Luka Modric, Prestasi dan Bakat yang Terasah di Masa Perang

Syaiful Rachman | Suara.com

Jum'at, 31 Agustus 2018 | 20:21 WIB
Luka Modric, Prestasi dan Bakat yang Terasah di Masa Perang
Pemain Kroasia Luka Modric bersiap melakukan tendangan penjuru di partai final Piala Dunia 2018 [AFP]

Suara.com - Aplaus menggema di Grimaldi Forum, Monaco, Kamis (30/8/2018) malam. Namanya terpampang besar dalam huruf kapital disertai ilustrasi trofi di sebelah kanannya, di layar raksasa di belakang panggung.

Perwakilan federasi, pesepakbola dan sejumlah legenda lapangan hijau yang hadir berdiri, memberikan penghargaan sebesar-besarnya bagi penggawa Real Madrid, jawara Liga Champions musim 2015/16, 2016/17 dan 2017/18.

Dia adalah Luka Modric, pemain asal Kroasia berusia 32 tahun yang baru saja didaulat sebagai gelandang terbaik musim 2017/18 dan pemain terbaik UEFA 2017/18.

"Saya ingin mendedikasikan ini untuk pelatih saya dan rekan satu tim saya. Mereka ada di saat-saat baik dan juga saat-saat yang tidak begitu baik jadi ini untuk mereka," ujar Modric usai menyingkirkan dua kandidat lainnya; Mohamed Salah (Liverpool) dan bekas rekannya sendiri di Madrid, Cristiano Ronaldo.

Pemain Real Madrid Luka Modric menerima penghargaan pemain terbaik UEFA musim 2017/18 dalam acara yang berlangsung di Monaco, Kamis (30/8/2018) [AFP]
Pemain Real Madrid Luka Modric menerima penghargaan pemain terbaik UEFA musim 2017/18 dalam acara yang berlangsung di Monaco, Kamis (30/8/2018) [AFP]

Dua penghargaan yang diterima Modric itu, merupakan penghargaan individu yang kesekian kalinya diterima pemain yang memiliki tinggi badan 1,7 meter tersebut.

Dua penghargaan itu melengkapi deretan penghargaan individu yang kini menghiasi kediamannya di kawasan La Moraleja. Bukti prestasi yang seakan mengubur mimpi buruk Modric akibat kekejaman perang di masa kecil.

Kejamnya perang dan sepak bola sebagai pelepas beban

Luka Modric merupakan anak sulung pasangan Stipe Modric dan Radojka Dopud, buruh pabrik pakaian. Modric lahir pada 9 September 1985 di desa Modrici yang terletak di daerah pegunungan Velebit, sebelah utara kota Zadar, Kroasia, yang saat itu masih menjadi bagian dari wilayah Yugoslavia.

Secara ekonomi, keluarga Modric hidup pas-pasan. Penderitaan Modric sekeluarga pun bertambah ketika pecah perang saudara di tahun 1991. Ketika Kroasia berjuang untuk kemerdekaan.

"Saya masih berusia enam tahun. Ini adalah saat-saat yang sulit. Saya mengingat semuanya dengan jelas. Tapi ini bukanlah sesuatu yang anda ingin kenang," ujar Modric seperti dikutip news.com.au.

"Saya sering merenung atas apa yang terjadi di masa kecil di Kroasia. Semua itu memicu saya agar tidak mudah menyerah."

Di era peperangan, Modric menghabiskan masa kecilnya di beberapa penampungan. Rumahnya di Modrici dibakar hingga rata dengan tanah setelah kakeknya dieksekusi pemberontak Serbia. Sang ayah pun memutuskan untuk bergabung dengan tentara Kroasia, meninggalkan Modric, ibu dan adik-adiknya ke medan perang.

Hidup di penampungan di kota Zadar, nyawa Modric dan pengungsi lainnya masih terancam. Karena bom kerap menghujani kota itu selama empat tahun berlangsungnya peperangan.

