Peringatan (trigger warning): Artikel ini mengandung konten eksplisit pemerkosaan yang dapat memicu kondisi emosi dan mental pembaca. Kami menyarankan Anda tidak meneruskan membacanya jika mengalami kecemasan dan meminta bantuan profesional.
Kasus pemerkosaan telah terjadi selama berabad-abad dalam sejarah manusia di dunia. Berikut adalah beberapa kasus kasus pemerkosaan paling brutal dan menakutkan sepanjang sejarah dari berbagai belahan dunia.
Kasus pemerkosaan Delhi 2012
Salah satu negara yang memiliki kasus pemerkosaan paling tinggi ialah di India. Pada 2012, publik India dibuat geger dengan kasus pemerkosaan paling brutal yang pernah terjadi.
Korbannya anak di bawah umur bernama Jyoti Singh Pandey. Ia menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan secara beramai-ramai oleh sejumlah pria.
Kejadian mengenaskan yang dialami Jyoti terjadi pada 16 Desember 2012. Ia dirudapaksa di dalam sebuah bus. Tak hanya diperkosa, mengutip dari laporan IndiaToday, Jyoti juga alami penyiksaan sadis.
Para pelaku dipukuli, alat kelamin ditusuk dengan batang besi hingga isi perutnya hampir keluar dari alat kelaminnya. Akibat penyiksaan sadis tersebut, Jyoti yang sempat dirawat di Singapura menghembus nafas terakhir pada 29 Desember 2012.
Kasus Oksana Mara
Kasus pemerkosaan tersadis berikutnya terjadi di Ukraina pada 15 Maret 2012. Seorang gadis bernama Oksana Mara yang baru berulang tahun ke-19 menjadi korban pemerkosaan tiga orang pria di Mykolaiv, Ukraina.
Para pelaku begitu keji kepada korban. Usai memperkosa, salah satu pelaku kemudian mencekik Oksana. Para pelaku kemudian membawa korban ke sebuah lokasi kontruksi yang sepi.
Di tempat itu, Oksana dibakar hidup-hidup. Ajaibnya, berjam-jam di bakar kobaran api, korban masih ditemukan bernafas saat ditemukan keesokan paginya.
Dua minggu setelah kejadian, Oksana meninggal dunia karena luka bakar dan menghirup asap. Dari laporan media Ukraina, Oksana kemudian dimakamkan dengan gaun pengantin oleh keluarganya sesuai permintaan terakhir korban.
Kasus Houston 1993
Berikutnya ada kasus pemerkosaan yang terjadi di Houston, Amerika Serikat pada 1993. Korbannya dua orang, Elizabeth Pena berusia 16 tahun dan Jennifer Ertman berusia 14 tahun.
Awalnya kedua korban tengah berjalan pulang ke rumah. Korban kemudian mengambil jalan pintas melalui jembatan kereta pai. Seharusnya dua gadis itu sampai ke rumah pukul 11:30 waktu setempat, namun keduanya tak pernah sampai.
Kedua korban rupanya dihadang oleh kelompok kriminal bernam Black and Whites. Kedua korban diperkosa oleh enam orang dan salah satu pelaku masih berusia 14 tahun.
Usai memperkosa korban, keenam pelaku membunuh sadis kedua gadis tersebut. Dari laporan media lokal disebutkan salah satu korban diinjak lehernya sampai patah.
Kisah Junko Furuta
Selanjutnya ada kisah gadis Jepang bernama Junko Furuta. Ia menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan yang dilakukan empat laki-laki selama 40 hari.
Pada 12 November 1988, korban yang barus berulang tahun ke-17 diculik oleh keempat pelaku. Korban kemudian ditahan di salah satu rumah pelaku yang berlokasi di Adachi, Tokyo.
Keempat pelaku menyiksa korban secara sadis selama 44 hari. Dari pengakuan pelaku di persidangan, Furuta diperkosa sebanyak 400 kali. Selain itu, ia juga mendapat penyiksaan di luar nalar manusia.
Furuta disebut mendapat siksaan pukulan, ditusuk alat kelaminnya dengan batang besi, lampu bohlam hingga kembang api. Tak hanya itu, korban juga disuruh minum air kencing sendiri hingga makan kecoak.
Penderitaan Furuta berakhir setelah hari ke-44. Ia disiram dengan cairan korek api dan kemudian dibakar hidup-hidup.
Kasus Anita Cobby
Terakhir ada kasus pemerkosaan terhadap korban bernama Anita Cobby. Korban ialah mantan perawat dan pemenenang kontes kecantikan di Australia.
Cobby menjadi korban penyiksaan dan pemerkosaan sadis yang dilakukan oleh lima orang, salah satunya bernama John Travers yang baru berusia 18 tahun.
Cobby saat perjalanan pulang diculuk dan diperkosa oleh Travers dan teman-temannya pada 2 Februari 1986. Dari laporan media Australia, korban juga mendapat penyiksaan hingga lehernya hampir digorok.
Menurut laporan medis, Cobby digorok oleh salah satu pelaku dalam keadaan masih bernafas hingga akhirnya meninggal dunia.