Aset Kripto dalam Perspektif Syariah, Benarkah Bisa Jadi Instrumen Investasi?

Achmad Fauzi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:35 WIB
Aset Kripto dalam Perspektif Syariah, Benarkah Bisa Jadi Instrumen Investasi?
ilustrasi aset kripto. [Pixabay/vjkombajn]
baca 10 detik
  • Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menyatakan Bitcoin dan aset kripto lainnya dapat diterima secara bersyarat sebagai harta bernilai, termasuk komoditas atau aset investasi, sepanjang memenuhi prinsip syariah.
  • Dalam Muktamar ke-35 NU, Bitcoin dipandang dapat dikategorikan sebagai aset digital dan sah digunakan untuk transaksi, tetapi tidak dapat digunakan sebagai mata uang atau alat pembayaran di Indonesia.
  • Masyarakat perlu memahami karakteristik aset kripto, potensi keuntungan, risiko kerugian, keamanan akun, serta kesesuaian investasi dengan profil dan tujuan masing-masing.

Suara.com - Pembahasan mengenai kesesuaian aset kripto dengan prinsip syariah semakin berkembang di Indonesia. Sejumlah organisasi Islam telah menyampaikan pandangan mengenai posisi Bitcoin dan aset kripto lainnya, termasuk kemungkinan penggunaannya sebagai aset bernilai dengan sejumlah persyaratan.

Di tengah perkembangan tersebut, PT Indodax Nasional Indonesia (INDODAX) resmi bergabung dengan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI). Keanggotaan ini diharapkan dapat memperluas dialog antara industri aset digital dan ekosistem keuangan syariah.

Sebelumnya, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menyatakan bahwa Bitcoin dan aset kripto lainnya dapat diterima secara bersyarat sebagai harta bernilai, termasuk sebagai komoditas atau aset investasi, sepanjang memenuhi prinsip syariah.

Pandangan mengenai Bitcoin juga muncul dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Dalam keputusan tersebut, Bitcoin dapat dikategorikan sebagai aset digital dan sah untuk digunakan transaksi, tetapi tidak dapat digunakan sebagai mata uang atau alat pembayaran di Indonesia.

Perkembangan pandangan tersebut menunjukkan bahwa pembahasan mengenai aset kripto tidak hanya berkaitan dengan teknologi dan potensi investasi, tetapi juga menyentuh aspek kesesuaian syariah, tata kelola, serta perlindungan konsumen.

CEO INDODAX William Sutanto menilai keanggotaan perusahaan di AFSI dapat membuka ruang dialog yang lebih luas mengenai perkembangan industri aset digital, termasuk dari perspektif syariah.

CTO Indodax, William Sutanto.
CEO Indodax, William Sutanto.

"Perkembangan industri aset digital dan kripto perlu dibarengi dengan pemahaman yang semakin komprehensif, termasuk dari perspektif syariah. Melalui AFSI, kami berharap dapat berdialog dengan lebih banyak pemangku kepentingan mengenai manfaat, risiko, tata kelola, dan aspek perlindungan konsumen," ujarnya di Rabu (28/10/2026).

Menurut William, pertumbuhan industri aset digital perlu diimbangi dengan literasi yang memadai. Masyarakat tidak hanya perlu memahami potensi investasi, tetapi juga karakteristik setiap aset, tingkat risiko, serta keamanan dalam bertransaksi.

"Setiap inovasi memiliki karakteristik dan risiko yang perlu dijelaskan secara terbuka. Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat literasi masyarakat sekaligus membuka ruang pertukaran perspektif bagi pengembangan industri yang lebih bertanggung jawab," tambahnya.

baca juga

Ia juga mengingatkan masyarakat agar melakukan Do Your Own Research (DYOR) sebelum mengambil keputusan terkait aset kripto. Investor perlu memahami karakteristik aset, tingkat risiko, serta kesesuaiannya dengan profil dan tujuan investasi masing-masing.

Sebagai platform perdagangan aset kripto, INDODAX juga memperluas edukasi melalui INDODAX Academy. Program tersebut menyediakan materi mengenai aset kripto, keamanan akun, hingga pengelolaan risiko.

AFSI sendiri ditunjuk oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai wadah kolaborasi bagi ekosistem fintech syariah Indonesia. Melalui keanggotaan tersebut, INDODAX berharap dapat memperkaya perspektif edukasi mengenai aset digital sekaligus mendorong pengembangan ekosistem keuangan digital yang lebih inklusif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekosistem Kota Mandiri Jadi Penentu Nilai Investasi Properti

Ekosistem Kota Mandiri Jadi Penentu Nilai Investasi Properti

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:40 WIB

Industri Kreatif Butuh Outsourcing, Regulasi Jangan Hambat Investasi

Industri Kreatif Butuh Outsourcing, Regulasi Jangan Hambat Investasi

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Asing Cabut Dana, Masih Amankah Berinvestasi di IHSG?

Asing Cabut Dana, Masih Amankah Berinvestasi di IHSG?

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Terkini

Viral PT KAI Dicibir Pakai AI untuk Desain Livery Gerbong Kereta, Jari Anime Ada 6

Viral PT KAI Dicibir Pakai AI untuk Desain Livery Gerbong Kereta, Jari Anime Ada 6

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Aset Kripto dalam Perspektif Syariah, Benarkah Bisa Jadi Instrumen Investasi?

Aset Kripto dalam Perspektif Syariah, Benarkah Bisa Jadi Instrumen Investasi?

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Tilap Duit Kasus, Oknum Advokat di Metro Ditangkap Usai Tipu Klien Puluhan Juta

Tilap Duit Kasus, Oknum Advokat di Metro Ditangkap Usai Tipu Klien Puluhan Juta

Lampung | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Tips Tampil Bersinar di Depan Panggung dalam Buku Let's Speak

Tips Tampil Bersinar di Depan Panggung dalam Buku Let's Speak

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Permata Bank Raih Laba Bersih Rp2,6 Triliun hingga Kuartal III 2026

Permata Bank Raih Laba Bersih Rp2,6 Triliun hingga Kuartal III 2026

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:27 WIB

Jerit Tangis Ibunda di Balik 48 Adegan Pembantaian Madiun: Hancur Hati Saya, Hukum Mati Dia!

Jerit Tangis Ibunda di Balik 48 Adegan Pembantaian Madiun: Hancur Hati Saya, Hukum Mati Dia!

Jatim | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:25 WIB

Dari Pematangsiantar ke Los Angeles, Jesica Yap Bawa Karya Musik Indonesia ke Panggung Dunia

Dari Pematangsiantar ke Los Angeles, Jesica Yap Bawa Karya Musik Indonesia ke Panggung Dunia

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:18 WIB

IHSG Masih Betah di Zona Merah ke Level 5.200 Rabu Pagi

IHSG Masih Betah di Zona Merah ke Level 5.200 Rabu Pagi

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Mendagri & Menkeu Pastikan Ketersediaan Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera

Mendagri & Menkeu Pastikan Ketersediaan Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:14 WIB

Brent Tertahan di 113 Dolar AS, Konflik Timur Tengah Bayangi Pasar Minyak

Brent Tertahan di 113 Dolar AS, Konflik Timur Tengah Bayangi Pasar Minyak

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:14 WIB

×