Telur Surplus, Tepung Telur Masih Impor: Pemerintah Baru Mau Bangun Pabrik

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 26 Oktober 2026 | 19:10 WIB
Telur Surplus, Tepung Telur Masih Impor: Pemerintah Baru Mau Bangun Pabrik
Mentan Andi Amran Sulaiman dalam konferensi pers Penindakan Impor Ilegal Beras, Garam, dan Balpres di Kantor Bea Cukai, Jakarta, Selasa (22/9/2026). [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Produksi telur surplus, tetapi Indonesia masih mengimpor tepung telur.
  • Pabrik tepung telur ditargetkan selesai setahun, tetapi detail proyek belum dibuka.
  • Harga telur di peternak Rp20.000/kg, sementara konsumen membayar hingga Rp45.000/kg.

Suara.com - Ironi mewarnai industri perunggasan nasional. Di tengah produksi telur ayam ras yang disebut surplus, Indonesia masih bergantung pada impor tepung telur. Pemerintah pun baru berencana membangun pabrik pengolahan bersama badan usaha milik negara (BUMN), dengan target penyelesaian sekitar satu tahun.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pembangunan pabrik tersebut ditujukan untuk menggantikan pasokan tepung telur dari luar negeri. Namun, rencana penghentian impor itu masih harus menunggu fasilitas produksi dalam negeri terealisasi.

“Yang ketiga adalah rencana kita karena ada impor, impor telur, tepung telur dari negara lain, insyaallah kita akan bangun, mudah-mudahan satu tahun,” kata Amran di Kantor Kemenko Pangan, Senin (26/10/2026).

Amran menyebut proyek tersebut akan dikerjakan bersama BUMN. Meski demikian, pemerintah belum membeberkan lokasi pembangunan, nilai investasi, maupun kapasitas produksi pabrik yang akan dibangun.

“Kami bersama BUMN, ada Pak Anto di sini, itu kita akan bangun dan tidak perlu mahal pabriknya, satu tahun selesai, impornya nanti kita stop,” ujarnya.

Persoalan lain muncul di pasar telur ayam ras. Meski produksi nasional diklaim surplus dan berpotensi diekspor, harga yang diterima peternak justru jauh di bawah harga yang dibayar konsumen.

Amran menyebut harga telur di tingkat peternak berada pada kisaran Rp20.000-Rp21.000 per kilogram. Sementara itu, harga di tingkat konsumen mencapai Rp40.000-Rp45.000 per kilogram.

“Telur ayam juga surplus bahkan ekspor. Nah, hanya ada masalah di tingkat peternak itu harga telur ayam Rp20.000-Rp21.000. Harusnya Rp26.000 dan Rp30.000, harusnya. Tetapi juga ironisnya di konsumen Rp40.000-Rp45.000,” ucap Amran.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan Sebut Indonesia Mulai Ekspor Singkong Pekan Depan

Mentan Sebut Indonesia Mulai Ekspor Singkong Pekan Depan

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:56 WIB

Amran Klaim Stok Beras Aman Hingga 10 Bulan Kedepan di Tengah Ancaman El-Nino

Amran Klaim Stok Beras Aman Hingga 10 Bulan Kedepan di Tengah Ancaman El-Nino

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:14 WIB

Prabowo Tegaskan Tak Akan Buka Hutan Primer demi Kejar Target Pangan

Prabowo Tegaskan Tak Akan Buka Hutan Primer demi Kejar Target Pangan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:27 WIB

Terkini

Penjualan OMODA 5 di Malaysia Dibekukan Dampak Kasus As Roda Lepas

Penjualan OMODA 5 di Malaysia Dibekukan Dampak Kasus As Roda Lepas

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Telur Surplus, Tepung Telur Masih Impor: Pemerintah Baru Mau Bangun Pabrik

Telur Surplus, Tepung Telur Masih Impor: Pemerintah Baru Mau Bangun Pabrik

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Kasatgas PRR Paparkan Capaian Pemulihan Sumatera, Normalisasi Sungai Dipercepat Cegah Banjir Susulan

Kasatgas PRR Paparkan Capaian Pemulihan Sumatera, Normalisasi Sungai Dipercepat Cegah Banjir Susulan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Novel Baswedan Khawatir Penghapusan Pasal 2 dan 3 UU Tipikor Bikin Korupsi Besar Tak Terungkap

Novel Baswedan Khawatir Penghapusan Pasal 2 dan 3 UU Tipikor Bikin Korupsi Besar Tak Terungkap

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Waspada Bullying di Sekolah, Mendikdasmen Ungkap 5 Ciri Siswa yang Sering Jadi Target Perundungan

Waspada Bullying di Sekolah, Mendikdasmen Ungkap 5 Ciri Siswa yang Sering Jadi Target Perundungan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:07 WIB

Bedak Two Way Cake OMG Apakah Bagus? Cek Review Jujur Pengguna

Bedak Two Way Cake OMG Apakah Bagus? Cek Review Jujur Pengguna

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Keadilan Ekosistem Media Lokal, Jalan Menuju Informasi yang Merata

Keadilan Ekosistem Media Lokal, Jalan Menuju Informasi yang Merata

Video | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Persaingan Sengit Men Elite! Ternadi Bike Park Jadi Arena Hidup Mati 76 Ultimate Downhill

Persaingan Sengit Men Elite! Ternadi Bike Park Jadi Arena Hidup Mati 76 Ultimate Downhill

Sport | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:58 WIB

Honda Modif Contest 2026 Lahirkan 3 Jawara dengan Karya Menawan

Honda Modif Contest 2026 Lahirkan 3 Jawara dengan Karya Menawan

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Tradisi Smong Simeulue: Bukti Cerita Rakyat Mampu Mitigasi Tsunami Aceh

Tradisi Smong Simeulue: Bukti Cerita Rakyat Mampu Mitigasi Tsunami Aceh

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:50 WIB

×