Suara.com - Klub raksasa Spanyol Barcelona akan menghadapi Juventus di final Liga Champions di Berlin, 7 Juni 2015. Klub pemenang laga itu akan meraih tiga gelar atau treble musim ini.
Klub Catalan telah memenangkan dua trofi, yakni La Liga Primera dan Copa del Rey. Sama seperti lawannya, Juventus juga telah memastikan dua gelar, yakni juara Serie-A dan Coppa Italia.
Sejak format Piala Champions berubah menjadi Liga Champions pada tahun 1992, hanya empat klub yang pernah merasakan treble. Keempat klub itu adalah Manchester United (1998-99), Barcelona (2008-09), Internazionale (2009-10) dan Bayern Munich (2012-13).
Selama lebih dari dua dekade, hanya empat pelatih atau manajer yang sukses mengantarkan timnya meraih treble. Mereka menyandingkan dua trofi domestik dan Liga Champions dalam satu musim.
Pelatih Barcelona Luis Enrique dan Pelatih Juventus Massimiliano Allegri berpeluang menjadi yang kelima.
Berikut 4 pelatih atau manajer yang meraih treble sejak format Piala Champions berubah menjadi Liga Champions:
Berikut 4 pelatih atau manajer yang meraih treble sejak format Piala Champions berubah menjadi Liga Champions:
1. Sir Alex Ferguson (Manchester United)
Musim 1998-99 menjadi musim luar biasa bagi Sir Alex Ferguson dan Manchester United. "Setan Merah" meraih treble dengan menyandingkan trofi Liga Premier, Piala FA dan Liga Champions.
Tiga trofi itu diperoleh skuad Ferguson melalui kemenangan dramatis. MU harus bersaing dengan The Gunners Arsenal hingga pekan terakhir untuk menjadi juara Liga Premier. Di Piala FA, MU mengalahkan Liverpool di final.
Final Liga Champions yang dijalani MU saat menghadapi Bayern Munich di Camp Nou juga tidak kalah dramatis. Sejak menit ke-6, MU tertinggal satu gol dari Bayern hingga menjelang laga usai. Namun di masa injury time, skuad Ferguson mampu mencetak gol melalui Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer.
2. Josep Pep Guardiola (Barcelona)
Musim 2008-09 menjadi musim perdana pelatih Pep Guardiola di Camp Nou. Di bawah arahan Guardiola, Barcelona menjadi kekuatan yang menakutkan dan sukses meraih treble.
Sepak terjang Barcelona seolah tidak terbventung di La Liga. Skuad Guardiola mengakhiri musim dengan menjadi juara dengan keunggulan 10 poin dari rival abadinya, Real Madrid. Keperkasaan Barcelona berlanjut di ajang Copa del Rey. Di laga final, Klub Catalan menghajar Athletic Bilbao 4-1.
Guardiola kemudian melengkapi gelar Barcelona dengan trofi Liga Champions. Pada laga final di Olimpico, Roma, Barcelona mengalahkan Manchester United 2-0 melalui gol yang dicetak Samuel Eto’o dan Lionel Messi.
3. Jose Mourinho (Internzionale)
Jose Mourinho mulai menjadi pelatih Inter Milan pada musim 2008-2009. Pelatih asal Portugal meraih treble pada musim keduanya bersama Nerazzurri dengan menyandingkan trofi Serie-A, Coppa Italia dan Liga Champions.
Di Liga Serie A, Inter memastikan gelar juara dengan selisih 2 poin dari AS Roma yang berada di posisi kedua. Sama seperti di Serie-A, AS Roma juga menjadi pesaing terberat Inter di ajang Coppa Italia. Di laga final, Inter mengalahkan klub ibukota dengan skor tipis 1-0.
Selain di level domestik, Inter juga meraih sukses di Eropa dengan menjadi juara Liga Champions. Di laga final, skuad Mourinho mengalahkan tim yang lebih diunggulkan Bayern Munich 2-0.
4. Jupp Heynckes (Bayern Munich)
Jupp Heynckes mengantarkan Bayern Munich meraih treble pada musim 2012-13. Bayern mengakhiri musim dengan menjadi juara Bundesliga. Die Rotten meninggalkan Borussia Dortmund di posisi kedua dengan selisih 25 poin.
Di ajang DFB Pokal atau Piala Liga Jerman, Bayern menjadi juara setelah mengalahkan Stuttgart 3-2 di final. Sementara di Liga Champions, Bayern Munich mengalahkan sesama wakil Jerman, Borussia Dortmund 2-1 di laga final.