Keji! 5 Kasus Pemerkosaan Paling Brutal dan Sadis di Dunia

Blitz

Sabtu, 07 Januari 2023 | 15:01 WIB
Keji! 5 Kasus Pemerkosaan Paling Brutal dan Sadis di Dunia
Ilustrasi pemerkosaan. [Istimewa] (Istimewa)

Peringatan (trigger warning): Artikel ini mengandung konten eksplisit pemerkosaan yang dapat memicu kondisi emosi dan mental pembaca. Kami menyarankan Anda tidak meneruskan membacanya jika mengalami kecemasan dan meminta bantuan profesional.

Kasus pemerkosaan telah terjadi selama berabad-abad dalam sejarah manusia di dunia. Berikut adalah beberapa kasus kasus pemerkosaan paling brutal dan menakutkan sepanjang sejarah dari berbagai belahan dunia. 

Kasus pemerkosaan Delhi 2012 

Salah satu negara yang memiliki kasus pemerkosaan paling tinggi ialah di India. Pada 2012, publik India dibuat geger dengan kasus pemerkosaan paling brutal yang pernah terjadi. 

Korbannya anak di bawah umur bernama Jyoti Singh Pandey. Ia menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan secara beramai-ramai oleh sejumlah pria. 

Kejadian mengenaskan yang dialami Jyoti terjadi pada 16 Desember 2012. Ia dirudapaksa di dalam sebuah bus. Tak hanya diperkosa, mengutip dari laporan IndiaToday, Jyoti juga alami penyiksaan sadis. 

Para pelaku dipukuli, alat kelamin ditusuk dengan batang besi hingga isi perutnya hampir keluar dari alat kelaminnya. Akibat penyiksaan sadis tersebut, Jyoti yang sempat dirawat di Singapura menghembus nafas terakhir pada 29 Desember 2012. 

Kasus Oksana Mara

Kasus pemerkosaan tersadis berikutnya terjadi di Ukraina pada 15 Maret 2012. Seorang gadis bernama Oksana Mara yang baru berulang tahun ke-19 menjadi korban pemerkosaan tiga orang pria di Mykolaiv, Ukraina. 

Para pelaku begitu keji kepada korban. Usai memperkosa, salah satu pelaku kemudian mencekik Oksana. Para pelaku kemudian membawa korban ke sebuah lokasi kontruksi yang sepi. 

Di tempat itu, Oksana dibakar hidup-hidup. Ajaibnya, berjam-jam di bakar kobaran api, korban masih ditemukan bernafas saat ditemukan keesokan paginya. 

Dua minggu setelah kejadian, Oksana meninggal dunia karena luka bakar dan menghirup asap. Dari laporan media Ukraina, Oksana kemudian dimakamkan dengan gaun pengantin oleh keluarganya sesuai permintaan terakhir korban. 

Kasus Houston 1993

Berikutnya ada kasus pemerkosaan yang terjadi di Houston, Amerika Serikat pada 1993. Korbannya dua orang, Elizabeth Pena berusia 16 tahun dan Jennifer Ertman berusia 14 tahun. 

Awalnya kedua korban tengah berjalan pulang ke rumah. Korban kemudian mengambil jalan pintas melalui jembatan kereta pai. Seharusnya dua gadis itu sampai ke rumah pukul 11:30 waktu setempat, namun keduanya tak pernah sampai. 

Kedua korban rupanya dihadang oleh kelompok kriminal bernam Black and Whites. Kedua korban diperkosa oleh enam orang dan salah satu pelaku masih berusia 14 tahun. 

Usai memperkosa korban, keenam pelaku membunuh sadis kedua gadis tersebut. Dari laporan media lokal disebutkan salah satu korban diinjak lehernya sampai patah. 

Kisah Junko Furuta

Selanjutnya ada kisah gadis Jepang bernama Junko Furuta. Ia menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan yang dilakukan empat laki-laki selama 40 hari. 

Pada 12 November 1988, korban yang barus berulang tahun ke-17 diculik oleh keempat pelaku. Korban kemudian ditahan di salah satu rumah pelaku yang berlokasi di Adachi, Tokyo. 

Keempat pelaku menyiksa korban secara sadis selama 44 hari. Dari pengakuan pelaku di persidangan, Furuta diperkosa sebanyak 400 kali. Selain itu, ia juga mendapat penyiksaan di luar nalar manusia. 

Furuta disebut mendapat siksaan pukulan, ditusuk alat kelaminnya dengan batang besi, lampu bohlam hingga kembang api. Tak hanya itu, korban juga disuruh minum air kencing sendiri hingga makan kecoak. 

Penderitaan Furuta berakhir setelah hari ke-44. Ia disiram dengan cairan korek api dan kemudian dibakar hidup-hidup. 

Kasus Anita Cobby

Terakhir ada kasus pemerkosaan terhadap korban bernama Anita Cobby. Korban ialah mantan perawat dan pemenenang kontes kecantikan di Australia. 

Cobby menjadi korban penyiksaan dan pemerkosaan sadis yang dilakukan oleh lima orang, salah satunya bernama John Travers yang baru berusia 18 tahun. 

