Kementan Belum Tahu Berapa Luas Lahan Pertanian Terdampak Karhutla

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:33 WIB
Kementan Belum Tahu Berapa Luas Lahan Pertanian Terdampak Karhutla
Ilustrasi Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). [SuaraSulsel.id/Istimewa]
baca 10 detik
  • Kementerian Pertanian sedang mengidentifikasi lahan pertanian warga di Kalimantan, Sumatera, dan Papua yang terdampak karhutla.
  • Pemerintah berencana memberikan bantuan benih padi dan jagung agar petani dapat segera memulihkan kegiatan pertanian.
  • Pemerintah mendorong pemanfaatan lahan bekas terbakar di Kalimantan Tengah untuk tanaman pangan guna membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Suara.com - Kementerian Pertanian (Kementan) masih mengidentifikasi lahan pertanian milik warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah di Indonesia seperti di Kalimantan, Sumatera, dan Papua.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan telah meminta jajarannya memeriksa kondisi lahan terdampak untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. 

"Belum kami terima (datanya), tapi anak-anak sementara cek. Oke?" ujar Amran di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Setelah proses identifikasi selesai, Kementan berencana membantu petani yang lahannya terbakar agar dapat kembali melakukan kegiatan pertanian. Bantuan yang disiapkan berupa benih untuk sejumlah komoditas, terutama jagung dan padi.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman. (Suara.com/Hiskia)
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman. (Suara.com/Hiskia)

"Intinya lokasi perkebunan, kalau memang perkebunan ya, kita bantu benih kalau jagung atau padi," ujar Amran.

Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah segera mendorong penanaman komoditas pertanian di lahan terdampak karhutla, khususnya lahan milik pribadi yang bukan milik perusahaan atau korporasi.

Saleh menyampaikan usulan tersebut setelah memantau adanya rencana penanaman kelapa sawit di sejumlah lahan bekas terbakar. Menurutnya, lahan tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk komoditas pangan yang manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

"Bahwa memang Kalimantan Tengah belum bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri oleh karena itu nanti kita akan upayakan ini kan saya monitor lahan yang dibakar rata-rata untuk sawit ya atau untuk apa ini pak?" kata Saleh saat melakukan telekonferensi dengan perwakilan Pemprov Kalimantan Tengah dalam acara Gerakan Pangan Murah (GPM), Kamis (22/10/2026).

Saleh mengatakan telah berkoordinasi dengan Amran untuk mencari solusi pemanfaatan lahan bekas terbakar. Pemerintah ingin mendorong penanaman komoditas pangan agar lahan tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan usaha tertentu.

baca juga

"Jadi kalau bisa kita ajak kemarin saya sudah diskusi dengan pak Mentan apakah lahan yang dibakar kita bikin pertanian? Mumpung belum keburu ini (ditanam sawit), kalau sudah ditanam sawit kan berarti ya, mungkin hanya bermanfaat bagi beberapa orang saja," ucapnya.

Ia juga meminta pemerintah daerah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membahas komoditas yang sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan petani. Sejumlah tanaman yang diusulkan antara lain cabai dan jagung.

"Tapi kalau ditanam cabai atau jagung atau apa, yang sifatnya membantu petani yang ada di Kalimantan Tengah, silakan nanti kita bisa diskusikan. Nanti Pak Kadistan bisa lapor ke pusat ya," ujar Saleh.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pangan yang dikutip dalam laporan sebelumnya, luas lahan terbakar di Palangka Raya mencapai lebih dari 23.000 hektare. Sebagian besar titik api di kawasan hutan tersebut berada di area konsesi gambut yang mencakup beberapa fungsi kawasan, mulai dari hutan lindung hingga kawasan budidaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mendagri Minta Pemda Perketat Aturan Larangan Pembakaran Lahan Cegah Karhutla

Mendagri Minta Pemda Perketat Aturan Larangan Pembakaran Lahan Cegah Karhutla

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Restorasi Bukan Penghapus Dosa Karhutla, Tata Kelola Lahan Perlu Dievaluasi Total

Restorasi Bukan Penghapus Dosa Karhutla, Tata Kelola Lahan Perlu Dievaluasi Total

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 15:26 WIB

Karhutla Sulawesi Ancam Lukisan Tertua di Dunia, Usianya Hampir 68.000 Tahun

Karhutla Sulawesi Ancam Lukisan Tertua di Dunia, Usianya Hampir 68.000 Tahun

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Terkini

Beban Eksternalitas MBDK pada Publik

Beban Eksternalitas MBDK pada Publik

Opini | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:29 WIB

Bercak Darah di Balik Pintu Warung, Cerita Horor Saksi Tawuran Maut Kebon Jeruk Tewaskan 1 Orang

Bercak Darah di Balik Pintu Warung, Cerita Horor Saksi Tawuran Maut Kebon Jeruk Tewaskan 1 Orang

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Masuk Blacklist Politisi Edisi Bupati/Wali Kota, Ini Respon Santai Respati Ardi

Masuk Blacklist Politisi Edisi Bupati/Wali Kota, Ini Respon Santai Respati Ardi

Surakarta | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:15 WIB

LG Pimpin Pasar Mesin Cuci Front Loading, Andalkan AI untuk Pertahankan Konsumen

LG Pimpin Pasar Mesin Cuci Front Loading, Andalkan AI untuk Pertahankan Konsumen

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:14 WIB

Viva Milk Cleanser untuk Kulit Berjerawat Varian Apa? Ini Pilihan yang Tepat

Viva Milk Cleanser untuk Kulit Berjerawat Varian Apa? Ini Pilihan yang Tepat

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Kemen PPPA Minta Pembunuh Ibu-Anak di Madiun Dihukum Setimpal: Pakai UU Perlindungan Anak

Kemen PPPA Minta Pembunuh Ibu-Anak di Madiun Dihukum Setimpal: Pakai UU Perlindungan Anak

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Praktik 'Nuthuk' Harga Muncul Lagi di Malioboro, Wisatawan Keluhkan Es Jeruk Rp20 Ribu per Gelas

Praktik 'Nuthuk' Harga Muncul Lagi di Malioboro, Wisatawan Keluhkan Es Jeruk Rp20 Ribu per Gelas

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Prabowo Salurkan Rp200 Miliar untuk Karhutla Sumsel, Ini Rincian Dana untuk 15 Daerah

Prabowo Salurkan Rp200 Miliar untuk Karhutla Sumsel, Ini Rincian Dana untuk 15 Daerah

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:02 WIB

BMKG Ungkap 75 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau

BMKG Ungkap 75 Persen Wilayah Indonesia Masih Kemarau

Foto | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Menbud Fadli Zon Soroti Karhutla Ancam Lukisan Gua Prasejarah dan Makam Toraja

Menbud Fadli Zon Soroti Karhutla Ancam Lukisan Gua Prasejarah dan Makam Toraja

Video | Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:00 WIB

×