Suara.com - Derby Manchester jilid satu musim ini akan tersaji di Old Trafford. Minggu (13/12/2020) dini hari WIB, Manchester United akan menjamu Manchester City.
Jelang laga derby tersebut, bisa dipastikan tekanan berat ada di pundak manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer. Kemenangan di laga derby menjadi harga mati bagi Solskjaer.
Pasalnya, posisi Solskjaer sebagai orang nomor satu di Old Trafford tengah diguncang setelah Setan Merah gagal melaju ke babak 16 besar Liga Champions usai dikalahkan RB Leipzig di laga pamungkas grup.
Berbeda dengan situasi di Old Trafford, kondisi di Etihad Stadium, markas Manchester City, relatif lebih tenang.
Manajer City Josep Guardiola berhasil mengantar The Citizens ke babak 16 besar Liga Champions untuk musim kedelapan berturut-turut dengan lima clean sheet beruntun usai kemenangan 3-0 atas Marseille di laga pamungkas.

Meski demikian, Guardiola tidak ingin membuang kesempatan emas dalam laga ini. Manajer asal Spanyol bertekad membawa pulang tiga poin dari Old Trafford demi mengakhiri catatan buruknya di laga derby Manchester.
Tentu saja, tidak ada ancaman bagi masa depan Guardiola di klub mengingat dua bulan lalu ia menandatangani perpanjangan kontrak dua tahun. Bukti keyakinan manajemen klub kepada Guardiola, sosok yang dianggap tepat untuk membalikkan kekecewaan musim lalu.
Kemenangan di Old Trafford akan memberikan kepercayaan diri ke skuat besutan Guardiola. Karena United adalah salah satu rival City yang masuk dalam kategori 'The Big Six', atau enam besar.
City telah kalah lima dari enam pertandingan terakhir Liga Premier mereka melawan The Big Six. Satu-satunya kemenangan City dalam 18 bulan terakhir atas The Big Six adalah ketika meladeni Arsenal, yang sebelum kedatangan Mikel Arteta, dilanda krisis berat di bawah tanggung jawab Freddie Ljungberg.
Setelah kekalahan di Liverpool pada November 2019, yang merupakan pukulan signifikan bagi harapan mereka untuk meraih gelar ketiga berturut-turut, City kalah dari Tottenham. Kemudian disusul kekalahan dari Manchester United dan Chelsea.
Musim ini dimulai dengan kesia-siaan yang sama dengan kekalahan 2-0 di Spurs. Laga yang menandai dominasi Jose Mourinho atas Guardiola.

Namun demikian, Guardiola tidak akan mengubah filosofi taktisnya dan akan pergi ke Old Trafford dengan rencana permainan yang dia yakini.
Dia akan kembali memerintahkan para pemainnya mendominasi penguasaan bola, mendikte jalannya laga dengan menguasai lini tengah di Old Trafford.
Musim lalu, City meraih hasil mengecewakan di markas United dengan kekalahan 2-0. Itu adalah kekalahan Liga Premier pertama mereka di Old Trafford dalam lima tahun.
"Tentu saja penting, tapi Selasa depan [melawan West Brom] juga penting," kata Guardiola menjawab pertanyaan wartawan tentang arti kemenangan di Old Trafford.