Asing Cabut Dana, Masih Amankah Berinvestasi di IHSG?

M Nurhadi

Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:05 WIB
Asing Cabut Dana, Masih Amankah Berinvestasi di IHSG?
Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Bursa Efek Indonesia terbuka menerima masukan pemerintah dan DPR demi menjaga stabilitas pasar modal nasional pada Selasa, 27 Oktober 2026.
  • MSCI mewacanakan evaluasi status pasar saham Indonesia akibat sorotan terhadap transparansi kepemilikan dan penegakan hukum perdagangan.
  • Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mendorong seluruh pelaku pasar domestik bersatu memperkuat iklim investasi pada Senin, 26 Oktober 2026.

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan keterbukaannya terhadap masukan dari pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) guna menjaga stabilitas serta kepercayaan di pasar modal nasional. Langkah ini mengemuka di tengah wacana potensi penyesuaian klasifikasi bursa saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) menjadi Standalone Market.

Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, menyampaikan bahwa komunikasi dengan otoritas terkait dan lembaga legislatif terus berjalan sebagai bentuk perhatian bersama terhadap penguatan industri pasar modal.

"Pada prinsipnya kami menghargai dan menerima masukan dari semua pihak, yang pada dasarnya tentu bentuk perhatian dan untuk kebaikan pasar modal. BEI selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan semua pihak, termasuk DPR dan pihak pemerintah," ujar Iding dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/10/2026).

Mengenai aksi jual bersih investor asing (foreign net sell) yang membayangi perdagangan sejak pekan lalu, Iding menilai ketahanan pasar modal tidak semata-mata diukur dari dinamika aliran dana asing. Indikator lain seperti kelancaran operasional bursa, pertumbuhan likuiditas transaksi, kecukupan permodalan, peningkatan jumlah investor, serta kinerja fundamental emiten juga menjadi parameter penting.

Kendati demikian, pihak bursa mengakui keberadaan pelepasan dana asing menjadi tantangan yang perlu ditangani melalui pembenahan berkelanjutan:

  • Transformasi Pasar Modal: Mengakselerasi reformasi internal untuk memperkuat kredibilitas bursa di mata pemodal global.
  • Menjaga Pertumbuhan: Memastikan mekanisme operasional dan pertumbuhan likuiditas tetap terjaga di tengah fluktuasi pasar.

Sikap DPR Terhadap Penilaian Pasar

Dinamika pasar modal ini turut menyedot perhatian jajaran pimpinan DPR RI. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memberikan respons atas isu potensi penurunan status oleh MSCI. Dasco mendorong para pelaku pasar modal domestik untuk tetap bersatu dalam membangun iklim investasi dalam negeri.

Melalui unggahan di media sosialnya pada Senin (26/10/2026), Dasco menyampaikan bahwa kekompakan seluruh pelaku industri menjadi kunci dalam menentukan arah serta tingkat kepercayaan pasar saham nasional.

Sorotan Evaluasi Tata Kelola dan Penegakan Hukum

baca juga

Dari sudut pandang internasional, penilaian MSCI berfokus pada ranah tata kelola dan transparansi industri. Managing Director MSCI, Aylur Subramanian, mengungkapkan bahwa wacana evaluasi pasar saham Indonesia bersumber dari masukan objektif para pelaku pasar global.

Subramanian menggarisbawahi beberapa aspek mendasar yang perlu diperhatikan otoritas bursa:

  1. Transparansi Kepemilikan: Kejelasan data mengenai struktur kepemilikan saham pada emiten.
  2. Integritas Perdagangan: Penanganan dugaan manipulasi transaksi dan pembentukan harga saham yang terdistorsi.
  3. Efektivitas Penegakan Hukum: Kepastian penindakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran di pasar modal.

