Simulasi IHSG Tanpa Saham HSC, Apakah Bursa Bakal Menguat?

M Nurhadi

Minggu, 01 November 2026 | 14:49 WIB
Simulasi IHSG Tanpa Saham HSC, Apakah Bursa Bakal Menguat?
Penampakan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Bursa Efek Indonesia resmi mengeluarkan delapan puluh saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi dari perhitungan indeks mulai Senin, dua November dua tahun enam belas.
  • Simulasi Samuel Sekuritas menunjukkan kebijakan tersebut berpotensi membuat IHSG melonjak secara matematis ke level enam ribu seratus dua puluh.
  • Pemberlakuan aturan baru ini juga memicu penyusutan rasio harga terhadap laba bersih serta memperkuat dominasi saham berkapitalisasi besar.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara perhitungan matematis berpotensi melonjak hingga menyentuh level 6.120 apabila deretan saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) resmi dikeluarkan dari formulasi perhitungan indeks.

Proyeksi matematis tersebut merepresentasikan lonjakan tajam sebesar 21 persen apabila dikomparasikan dengan posisi penutupan IHSG pada Jumat (30/10/2026) yang bertengger di level 5.057.

Kalkulasi ini merupakan hasil simulasi komprehensif yang dilakukan oleh Samuel Sekuritas Indonesia dalam merespons pemberlakuan kebijakan terbaru dari otoritas bursa.

Selain berpotensi mengerek posisi indeks komposit ke level yang jauh lebih tinggi di atas kertas, pendepakan saham-saham berstatus HSC tersebut diproyeksikan akan memberikan dampak positif terhadap rasio valuasi IHSG secara keseluruhan, menjadikannya tampak jauh lebih murah dan atraktif bagi kacamata investor institusi maupun ritel.

"Namun, perubahan komposisi tersebut akan meningkatkan konsentrasi bobot sejumlah saham berkapitalisasi besar," tulis Samuel Sekuritas dalam ulasannya, dikutip pada Minggu (1/11/2026).

Valuasi IHSG Susut, Dominasi Big Caps Kian Menguat

Dalam rincian analisanya, tim riset Samuel Sekuritas memaparkan bahwa rasio harga saham terhadap laba bersih perusahaan atau Price to Earnings Ratio (PER) IHSG berpotensi menyusut drastis dari 12,4 kali menjadi 9,8 kali.

Penurunan PER sebesar 21 persen ini menjadi indikator kuat bahwa valuasi indeks komposit secara kalkulasi dasar menjadi lebih rendah pasca-dikeluarkannya saham-saham HSC dari komposisi perhitungan bursa.

Perombakan metodologi ini secara otomatis akan menggeser peta kekuatan dan pengaruh sejumlah emiten terhadap pergerakan indeks harian.

baca juga

Akumulasi bobot 10 saham raksasa (big caps) yang selama ini menjadi penyokong utama IHSG diproyeksikan merangkak naik dari 41,1 persen menjadi 48,06 persen, atau bertambah sekitar 695 basis poin. Kalkulasi pembobotan ini telah disesuaikan dengan regulasi pembatasan batas maksimal (capping) bobot setiap saham yang dipatok sebesar 9 persen.

Lebih lanjut, dominasi 45 saham dengan kapitalisasi terbesar di pasar modal akan semakin absolut karena diperkirakan mampu menguasai hingga 75,69 persen dari keseluruhan bobot indeks komposit. Kondisi struktural ini menegaskan bahwa arah laju IHSG ke depan akan sangat disetir oleh pergerakan harga saham-saham berbobot jumbo non-HSC.

Kendati demikian, perlu digarisbawahi secara tegas bahwa angka 6.120 murni merupakan hasil simulasi rasio matematis atas perubahan komposisi indeks, dan bukan merupakan proyeksi target kenaikan harga IHSG melalui aktivitas perdagangan reguler di lantai bursa.

Daftar Saham HSC Bervaluasi Jumbo yang Terdampak

Sebagai langkah implementasi nyata dari kebijakan pembenahan pasar, Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengeluarkan 80 saham berstatus HSC dari kalkulasi IHSG efektif mulai Senin, 2 November 2026.

Seluruh saham yang masuk dalam daftar penyesuaian ini sama sekali tidak mengalami penghapusan pencatatan (delisting) dan tetap dapat ditransaksikan secara normal oleh investor publik. Satu-satunya pembeda adalah fluktuasi harga saham-saham tersebut tidak lagi memberikan andil atau bobot pengaruh terhadap naik-turunnya poin IHSG harian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Saham RANS Milik Raffi Ahmad Terpuruk! Ribuan Investor Angkat Kaki

Saham RANS Milik Raffi Ahmad Terpuruk! Ribuan Investor Angkat Kaki

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:30 WIB

IHSG Ambruk 7% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Bursa Menguap Rp721 Triliun

IHSG Ambruk 7% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Bursa Menguap Rp721 Triliun

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:40 WIB

IHSG Terperangkap di Zona Merah, Ditutup ke Level 5.057

IHSG Terperangkap di Zona Merah, Ditutup ke Level 5.057

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:51 WIB

IHSG Masih Betah di Zona Merah Jumat Pagi ke Level 5.090

IHSG Masih Betah di Zona Merah Jumat Pagi ke Level 5.090

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:15 WIB

SMGR Kaji Rencana Buyback Saham, Dana Masih Rahasia

SMGR Kaji Rencana Buyback Saham, Dana Masih Rahasia

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:12 WIB

Terkini

Cara Mengusir Laron Tanpa Mematikan Lampu, Dijamin Ampuh

Cara Mengusir Laron Tanpa Mematikan Lampu, Dijamin Ampuh

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:36 WIB

Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya

Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:30 WIB

4 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan RAM 8 GB, Dilengkapi Kamera 108 MP dan Layar 120 Hz

4 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan RAM 8 GB, Dilengkapi Kamera 108 MP dan Layar 120 Hz

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 14:23 WIB

Perbedaan Nasib Shio Naga Kayu dan Naga Air, Siapa yang Lebih Beruntung?

Perbedaan Nasib Shio Naga Kayu dan Naga Air, Siapa yang Lebih Beruntung?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:20 WIB

5 Rekomendasi Serum Murah untuk Mengatasi Flek Hitam, Mulai Rp22 Ribuan

5 Rekomendasi Serum Murah untuk Mengatasi Flek Hitam, Mulai Rp22 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:17 WIB

Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End

Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:15 WIB

Cara Memakai Sunscreen Powder agar Tidak Dempul dengan Bedak, Ini Tipsnya

Cara Memakai Sunscreen Powder agar Tidak Dempul dengan Bedak, Ini Tipsnya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:13 WIB

Banjir Rendam 15 Desa di Nagan Raya Aceh

Banjir Rendam 15 Desa di Nagan Raya Aceh

News | Minggu, 01 November 2026 | 14:05 WIB

Review Laut Bercerita: Ketika Luka Sejarah Menolak Tenggelam dalam Ingatan

Review Laut Bercerita: Ketika Luka Sejarah Menolak Tenggelam dalam Ingatan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:00 WIB

Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan

Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 13:59 WIB

×