Cobby saat perjalanan pulang diculuk dan diperkosa oleh Travers dan teman-temannya pada 2 Februari 1986. Dari laporan media Australia, korban juga mendapat penyiksaan hingga lehernya hampir digorok. 

Menurut laporan medis, Cobby digorok oleh salah satu pelaku dalam keadaan masih bernafas hingga akhirnya meninggal dunia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

India Wajibkan Penggunaan USB-C di Smartphone Mulai 2025

India Wajibkan Penggunaan USB-C di Smartphone Mulai 2025

Tekno | Sabtu, 07 Januari 2023 | 12:54 WIB

Detail Tahapan Pelaksanaan Hukuman Mati Herry Wirawan: Didor Regu Tembak

Detail Tahapan Pelaksanaan Hukuman Mati Herry Wirawan: Didor Regu Tembak

News | Rabu, 04 Januari 2023 | 15:38 WIB

Dosa-dosa Besar Herry Wirawan yang Antarkan Dirinya ke Hukuman Mati

Dosa-dosa Besar Herry Wirawan yang Antarkan Dirinya ke Hukuman Mati

News | Rabu, 04 Januari 2023 | 14:31 WIB

Herry Wirawan Divonis Hukuman Mati, PKB: Sangat Pas! Masa Depan Korban Sudah Sangat Mati

Herry Wirawan Divonis Hukuman Mati, PKB: Sangat Pas! Masa Depan Korban Sudah Sangat Mati

News | Rabu, 04 Januari 2023 | 13:34 WIB

Setuju Herry Wirawan si Pemerkosa 13 Santri Dihukum Mati, PKB: Warning Kepada Pelaku Lain, Negara Tak Main-main!

Setuju Herry Wirawan si Pemerkosa 13 Santri Dihukum Mati, PKB: Warning Kepada Pelaku Lain, Negara Tak Main-main!

News | Rabu, 04 Januari 2023 | 13:01 WIB

Terkini

Sikapi Tekanan Ekonomi, Pengamat Sebut Probabilitas Terjadinya '98 Jilid 2' Masih Rendah

Sikapi Tekanan Ekonomi, Pengamat Sebut Probabilitas Terjadinya '98 Jilid 2' Masih Rendah

Jogja | Senin, 08 Juni 2026 | 06:56 WIB

Pemerintah Stop Pendaftaran Dapur MBG, Pencairan Anggaran Tembus Rp88,2 Triliun

Pemerintah Stop Pendaftaran Dapur MBG, Pencairan Anggaran Tembus Rp88,2 Triliun

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 06:53 WIB

Terpopuler: HP realme Snapdragon Termurah, 5 HP Baru 2026 Baterai 10.000 mAh

Terpopuler: HP realme Snapdragon Termurah, 5 HP Baru 2026 Baterai 10.000 mAh

Tekno | Senin, 08 Juni 2026 | 06:50 WIB

Terpopuler: Alasan Tidak Boleh Menikah di Bulan Suro, Pendidikan Pangeran Mateen Menlu Baru Brunei

Terpopuler: Alasan Tidak Boleh Menikah di Bulan Suro, Pendidikan Pangeran Mateen Menlu Baru Brunei

Lifestyle | Senin, 08 Juni 2026 | 06:35 WIB

Tok! Ekspor Batu Bara hingga Sawit Kini Wajib Lewat Danantara

Tok! Ekspor Batu Bara hingga Sawit Kini Wajib Lewat Danantara

Bisnis | Senin, 08 Juni 2026 | 06:28 WIB

Kondisi Cedera Reno Salampessy Dipantau Ketat Staf Medis Timnas Indonesia U-19 untuk Final

Kondisi Cedera Reno Salampessy Dipantau Ketat Staf Medis Timnas Indonesia U-19 untuk Final

Bola | Senin, 08 Juni 2026 | 06:13 WIB

Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus

Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF U-19, Nova Arianto Minta Pemain Jaga Fokus

Bola | Senin, 08 Juni 2026 | 06:06 WIB

Timnas Indonesia U-19 Lolos Semifinal, Nova Arianto Puji Lonjakan Performa Garuda Muda

Timnas Indonesia U-19 Lolos Semifinal, Nova Arianto Puji Lonjakan Performa Garuda Muda

Bola | Senin, 08 Juni 2026 | 06:00 WIB

Klasemen Piala AFF U-19 2026: Tekuk Vietnam, Indonesia Kokoh di Puncak Grup A

Klasemen Piala AFF U-19 2026: Tekuk Vietnam, Indonesia Kokoh di Puncak Grup A

Bola | Senin, 08 Juni 2026 | 05:51 WIB

Harapan Baru Pasca Musibah, Universitas Budi Luhur Beri Beasiswa Nusantara untuk Siswa Aceh Tamiang

Harapan Baru Pasca Musibah, Universitas Budi Luhur Beri Beasiswa Nusantara untuk Siswa Aceh Tamiang

Banten | Minggu, 07 Juni 2026 | 23:15 WIB