Mewaraskan Suporter Indonesia dari Budaya Barbar: Nyawa Lebih Mahal Dibanding Kebanggaan Semu

Blitz | Suara.com

Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:59 WIB
Mewaraskan Suporter Indonesia dari Budaya Barbar: Nyawa Lebih Mahal Dibanding Kebanggaan Semu
ilustrasi bentrok suporter - pixabay

Ibu bumi kembali tersiram darah manusia. Nyawa kembali dikorbankan di sepak bola nasional. Tri Fajar Firmansyah menjadi korban kesekian dari gesekan antar suporter di Liga Indonesia

Tri Fajar Firmansyah yang merupakan suporter PSS Sleman merenggang nyawa setelah jadi korban pengeroyokan massa, buntut dari ricu antar suporter di Yogyakarta beberapa waktu lalu. 

Liga 1 2022-23 baru berjalan dua pekan sudah ada tiga nyawa melayang. Dua nyawa sebelumnya ialah suporter Persib yang tewas di Stadion GBLA akibat berdesakan. 

Meski kedua bobotoh itu meninggal bukan karena aksi bentrok suporter, namun ada garis merah untuk semua kejadian ini yakni nyawa begitu murah di sepak bola Indonesia

Sudah banyak pihak yang coba mengurai masalah suporter Indonesia ini. Sebenarnya apa itu suporter? Seperti apa sih gerak gerik mereka?

Daniel L Wann, penulis buku The Psychology and Social Impact of Fandom, menyebut bahwa suporter adalah pribadi-pribadi yang aktif secara fisik, politik, dan sosial untuk klub sepakbola tertentu.

Dari penjelasan Daniel, bisa disimpulkan suporter di klub sepakbola tak sebatas berteriak dan bernyanyi sepanjang 2x45 menit namun bersifat lebih dinamis. 

Secara fisik, mereka jelas datang ke stadion untuk memberikan dukungan. Namun lebih dari itu, suporter sebenarnya bisa melakukan gerakan sosial saat klub mereka misalnya ditimpa masalah, seperti yang juga dilakukan sejumlah suporter di Indonesia. 

Secara lebih luas, peran suporter mampu mengubah arah kebijakan klub, atau bahkan arah kebijakan politik satu federasi sepakbola, bahkan satu negara. 

"Sepakbola adalah olahraga yang berwatak sosialis. Sepak bola mengajarkan kesetaraan sebagaimana sosialisme mengajarkan kesetaraan sosial." tulis Fajar Junaedi di buku 'Bonek: Komunitas Suporter Pertama dan Terbesar di Indonesia'

Watak dan sifatnya ini yang harusnya suporter harus bisa mawas dan jaga diri terhadap fenomena sosial baik di dalam lapangan ataupun di luar lapangan sepak bola.

Namun sayangnya, kondisi itu tak pernah terlihat di suporter Indonesia. Semangat fair play dan sportifitas rusak, oleh mereka para suporter itu sendiri. 

Bahayanya lagi, masalah yang sebenarnya hanya ada di 2x45 menit pertandingan justru meluas hingga ke luar stadion. Fakta sosial itu yang muncul di peristiwa gesekan antar suporter. 

Muncul kemudian sentimen kedaerahan yang dimunculkan sejumlah basis suporter. Sentimen ini meluas hingga ke ranah media sosial. 

Bahkan di tingkatan lebih merusak, sentimen kedaerahan berbuntut pada tidak bolehnya satu kelompok suporter klub mendukung Timnas Indonesia misalnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Buntut Suporter PSS Tewas Dikeroyok, Tagar Brajamusti Pembunuh Jadi Trending Topic

Buntut Suporter PSS Tewas Dikeroyok, Tagar Brajamusti Pembunuh Jadi Trending Topic

| Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:23 WIB

Liga 2 2022 Berpotensi Kembali ke Format Pembagian Wilayah

Liga 2 2022 Berpotensi Kembali ke Format Pembagian Wilayah

Bola | Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:24 WIB

5 Hits Bola: Viral Bintang Real Madrid Tandatangani Bendera PSS Sleman

5 Hits Bola: Viral Bintang Real Madrid Tandatangani Bendera PSS Sleman

Bola | Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:05 WIB

Terkini

Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah

Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah

Bola | Senin, 23 Maret 2026 | 23:30 WIB

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:15 WIB

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:00 WIB

Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian

Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian

Bola | Senin, 23 Maret 2026 | 22:12 WIB

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:05 WIB

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:04 WIB

Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya

Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya

Jatim | Senin, 23 Maret 2026 | 22:01 WIB

Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan

Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan

Entertainment | Senin, 23 Maret 2026 | 22:00 WIB

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB