Suara.com - Hari ini, 31 tahun yang lalu, Philipp Lahm lahir di Munich, Jerman. Lahm adalah mantan kapten Jerman yang sukses membawa Der Panzer menjuarai Piala Dunia 2014. Melepas ban kapten usai Piala Dunia, kini Lahm fokus pada klub yang ia bela sejak usia 11 tahun, Bayern Munich.
Oleh media dan para kritikus lapangan hijau, Lahm disebut-sebut sebagai pesepakbola dengan skill terlengkap yang jarang ada duanya di dunia saat ini. Tentu siapapun paham makna 'lengkap' di sini. Selain handal sebagai bek, Lahm juga garang kala dipasang sebagai gelandang bertahan.
Magic Dwarf alias 'Kurcaci Ajaib', demikian julukan buat pemain yang memang berpostur tidak terlalu jangkung ini. Bukan sekedar julukan tentunya. Kepiawaiannya melakukan dribbling, passing dan tackling yang di atas rata-rata, jadi bukti bahwa kata 'Ajaib' disematkan bukan tanpa alasan.
Lahm mengawali karier sebagai pakar kulit bundar sejak remaja. Tim Junior Bayern Munich jadi pilihan pertama Lahm yang kala itu masih berusia 11 tahun. Sejak di tim junior itu pula, Lahm sudah terbiasa diserahi tanggung jawab sebagai kapten bagi rekan-rekannya.
Adalah 13 November 2002, tanggal yang tak akan pernah dilupakan Lahm seumur hidupnya. Sebab pada tanggal itulah, Lahm melakukan debutnya bersama Die Roten. Sayang, Munich terlalu banyak punya talenta andalan untuk dipasang di lini belakang. Lahm terpaksa rela dipinjamkan ke VfB Stuttgart, karena kalah bersaing dengan bek tangguh macam Wily Sagnol dan si bocah Prancis, Bixente Lizarazu.
Di penghujung musim keduanya bersama Stuttgart, Lahm diserang badai cedera. Akibatnya, karier Lahm di klub tersebut terpaksa diakhiri. Tetapi, ternyata cedera jadi berkah bagi Lahm. Dirinya bisa lagi pulang ke kampung halamannya dan kembali memperkuat Bayern Munich.
Gonta-ganti pelatih di Bayern Munich membuat Lahm harus berulang kali dipindahtugaskan ke beragam posisi di lapangan. Namun, justru hal inilah yang membuat Lahm menjadi pemain yang kenyang jam terbang dan kaya pengalaman. Misalnya saja ketika bek kiri itu digeser manajer Louis van Gaal ke lapangan kanan, atau ketika Lahm untuk pertama kalinya dipercayai sebagai gelandang bertahan oleh Pep Guardiola pada musim 2013/2014.
Selama berkarier di lapangan, mantan kapten Jerman yang juga kapten Die Roten ini, sudah mencatat sederet prestasi. Bersama Munich, Lahm sudah mencicipi 6 gelar juara Bundesliga, 6 juara DFB Pokal, 1 juara Liga Champions, 1 juara Piala Super UEFA, dan beberapa gelar lainnya. Suami Claudia Schattenberg ini juga diketahui sebagai satu-satunya pesepakbola profesional yang pernah menjadi kapten dalam kejuaraan Piala Dunia, kejuaraan domestik, Liga Champions, Piala Dunia Klub, dan Piala Super UEFA.