Namun siapa sangka, di masa-masa sulit itu mental Modric kecil mulai terbentuk. Untuk melupakan penderitaan, Modric pun mulai mengalihkan pikirannya dengan bermain sepak bola di penampungan.

Atas bantuan pamannya, satu tahun berlangsungnya perang, Modric pun mulai bersekolah. Di mana dirinya semakin akrab dengan sepak bola.

"Saya mendengar tentang anak yang hiperaktif yang selalu menggiring bola di pengungsian, bahkan tidur dengan bola," ujar Josip Bajlo yang melatih Modric kecil di NK Zadar.

"Dia sangat kurus. Tubuhnya kecil, tidak sesuai dengan usianya. Tapi ketika melihatnya bermain bola, anda sadar ada yang istimewa dari anak itu," sambungnya seperti dikutip The Guardian.

Mantan pelatih Luka Modric Josip Bajlo yang kini menjabat sebagai direktur NK Zadar [AFP]
Mantan pelatih Luka Modric Josip Bajlo yang kini menjabat sebagai direktur NK Zadar [AFP]

Turnamen antar kamp pengungsian, menjadi turnamen pertama Modric kecil yang tergabung di klub kecil NK Zadar. Turnamen pelipur lara yang mempertemukannya dengan Tomislav Basic yang hingga saat ini dianggap Modrid sebagai ayah angkat.

Bertubuh kecil dan kurus, membuat Modric kesulitan untuk bergabung dengan klub yang bisa menjadikannya  pesepakbola profesional. Hajduk Split, klub sepak bola regional di Dalmatia pun menolak Modric mentah-mentah hanya karena penampilan Modric yang sangat tidak meyakinkan.

Namun Basic tidak putus asa. Keyakinannya akan bakat Modric, membuatnya berjuang keras hingga Modric, yang saat itu berusia 16 tahun, diterima Dinamo Zagreb. Satu tahun kemudian, Modric dipinjamkan ke Zrinjski Mostar dan pertama kalinya bermain di Liga Utama Bosnia dan Herzegovina.

"Seseorang yang bermain untuk Liga Bosnia bisa bermain di mana saja," kenang Modric dalam wawancara dengan SBS, stasiun televisi Australia, pada 2009 silam.

Gelandang Real Madrid Luka Modric mengangkat trofi Liga Champions. JAVIER SORIANO / AFP
Gelandang Real Madrid Luka Modric mengangkat trofi Liga Champions. JAVIER SORIANO / AFP

Dari Zagreb, petualangan ke Inggris dan Spanyol di mulai

Menghabiskan dua tahun sebagai pemain pinjaman, di tahun 2005 Dinamo Zagreb memanggil Modric pulang dan memberinya kontrak berdurasi 10 tahun. Ini menjadi awal perbaikan ekonomi Modric dan keluarganya. Dengan uang hasil kontrak jangka panjang tersebut, Modric yang saat itu berusia 19 tahun membeli sebuah flat di Zadar untuk ibu dan adik-adiknya.

Tiga tahun membela Dinamo Zagreb, klub-klub raksasa Eropa mulai melirik. Barcelona, Arsenal dan Chelsea terus memantau, tapi memutuskan untuk menunggu.

Di awal musim 2008/09, Tottenham Hotspur bergerak cepat atas permintaan manajer Juande Ramos yang jatuh hati pada Modric. Modric pun resmi merumput di Liga Premier Inggris pada 26 April 2008 setelah Tottenham sepakat membayar 16,5 juta pound kepada Zagreb.

Empat musim berseragam Spurs, Modric yang sudah semakin dikenal memutuskan hijrah ke Real Madrid di tahun 2012. Dengan nilai transfer 30 juta pound, Modric meneken kontrak berdurasi lima tahun dan mendapatkan perpanjangan kontrak di awal musim 2014/15.

Kini, setelah enam musim berseragam el Real, Modric pun dikenal sebagai salah satu pemain lapangan tengah terbaik di dunia. Sejumlah gelar bergengsi diraihnya bersama Madrid, diantaranya satu gelar La Liga dan empat trofi Liga Champions.

