Suara.com - Tottenham Hotspur terus melanjutkan tren negatif mereka. Teranyar, klub berjuluk The Lilywhites tumbang 0-1 saat bertamu ke markas Bournemouth, Vitality Stadium dalam laga pekan ke-37 Liga Inggris 2018/2019, Sabtu (4/5/2019) malam WIB.
Kekalahan tersebut merupakan kekalahan ke-13 Tottenham di Liga Inggris musim ini. Spurs sendiri kini telah menelan tiga kekalahan beruntun di semua kompetisi.
Jika ditarik lebih jauh lagi, kekalahan tadi malam merupakan kekalahan kelima Tottenham dari enam pertandingan pamungkas mereka di semua ajang.
Melawan Bournemouth, Tottenham sendiri harus mengakhiri laga dengan sembilan pemain. Wasit Craig Pawson memberi kartu merah pada dua penggawa Spurs, Son Heung-min dan Juan Foyth.
Son diusir wasit sebelum masa rehat setelah setelah mendorong Jefferson Larma hingga terjungkal. Sementara Foyth yang baru masuk saat half-time, hanya bertahan dua menit 13 detik di atas lapangan setelah menjegal Jack Simpson secara brutal.
Keunggulan jumlah pemain tersebut dimanfaatkan Bournemouth, namun The Cherries --julukan Bournemouth-- butuh waktu hingga injury time untuk menutup laga dengan kemenangan 1-0 berkat gol sundulan Nathan Ake.
Manajer Tottenham, Mauricio Tottenham pun angkat bicara mengomentari kekalahan teranyar timnya ini. Namun, pelatih berusia 47 tahun itu praktis enggan berkomentar panjang-lebar.
"Tidak ada yang harus dibahas secara spesifik untuk laga lawan Bournemouth ini. Saya menghormati keputusan wasit dan opini saya tidak penting. Tidak ada yang bisa diubah," tutur Pochettino kepada Sky Sports soal kartu merah Son.
Sang juru taktik menambahkan komentar tentang kartu merah Foyth; "Lagi, saya tidak melihatnya secara jelas. Tetapi saya harus menghormati keputusan wasit."
"Kami tidak beruntung. Pertama Sonny (sapaan akrab Son), kemudian Juan. Kami berusaha dan tidak beruntung, tidak ada lagi yang harus dikatakan," ujar pelatih berpaspor Argentina tersebut.
Pochettino kemudian memuji perjuangan keras timnya meski kembali dipaksa menelan kekalahan.
"Saya pikir pemain sudah bekerja keras. Dengan sembilan pemain, kami bertahan denan baik dan bisa menyuguhkan permainan yang baik. Sayang hal itu tidak cukup karena kami kebobolan di menit-menit akhir," tukasnya.