Pandangan senada disampaikan Managing Partner Carthage Capital, Stephen Wu. Ia menilai kerangka aturan di Indonesia sebenarnya telah diperketat. Namun, efektivitas penegakan hukum serta pencegahan aksi manipulasi harga tetap menjadi aspek krusial yang dicermati investor global dalam mengukur risiko pasar modal Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MSCI Buka Opsi Status Standalone, BEI Hadapi Tantangan Kepercayaan Investor

MSCI Buka Opsi Status Standalone, BEI Hadapi Tantangan Kepercayaan Investor

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:31 WIB

Pertimbangan Investasi Properti Lintas Negara, Studi di Australia Ini Bisa Jadi Masukan

Pertimbangan Investasi Properti Lintas Negara, Studi di Australia Ini Bisa Jadi Masukan

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:10 WIB

Rekor! 166 Pihak Disanksi Denda Rp2,23 Triliun Gegara Mafia Saham

Rekor! 166 Pihak Disanksi Denda Rp2,23 Triliun Gegara Mafia Saham

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Nasionalisme atau Manuver Oligarki? Fakta di Balik Saham Bayan Diborong Haji Isam

Nasionalisme atau Manuver Oligarki? Fakta di Balik Saham Bayan Diborong Haji Isam

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Akuisisi Saham Bayan oleh Haji Isam Disebut Bukan Kedaulatan Tambang, Cuma Pindah Tangan Oligarki

Akuisisi Saham Bayan oleh Haji Isam Disebut Bukan Kedaulatan Tambang, Cuma Pindah Tangan Oligarki

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Investor Ambil Cuan, IHSG Terpeleset Jatuh ke Level 5.373

Investor Ambil Cuan, IHSG Terpeleset Jatuh ke Level 5.373

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:42 WIB

Terkini

Asing Cabut Dana, Masih Amankah Berinvestasi di IHSG?

Asing Cabut Dana, Masih Amankah Berinvestasi di IHSG?

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Dua Tahun dalam Teror: Anak Perempuan di Pati Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah dan Kakak Tiri

Dua Tahun dalam Teror: Anak Perempuan di Pati Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah dan Kakak Tiri

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:03 WIB

Musik, Gaya, dan Energi Gen Z! no na Hadirkan Keseruan Baru dalam Shopee 11.11 Big Sale

Musik, Gaya, dan Energi Gen Z! no na Hadirkan Keseruan Baru dalam Shopee 11.11 Big Sale

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Ulasan Film Uniform: Dilema Antara Integritas Seragam dan Urusan Hati

Ulasan Film Uniform: Dilema Antara Integritas Seragam dan Urusan Hati

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:00 WIB

14,3 Ton Bahan Semai Dihabiskan untuk Atasi Karhutla, Hujan Belum Turun di Kalteng

14,3 Ton Bahan Semai Dihabiskan untuk Atasi Karhutla, Hujan Belum Turun di Kalteng

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:56 WIB

Tetangga Syok Pria Pendiam di Gang Tentrem Madiun Jadi Otak Pembunuhan Sadis Ibu-Anak

Tetangga Syok Pria Pendiam di Gang Tentrem Madiun Jadi Otak Pembunuhan Sadis Ibu-Anak

Jatim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:55 WIB

Mahasiswa Geruduk DPRD Riau, Minta Keadilan untuk Korban Karhutla

Mahasiswa Geruduk DPRD Riau, Minta Keadilan untuk Korban Karhutla

Riau | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:55 WIB

Pemerintah Pangkas Pasokan Gas, Akankah Singapura Balas Stop Ekspor Pertalite ke Indonesia?

Pemerintah Pangkas Pasokan Gas, Akankah Singapura Balas Stop Ekspor Pertalite ke Indonesia?

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:50 WIB

5 Wangi Parfum Terbaik untuk Musim Hujan: Hangat, Tenang, dan Tahan Lama

5 Wangi Parfum Terbaik untuk Musim Hujan: Hangat, Tenang, dan Tahan Lama

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:49 WIB

JPW Desak Ketegasan Polda DIY Tindak Parkir Liar Selama Operasi Patuh Progo 2026

JPW Desak Ketegasan Polda DIY Tindak Parkir Liar Selama Operasi Patuh Progo 2026

Jogja | Selasa, 27 Oktober 2026 | 07:40 WIB

×