"Modric adalah pemain yang luar biasa. Salah satu gelandang terbaik di dunia saat ini. Dia mampu bermain di lebih satu posisi," ujar Carlo Ancelotti saat menukangi PSG di tahun 2013 seperti dikutip Marca.

Pemain Kroasia Luka Modric menerima penghargaan sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2018 [AFP]
Pemain Kroasia Luka Modric menerima penghargaan sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2018 [AFP]

Bela Kroasia di tiga Piala Dunia dan Piala Eropa

Hingga tulisan ini dibuat, tercatat sejak tahun 2006, Modric sudah 113 kali membela tim nasional senior Kroasia. Tiga ajang Piala Dunia (2006, 2014 dan 2018) dan tiga turnamen Piala Eropa (2008, 2012 dan 2016) dilakoni Modric bersama Vatreni- julukan timnas Kroasia.

Di Piala Dunia 2018, Piala Dunia yang mungkin menjadi Piala Dunia terakhir Modric, Kroasia berhasil tampil di babak final dan keluar sebagai runner up pesta akbar sepak bola dunia empat tahunan itu.

Atas peran gemilangnya di lini tengah Kroasia, Modric pun diganjar penghargaan Bola Emas oleh FIFA.

Luka Modric bersama dua anaknya, Ivano dan Ema, usai semifinal Piala Dunia 2018 [AFP]
Luka Modric bersama dua anaknya, Ivano dan Ema, usai semifinal Piala Dunia 2018 [AFP]

Berpenghasilan besar namun memilih hidup sederhana

Melewati masa kecil dengan penuh derita dan kerja keras, Modric kini sudah menuai hasil. Dilansir dari news.com.au, Modric saat ini menerima gaji sebesar 320,000 USD atau sekitar Rp 4,7 miliar per pekan.

Memiliki penghasilan besar, tak lantas membuat Modric hidup penuh kemewahan. Dirinya memilih hidup sederhana bersama Vanja Bosnic, wanita yang dinikahi Modric pada tahun 2010, di sebuah kawasan di La Moraleja, Madrid, Spanyol.

Modric dan Vanja saat ini dikaruniai tiga orang anak; Ivano, Ema dan Sofia.

Pemain Real Madrid Luka Modric bersama istri dan dua anaknya menghadiri acara UEFA [AFP]
Pemain Real Madrid Luka Modric bersama istri dan dua anaknya menghadiri acara UEFA [AFP]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kalah Agregat, Alvaro Arbeloa Tegaskan Tak Butuh Keajaiban Hadapi Bayern Munich

Kalah Agregat, Alvaro Arbeloa Tegaskan Tak Butuh Keajaiban Hadapi Bayern Munich

Bola | Rabu, 15 April 2026 | 06:04 WIB

Wajah Mbappe Berdarah! Arbeloa Ngamuk ke Wasit usai Real Madrid Ditahan Girona

Wajah Mbappe Berdarah! Arbeloa Ngamuk ke Wasit usai Real Madrid Ditahan Girona

Bola | Sabtu, 11 April 2026 | 06:53 WIB

Ronaldo hingga Patrick Kluivert Bakal Adu Tanding di GBK, Catat Tanggalnya!

Ronaldo hingga Patrick Kluivert Bakal Adu Tanding di GBK, Catat Tanggalnya!

Bola | Rabu, 08 April 2026 | 19:05 WIB

Vinicius Jr Dukung Lamine Yamal Lawan Chant Anti Muslim Oknum Suporter

Vinicius Jr Dukung Lamine Yamal Lawan Chant Anti Muslim Oknum Suporter

Bola | Rabu, 08 April 2026 | 16:45 WIB

Komentar Harry Kane usai Bayern Munich Curi Kemenangan dari Kandang Real Madrid

Komentar Harry Kane usai Bayern Munich Curi Kemenangan dari Kandang Real Madrid

Bola | Rabu, 08 April 2026 | 07:56 WIB

Vinicius Junior Wanti-wanti Real Madrid Harus Lakukan Ini untuk Kalahkan Bayern

Vinicius Junior Wanti-wanti Real Madrid Harus Lakukan Ini untuk Kalahkan Bayern

Bola | Selasa, 07 April 2026 | 16:21 WIB

Kontrak Tinggal Semusim, Vinicius Jr Bicara Masa Depannya di Real Madrid

Kontrak Tinggal Semusim, Vinicius Jr Bicara Masa Depannya di Real Madrid

Bola | Selasa, 07 April 2026 | 07:26 WIB

Real Madrid Tak Gentar Hadapi Bayern, Arbeloa: Skenarionya Cuma Satu, Menang!

