Pemilik 'Tangan Tuhan' Itu Telah Pergi

Arief Apriadi

Kamis, 26 November 2020 | 09:45 WIB
Pemilik 'Tangan Tuhan' Itu Telah Pergi
Legenda Argentina Diego Maradona saat melatih klub Dorados de Sinalo di Stadion Banorte,Meksiko

Saat gol tangan Tuhan tercipta dan menjadi arsitek kemenangan di final, sebagian penduduk di Argentina kemudian menasbihkan Maradona sebagai Tuhan.

Napak tilas Juru Selamat

(FILES) Dalam foto file ini diambil pada tanggal 22 Juni 1986 Penyerang Argentina Diego Armando Maradona (ke-3 dari kiri) berlari melewati bek Inggris Terry Butcher (kiri) dalam perjalanannya untuk menggiring kiper Peter Shilton (kanan) dan mencetak gol keduanya, atau golnya. abad ini, selama pertandingan sepak bola perempat final Piala Dunia antara Argentina dan Inggris pada tahun 1986 di Mexico City. Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona meninggal pada 25 November 2020. [AFP]
(FILES) Dalam foto file ini diambil pada tanggal 22 Juni 1986 Penyerang Argentina Diego Armando Maradona (ke-3 dari kiri) berlari melewati bek Inggris Terry Butcher (kiri) dalam perjalanannya untuk menggiring kiper Peter Shilton (kanan) dan mencetak gol keduanya, atau golnya. abad ini, selama pertandingan sepak bola perempat final Piala Dunia antara Argentina dan Inggris pada tahun 1986 di Mexico City. Legenda sepak bola Argentina Diego Maradona meninggal pada 25 November 2020. [AFP]

Diego Armando Maradona lahir pada 30 Oktober 1960. Ia lahir di kota Lanus, namun banyak menghabiskan masa kecil di Villa Fiorito, sebuah daerah di selatan Buenos Aires.

Maradona kecil memang sudah mencintai sepakbola. Ia tak pernah melewatkan untuk bermain bola bersama anak-anak di sekitar lingkungannya, hingga akhirnya ia bergabung bersama Argentinos Juniors saat usianya menginjak 15 tahun.

Klub ini pun menjadi klub profesional pertamanya setelah ia menandatangani kontrak dengan Argentinos pada 1976. Bersama Argentinos ia tampil memukau sebelum pindah ke Boca Juniors pada 1981.

Tak lama Barcelona mengendus kebintangan Maradona seusai Piala Dunia 1982. Namun nasib baik tak selalu melingkupi Maradona bahkan ia dijauhi keberkahan dari Tuhan. Hanya bertahan sesaat di Barcelona dengan segala kontroversinya, Maradona lantas hijrah ke Napoli--meski banyak yang mengatakan kepindahannya atas campur tangan mafia--.

Di Napoli namanya semakin menjadi-jadi bahkan bukan hanya Tuhan bagi masyarakat Argentina, termasuk masyarakat Naples.

Sang Messiah membawa Napoli menjelma sebagai tim yang mulai mensejajarkan diri dengan klub-klub elit Italia dan tentunya kaya-raya semacam Juventus, AC Milan, dan Inter Milan.

Dalam dinding-dinding pertokoan di Napoli tersemat doa-doa bagi Sang Messiah kala tim bertanding. Bahkan hingga sekarang masih banyak toko-toko yang menjual segala yang berhubungan dengan Maradona.

baca juga

Sepanjang kariernya bersama Napoli, Maradona menambah lima titel ke lemari gelar klub: Scudetto Serie A 1986-1987 dan 1989-1990, Coppa Italia 1986-1987, UEFA Cup (kini Europa League) 1988-1989 serta Supercoppa Italiana 1990.

Dengan raihan tersebut maka tak heran penduduk Naples kemudian melabeli diri bahwa Napoli adalah Maradona dan Maradona adalah Napoli.

Tangan Tuhan telah mati

Penggemar menangis di luar kamar mayat tempat jasad mendiang bintang sepak bola Argentina Diego Maradona di San Fernando, provinsi Buenos Aires, Argentina, Rabu (25/11).  [RONALDO SCHEMIDT / AFP]
Penggemar menangis di luar kamar mayat tempat jasad mendiang bintang sepak bola Argentina Diego Maradona di San Fernando, provinsi Buenos Aires, Argentina, Rabu (25/11). [RONALDO SCHEMIDT / AFP]

Sejak berusia 22 tahun atau tepatnya kala berseragam Barcelona, Maradona memang sudah berkenalan dengan narkoba.

Kecanduannya atas barang haram tersebut semakin menjadi-jadi kala bergabung dengan Napoli. Ia dikabarkan dekat dengan organisasi mafia yang berpusat di Napoli, Camorra.

Kebiasaan buruk itu membuat Maradona pernah diciduk di Bandara Fiumicono pada 1990 atas kasus penyelundupan kokain senilai 840 ribu dolar AS yang juga diduga berkaitan dengan bisnis narkoba Camorra. Dalam persidangannya di Roma, Maradona lantas divonis penjara 14 bulan ditambah denda 3.200 dolar AS.

Kehidupannya sudah tak lagi bisa diharapkan sebagai pemain sepakbola. Seks dan kokain serta alkohol menjadi jalan hidup yang dirayakan Maradona kala itu. Ia kemudian pensiun pada 1997.

Dia pernah dirawat di rumah sakit dan hampir meninggal pada tahun 2000 dan 2004 karena masalah jantung. Pada 3 November 2020 ia harus dirawat di rumah sakit untuk menjalani operasi darurat untuk hematoma subdural, yakni pembekuan darah dalam otak.

Setelah dinyatakan sembuh dari operasi subdural hematoma, Maradona dikabarkan tinggal di sebuah rumah di Tigre, Buenos Aires. Namun tak lama berselang, Sang Legenda meninggal dunia pada usia 60 tahun.

Peta hidup Maradona memang menjadi inspirasi bagi sebagian orang, terlepas dari sifat kontroversialnya. Namun nyatanya bahwa hari ini dunia sepakat menggaungkan bahwa si pemilik Tangan Tuhan telah mati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kilas Balik, Kala Menpora RI Tumpahkan Wine di Depan Pacar Diego Maradona

Kilas Balik, Kala Menpora RI Tumpahkan Wine di Depan Pacar Diego Maradona

Bola | Kamis, 26 November 2020 | 09:28 WIB

Selamat Jalan Legenda Sepakbola, Diego Maradona...

Selamat Jalan Legenda Sepakbola, Diego Maradona...

Sumsel | Kamis, 26 November 2020 | 09:16 WIB

Kenangan Diego Maradona dengan Prabowo, Minta Kalahkan Jokowi di Pilpres

Kenangan Diego Maradona dengan Prabowo, Minta Kalahkan Jokowi di Pilpres

Kalbar | Kamis, 26 November 2020 | 09:13 WIB

Terkini

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:01 WIB

Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane

Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 21:53 WIB

Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?

Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?

Video | Rabu, 09 September 2026 | 21:45 WIB

Tawa SBY Pecah Lihat Prabowo Tunjukkan Teks Pidato Berisi Grafik

Tawa SBY Pecah Lihat Prabowo Tunjukkan Teks Pidato Berisi Grafik

News | Rabu, 09 September 2026 | 21:22 WIB

Buka Rakernas Asosiasi Kades, DPR Dorong Pembangunan dari Desa

Buka Rakernas Asosiasi Kades, DPR Dorong Pembangunan dari Desa

News | Rabu, 09 September 2026 | 21:20 WIB

×