Tak Rela Tim Tercinta Didenda, Suporter MU Galang Koin buat PSSI

Syaiful Rachman

Jum'at, 27 Oktober 2017 | 00:08 WIB
Tak Rela Tim Tercinta Didenda, Suporter MU Galang Koin buat PSSI
Pemain Bhayangkara FC, Ilham Udin Armaiyn (tengah) menendang bola ke gawang pesepak bola Madura United FC pada pertandingan Liga 1 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Kamis (13/7) [Antara]

Suara.com - Suporter klub sepak bola di Pulau Madura yang mengatasnamakan diri Suporter Madura Bersatu menggelar aksi penggalangan koin untuk PSSI sebagai bentuk protes atas keputusan organisasi sepak bola itu yang memberi sanksi kepada klub sepak bola Madura United FC.

Aksi penggalangan koin oleh suporter gabungan dari empat kabupaten di Pulau Madura digelar di Kabupaten Sampang, Kamis (26/10/2017), kepada para pengendara kendaraan bermotor yang melintas di wilayah itu.

Selain sebagai bentuk protes, aksi penggalangan koin juga sebagai bentuk dukungan kepada klub kebanggan mereka, yakni Madura United yang telah dikenai sanksi sebesar Rp120 juta.

"Jadi, aksi penggalangan koin ini bentuk kepedulian kami terhadap Madura United FC atas sanksi yang telah dijatuhkan," kata Humas klub suporter Trunojoyo Mania Deaz Terengganu.

Ia menjelaskan, pemberian sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada Madura United FC tidak adil. Ditambah Madura United harus menjalani pertandingan tanpa kehadiran penonton.

Sebab, jika Madura United juga disanksi tanpa penonton, akan mengalami kerugian yang tidak sedikit.

Selain itu, proses terjadinya pemukulan pada wasit tidak diperhatikan oleh komisi disiplin, termasuk kebijakan wasit yang merugikan Madura United.

"Padahal, dalam rekaman video sudah jelas, jenis kebijakan wasit yang sangat merugikan Madura United itu," ujar Deaz.

Madura United disanksi harus membayar denda ratusan juga rupiah dan dilarang bermain di Pulau Madura, tanpa penonton, saat klub sepak bola berjuluk Laskar Sape Kerrap ini menjamu Pusamania Borneo FC pada pekan ke-29 Liga 1 Indonesia 2017, di Stadion Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada 13 Oktober 2017.

Kalangan suporter ini juga menilai, sanksi yang dijatuhkan kepada Madura United terindikasi upaya pembunuhan karakter kepada klub sepak bola.

"Sebab, dengan sanksi tanpa penonton, kerugian yang dialami Madura United nantinya bukan hanya ratusan juta, akan tetapi miliaran rupiah," ujarnya, menjelaskan.

Sementara, terkait sanksi itu, pihak Manajemen Madura United FC kini mengajukan banding kepada PSSI dan menyertakan sejumlah bukti di lapangan, terkait terjadinya insiden tersebut. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Spaso: Walaupun Muka Saya Bule, Hati 100 Persen Indonesia

Spaso: Walaupun Muka Saya Bule, Hati 100 Persen Indonesia

Bola | Kamis, 26 Oktober 2017 | 20:02 WIB

Bhayangkara Terancam Gagal Ikut Kompetisi Asia, Ini Masalahnya

Bhayangkara Terancam Gagal Ikut Kompetisi Asia, Ini Masalahnya

Bola | Kamis, 26 Oktober 2017 | 19:05 WIB

Jamu Persela, Bomber Bhayangkara: Menang Jadi Harga Mati

Jamu Persela, Bomber Bhayangkara: Menang Jadi Harga Mati

Bola | Kamis, 26 Oktober 2017 | 18:39 WIB

Empat Pemain Absen, Aji Tetap Ngotot Jegal Kans Juara Bhayangkara

Empat Pemain Absen, Aji Tetap Ngotot Jegal Kans Juara Bhayangkara

Bola | Kamis, 26 Oktober 2017 | 16:38 WIB

Terkini

Kim Geonwoo ALPHA DRIVE ONE Gugat WAKEONE, Status Kontrak Jadi Sorotan

Kim Geonwoo ALPHA DRIVE ONE Gugat WAKEONE, Status Kontrak Jadi Sorotan

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:00 WIB

KPK Usul Harta Pejabat yang Tak Dilaporkan di LHKPN Bisa Dirampas Negara

KPK Usul Harta Pejabat yang Tak Dilaporkan di LHKPN Bisa Dirampas Negara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:00 WIB

PLTS Terapung Tembesi 74 Persen Rampung

PLTS Terapung Tembesi 74 Persen Rampung

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Prabowo Siapkan Kredit Rakyat Rp 400 Triliun via DNKK, Apa Syaratnya?

Prabowo Siapkan Kredit Rakyat Rp 400 Triliun via DNKK, Apa Syaratnya?

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:52 WIB

Ahmad Luthfi Pimpin Doa untuk Syabila Rizkia, Jateng Kehilangan Salah Satu Atlet Berprestasi

Ahmad Luthfi Pimpin Doa untuk Syabila Rizkia, Jateng Kehilangan Salah Satu Atlet Berprestasi

Jawa Tengah | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

×