Real Madrid Tak Gentar Hadapi Bayern, Arbeloa: Skenarionya Cuma Satu, Menang!

Bola | Selasa, 07 April 2026 | 07:22 WIB

Jude Bellingham Minim Bermain di Timnas Inggris, Ini Respon Arbeloa

Jude Bellingham Minim Bermain di Timnas Inggris, Ini Respon Arbeloa

Bola | Sabtu, 04 April 2026 | 15:50 WIB

Mirip Barca dan Real Madrid di Spanyol, Rizki Ridho Lakukan Hal Serupa Demi Timnas Indonesia

Mirip Barca dan Real Madrid di Spanyol, Rizki Ridho Lakukan Hal Serupa Demi Timnas Indonesia

Bola | Senin, 30 Maret 2026 | 16:22 WIB

Terkini

Sukses Akhiri Tren Negatif, Allano Lima Harap Persija Konsisten Demi Gelar Juara

Sukses Akhiri Tren Negatif, Allano Lima Harap Persija Konsisten Demi Gelar Juara

Bola | Rabu, 15 April 2026 | 11:26 WIB

Penantian Berbuah Manis, Dia Syayid Jalani Debut Emosional Bersama Persija

Penantian Berbuah Manis, Dia Syayid Jalani Debut Emosional Bersama Persija

Bola | Rabu, 15 April 2026 | 11:20 WIB

Dikritik Bobotoh, Uilliam Barros Dapat Pembelaan dari Bojan Hodak

Dikritik Bobotoh, Uilliam Barros Dapat Pembelaan dari Bojan Hodak

Bola | Rabu, 15 April 2026 | 11:13 WIB

Indisipliner, Romelu Lukaku Terancam Didepak Napoli

Indisipliner, Romelu Lukaku Terancam Didepak Napoli

Bola | Rabu, 15 April 2026 | 11:03 WIB

Jelang Lawan Sporting CP, Mikel Arteta: Kami Tidak Punya Rasa Takut

Jelang Lawan Sporting CP, Mikel Arteta: Kami Tidak Punya Rasa Takut

Bola | Rabu, 15 April 2026 | 10:55 WIB

Raphinha Murka, Barcelona Merasa Dirampok Wasit Saat Disingkirkan Atletico Madrid

Raphinha Murka, Barcelona Merasa Dirampok Wasit Saat Disingkirkan Atletico Madrid

Bola | Rabu, 15 April 2026 | 10:40 WIB

Raphinha Sebut Barcelona Dirampok Wasit usai Tersingkir dari Liga Champions

Raphinha Sebut Barcelona Dirampok Wasit usai Tersingkir dari Liga Champions

Bola | Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB

Statistik Mewah Tak Cukup Bantu Liverpool Kalahkan PSG

Statistik Mewah Tak Cukup Bantu Liverpool Kalahkan PSG

Bola | Rabu, 15 April 2026 | 09:18 WIB

Timnas Indonesia Masih Bisa Lolos Piala Dunia 2026? FIFA Dikabarkan Gelar Play-off Tambahan

Timnas Indonesia Masih Bisa Lolos Piala Dunia 2026? FIFA Dikabarkan Gelar Play-off Tambahan

Bola | Rabu, 15 April 2026 | 08:56 WIB

Tak Gentar Polemik Paspoortgate, Striker Subur Ini Tetap Impikan Bela Timnas Indonesia

Tak Gentar Polemik Paspoortgate, Striker Subur Ini Tetap Impikan Bela Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 15 April 2026 | 08:05 WIB