel," katanya.

Kenaikan harga minyak berpotensi memperbesar beban negara pengimpor energi, termasuk melalui peningkatan biaya impor. Kondisi ini dapat menambah tekanan terhadap nilai tukar ketika kebutuhan dolar AS meningkat, sementara sentimen investor cenderung memburuk.

Tak hanya dari eksternal, rupiah juga dibebani kondisi pasar keuangan domestik yang belum kondusif. Tekanan di pasar saham dan berlanjutnya arus keluar dana asing membuat pergerakan mata uang Garuda semakin rentan terhadap sentimen negatif.

Ibrahim menyebut, investor masih berada dalam posisi menghindari risiko atau risk-off. Situasi tersebut memperbesar tekanan terhadap aset-aset di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Sentimen risk off di pasar ekuitas dan outflow besar dana asing yang berkelanjutan juga membebani rupiah. Rupiah diperkirakan masih akan dalam tekanan sepekan ini. Investor menantikan banyak agenda dan data ekonomi penting yang diantaranya FOMC, PDB dan Inflasi yang mempengaruhi rupiah," jelasnya.

baca juga

Sejumlah agenda ekonomi penting pada pekan ini berpotensi menambah volatilitas pasar. Keputusan kebijakan moneter Federal Reserve melalui Federal Open Market Committee (FOMC), serta rilis data pertumbuhan ekonomi dan inflasi, akan menjadi perhatian investor dalam menentukan arah pergerakan dolar AS dan mata uang negara berkembang.

Di tengah tekanan tersebut, rupiah bukan satu-satunya mata uang Asia yang melemah. Mayoritas mata uang di kawasan juga bergerak di zona merah terhadap dolar AS pada perdagangan Senin.

Peso Filipina mencatat pelemahan terdalam dengan penurunan 0,54%. Rupee India dan yen Jepang sama-sama terkoreksi 0,16%.

Dolar Singapura melemah 0,09%, sedangkan dolar Hong Kong turun 0,03%. Won Korea Selatan turut terkoreksi 0,009%, sementara ringgit Malaysia melemah tipis 0,007% terhadap dolar AS.

Meski demikian, beberapa mata uang Asia masih mampu bertahan di zona hijau. Dolar Taiwan menguat 0,04%, menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan pada perdagangan hari ini. Sementara itu, yuan China naik tipis 0,02%.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.089 per Dolar AS, Arus Modal Asing Jadi Beban

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.089 per Dolar AS, Arus Modal Asing Jadi Beban

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Rupiah Diramal Jadi Penghuni Tetap di Level Rp18.000

Rupiah Diramal Jadi Penghuni Tetap di Level Rp18.000

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:46 WIB

Melemah, Rupiah Masih Huni di Level Rp18.080

Melemah, Rupiah Masih Huni di Level Rp18.080

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Terkini

Amran Klaim Stok Beras Aman Hingga 10 Bulan Kedepan di Tengah Ancaman El-Nino

Amran Klaim Stok Beras Aman Hingga 10 Bulan Kedepan di Tengah Ancaman El-Nino

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:14 WIB

Nekat Angkut 32 Ribu Benur Lobster Tanpa Izin, Pria Asal Sukabumi Dihentikan Polisi di Lebak

Nekat Angkut 32 Ribu Benur Lobster Tanpa Izin, Pria Asal Sukabumi Dihentikan Polisi di Lebak

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Catatan Timnas Indonesia Jelang Lawan Portugal di Piala Dunia U-15 Sore Ini: Punya Modal 8 Gol

Catatan Timnas Indonesia Jelang Lawan Portugal di Piala Dunia U-15 Sore Ini: Punya Modal 8 Gol

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Rupiah Makin Terpuruk ke Rp18.135, Berpotensi Jangka Panjang

Rupiah Makin Terpuruk ke Rp18.135, Berpotensi Jangka Panjang

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Pelanggan Daihatsu Asal Lampung Raih Mobil Modifikasi Langka Ayla Modern Vintage

Pelanggan Daihatsu Asal Lampung Raih Mobil Modifikasi Langka Ayla Modern Vintage

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Apa Manfaat Lulur Kocok Mustika Ratu? Ini Kegunaan dan Cara Pakainya

Apa Manfaat Lulur Kocok Mustika Ratu? Ini Kegunaan dan Cara Pakainya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Demi Armada Sampah Lancar, Wali Kota Bekasi Lobi DKI Bangun Dua Flyover

Demi Armada Sampah Lancar, Wali Kota Bekasi Lobi DKI Bangun Dua Flyover

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald, Ini Alasannya

Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald, Ini Alasannya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Benarkah Emisi Pesawat Makin Beracun Seiring Waktu? Studi Ungkap Hal Ini

Benarkah Emisi Pesawat Makin Beracun Seiring Waktu? Studi Ungkap Hal Ini

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Konten Karhutla Diduga Dibatasi, Mengapa Transparansi Medsos Penting?

Konten Karhutla Diduga Dibatasi, Mengapa Transparansi Medsos Penting?

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:00 WIB

×