Ratu Tisha Disemprot Komisi X Gara-gara Tempat Duduk, Ketum PSSI Minta Maaf

Syaiful Rachman | Adie Prasetyo Nugraha
Ratu Tisha Disemprot Komisi X Gara-gara Tempat Duduk, Ketum PSSI Minta Maaf
Sekretaris Jendral PSSI, Ratu Tisha menggelar jumpa pers terkait pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada tahun 2021 di Garuda Store, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (22/9). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Kinerja Ratu Tisha Destria sebagai Sekjen dikritik habis oleh anggota Komisi X DPR RI Djohar Arifin.

Suara.com - Anggota Komisi X DPR RI Djohar Arifin mengkritik kerja yang dilakukan oleh Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha.

Salah satu yang disoroti Djohar adalah keputusan Tisha yang menunda pertandingan final leg kedua Piala Indonesia antara PSM Makassar vs Persija Jakarta di Stadion Andi Mattalatta, 28 Juli tahun lalu.

Ketika itu, Tisha mengeluarkan keputusan menunda pertandingan setelah terjadinya insiden pelemparan batu terhadap bus yang ditumpangi penggawa Persija.

Djohar menilai keputusan itu tak seharusnya dilakukan. Sebab, sudah ada surat jaminan keamanan untuk tetap menggelar laga tersebut dari pihak keamanan setempat.

Djohar juga kecewa ketika Komisi X mengundang PSSI untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), tapi hal itu tak dilakukan oleh yang bersangkutan.

Pertandingan final leg kedua Piala Indonesia antara PSM Makassar vs Persija Jakarta di Stadion Andi Mattalatta, Makassar (dok. Media Persija).
Pertandingan final leg kedua Piala Indonesia antara PSM Makassar vs Persija Jakarta di Stadion Andi Mattalatta, Makassar (dok. Media Persija).

"Mungkin karena kesibukan Sekjen ke Komisi X. Itu harusnya diingatkan oleh Ketum PSSI dan Exco, ini malah kami yang mengundang lagi," kata Djohar saat RDPU virtual bersama PSSI, Rabu (8/4/2020).

"Kemudian, kejadian saat di SEA Games, Manila. Dari KBRI kami diminta masuk sebagai undangan VIP tapi ternyata di kursi tak ada nama kami, tapi ada tiga nama lain. Saya tanya, siapa yang memasukkan tiga nama itu? ternyata Sekjen," lanjutnya.

"Akhirnya kami duduk di bangku biasa. Kemudian Sekjen Filipina datang dan mengajak kami pindah tapi Sekjen kita tak peduli. Selama sekjen (Ratu Tisha) ini saya tidak pernah diundang," ucapnya.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan yang juga ikut serta dalam rapat virtual itu meminta maaf perihal hal tersebut. Menurut mantan Kapolda Metro Jaya itu sudah ada evaluasi yang dilakukan untuk Ratu Tisha sebagai sekjen.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan melakukan peninjauan Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, sebagai kandidat salah satu venue Piala Dunia U-20 2021. (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha)
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan melakukan peninjauan Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, sebagai kandidat salah satu venue Piala Dunia U-20 2021. (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha)

"Berkaitan dengan adanya Sekjen menunda dua kali pertandingan (karena) alasan keamanan. Alhamdulillah pada saat pimpinan kami sudah kami evaluasi," ujar Iriawan.

"Memang saya melihat terlalu overlapping keberadaan sekjen, sehingga bapak bisa tahu sekarang yang bersangkutan tidak ada lagi memberikan keputusan yang bersifat strategis, bahkan penyampaian-penyampaian di media pun saya ambil alih semua. Karena memang ada hal yang kurang pas," kata pria yang akrab disapa Iwan Bule itu.

"Kemudian saya minta maaf juga kepada Bapak terkait tempat duduk saat bapak berada di SEA games 2019 Manila. Saya tidak tahu ini, tapi saya ucapkan mohon maaf atas perlakukan Sekjen kami yang memang kurang pas kepada Bapak secara khususnya. Kami sering tegur dan ini menjadi evaluasi kami," pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS