Ilkay Gundogan Tak Keberatan Liverpool Juara jika Liga Inggris Disetop

Irwan Febri Rialdi
Ilkay Gundogan Tak Keberatan Liverpool Juara jika Liga Inggris Disetop
Ilkay Gundogan mencetak gol pembuka bagi Manchester City saat melawan Tottenham Hotspur yang berkesudahan 4-1 di Etihad Stadium, Sabtu (16/12/2017). [AFP/Oli Scarff]

Liverpool kini memimpin klasemen sementara Liga Inggris 2019/2020.

Suara.com - Pemain Manchester City, Ilkay Gundogan, tidak keberatan jika Liverpool menjadi juara Liga Inggris 2019/2020 andai kompetisi disetop akibat pendemi virus corona.

Seperti diketahui, Liga Inggris sedang ditangguhkan hingga 30 April 2020 karena virus corona. Bahkan, kompetisi di negeri Ratu Elizabeth itu belum tentu dilanjutkan kembali jika keadaan belum membaik.

Andai Liga Inggris tidak dilanjutkan, ada wacana bahwa Liverpool yang kini memimpin klasemen sementara dengan keunggulan 25 poin dari pesaing terdekatnya Manchester City akan dinobatkan sebagai jawara.

Wacana ini menimbulkan pro dan kontra. Namun, Ilkay Gundogan merasa tidak masalah jika Liverpool akhirnya dinobatkan sebagai juara Liga Inggris 2019/2020. Ia merasa bahwa Mohamed Salah dan kolega memang pantas memenangkannya.

"Ini tidak masalah bagi saya (jika Liverpool diberi gelar juara). Anda harus sportif," kata Gundogan kepada ZDF, dilansir dari Daily Mail.

Namun, hal ini mungkin bisa ditentang oleh UEFA. Sebab, Presiden UEFA, Aleksander Cafein, memastikan tidak ada juara jika sebuah kompetisi itu dihentikan karena virus corona.

"Saya lihat dan mendengar beberapa berita palsu bahwa UEFA akan menyarankan liga untuk mengakhiri kejuaraannya sekarang, dan memutuskan pemenangnya adalah mereka yang berada di peringkat pertama klasemen sementara saat ini," buka Ceferin seperti dilansir Mirror.

"Saya bisa pastikan bahwa itu tidak benar. Tujuan kami adalah mengakhiri liga dan kami tidak akan merekomendasikan hal semacam itu kepada asosiasi atau liga mana pun," tegasnya.

"Kemungkinan itu (liga dibatalkan) memang bisa saja terjadi, mengingat ini adalah pandemi global yang tak bisa diprediksi. Tapi bukan berarti tim-tim tersebut, seperti Liverpool misalnya, bisa otomatis langsung juara," papar Ceferin.

"Kami tak memikirkan itu. Agenda dan intensi kami adalah bisa tetap merampungkan musim 2019/2020 ini. Kami semua sudah sepakat. Kami semua akan bekerja keras untuk itu, saya yakin akan ada jalan. Yang terpenting, kami semua sudah satu visi," tukasnya.

UEFA sendiri sudah memastikan menunda gelaran Piala Eropa 2020 ke tahun depan. Ini tentu dengan maksud agar kompetisi-kompetisi domestik maupun antarklub Eropa musim 2019/2020 bisa tetap dirampungkan.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS