Euro 1992, Ketika Tim Dinamit Denmark 'Meledak' di Bawah Kepemimpinan Moller Nielsen

Syaiful Rachman

Rabu, 02 Juni 2021 | 19:12 WIB
Euro 1992, Ketika Tim Dinamit Denmark 'Meledak' di Bawah Kepemimpinan Moller Nielsen
Pemain Denmark Brian Laudrup mencoba menghentikan pemain Swedia dalam laga Euro 1992 (Piala Eropa 1992), 14 Juni 1992. [AFP]

Suara.com - Berbicara tentang kisah fenomenal dalam sejarah Piala Eropa atau Euro yang telah berusia 60 tahun, tidak akan lepas dari kejutan yang dibuat tim nasional Denmark pada tahun 1992.

Denmark tiba-tiba menjadi sorotan dunia ketika mereka berpartisipasi hanya sebagai tim pengganti yang sama sekali tidak diunggulkan namun mampu meraih trofi juara pada kejuaraan sepak bola antarbangsa Eropa yang ketika itu berlangsung di Swedia.

Denmark pada Piala Eropa 1992 sebenarnya tidak lolos putaran final, karena hanya menjadi runner up di bawah Yugoslavia dalam babak kualifikasi grup.

Richard Moller-Nielsen (PA Images via Reuters Connect/Neal Simpson)
Richard Moller-Nielsen (PA Images via Reuters Connect/Neal Simpson)

Namun sanksi PBB terkait perang Yugoslavia membuat tim dari negri Balkan itu dilarang berangkat ke Swedia untuk putaran final Piala Eropa. Badan sepak bola Eropa (UEFA) kemudian mengundang Denmark sebagai runner up kualifikasi grup untuk menggantikan posisi Yugoslavia.

Kepastian penggantian itu sendiri hanya sekitar 11 hari menjelang kick off Piala Eropa, sehingga kesiapan yang dilakukannya pun sangat minim.

Adalah Richard Moller Nielsen, pelatih yang mengemban tugas berat karena harus mempersiapkan sebuah tim yang sebenarnya sudah pesimis setelah gagal di babak kualifikasi.

Seperti dikutip independent.co.uk, untuk Piala Eropa 1992 Moller Nielsen sendiri sebenarnya bukan pilihan utama untuk tim Piala Eropa Denmark, menggantikan pelatih asal Jerman Sepp Piontek yang sempat mengantar tim dinamit itu ke putaran final Piala Dunia 1986.

Federasi sepak bola Denmark ketika itu cenderung untuk memakai jasa pelatih asal Jerman lainnya Horst Wohlers, ketimbang pelatih lokal Moller Nielsen yang sebelumnya hanya sebagai asisten pelatih bagi Piontek.

Namun akhirnya pilihan jatuh kepada Moller Nielsen setelah tidak tercapainya kesepakatan dengan beberapa pelatih lainnya yang semula lebih diandalkan.

baca juga

Bukan hanya minimnya persiapan untuk membentuk tim yang layak bersaing di putaran final Piala Eropa, pria kelahiran Odense, Denmark 19 Agustus 1937 itu juga harus mengalami masalah kurang harmonisnya hubungan dengan sejumlah pemain bintang, termasuk Jan Molby, Preben Elkjer, Jesper Olsen dan bintang Barcelona Michael Laudrup.

Walhasil sejumlah pemain top yang pernah berkiprah di putaran final Piala Dunia 1986 tidak masuk dalam skuad Moller Nielsen.

Namun Moller Nielsen yang juga pernah sebagai pemain serta pelatih timnas U-21 dan beberapa klub Denmark sebelum menjadi asisten bagi Sepp Piotek, sangat memahami karakter dan budaya sepak bola di negaranya.

Membangun optimisme

Ia mencoba membangun semangat para pemainnya dan juga memberi optimisme bagi masyarakat negaranya yang semula tidak banyak berharap pada timnas mereka yang mendapat "hadiah hiburan" lolos putaran final.

Tidak banyak ulasan soal keistimewaan strategi Moller Nielsen dalam menyiapkan tim, kecuali dengan menekankan semangat dan kedisiplinan pemain.

Nielsen juga dikenal sebagai pelatih yang jarang memuji pemain secara individu, karena menurut dia kemenangan dalam suatu pertandingan adalah kemenangan sebuah tim.

"Disini anda melihat bahwa tidak selalu pemain terbaik yang membuat tim terbaik. Mereka yang disini berjuang dengan baik dan saling membantu satu sama lain selama pertandingan, mereka layak mendapat pujian," kata Nielsen usai timnya memenangi sebuah pertandingan di Beograd.

Brian Laudrup berpose usai mencetak gol ke gawang Brasil di ajang Piala Dunia [AFP]
Brian Laudrup berpose usai mencetak gol ke gawang Brasil di ajang Piala Dunia [AFP]

Formasi 5-2-1-2 yang diterapkannya juga menyiratkan strategi yang cenderung memperkuat pertahanan -- hal yang sebenarnya tidak disukai oleh para pemain top Denmark ketika itu yang ingin timnya lebih ofensif.

Namun bagai kisah-kisah dalam dongeng karya penulis kenamaan Denmark abad ke-19 Hans Cristians Andersen, dalam waktu persiapan yang sangat singkat Moller Nielsen dapat "menyihir" skuad baru tim Dinamit menjadi tim yang begitu solid.

Padahal, ketika para pemain mendapat panggilan mendadak untuk masuk kamp pelatihan timnas, mereka umumnya sedang asyik berlibur di pantai-pantai, bersantai minum bir di kafe-kafe atau memanfaatkan waktu kosong kompetisi bersama keluarga masing-masing.

Denmark berada satu grup bersama Inggris, Prancis dan tuan rumah Swedia di grup A. Sementara di grup B berisi tim Belanda, Jerman, Skotlandia dan CIS.

Mereka mengawali penampilan dengan menahan imbang Inggris 0-0, namun pada pertandingan berikutnya Denmark harus mengakui keunggulan tuan rumah Swedia 0-1.

Ketangguhan tim dinamit ini mulai mendapat perhatian setelah mereka mampu mengalahkan Prancis 2-1 di laga terakhir grup A sehingga mereka lolos ke semifinal sebagai runner up grup.

Mereka pun mampu menumbangkan tim favorit ketika itu Belanda di semifinal melali adu penalti setelah imbang 2-2.

Kemenangan di semifinal membuat skuad Denmark lebih percaya diri meskipun di final mereka harus menghadapi raksasa sepak bola lainnya, Jerman.

Strategi bertahan dan serangan balik yang diterapkan Moller Nielse, berjalan baik. Gol-gol oleh Jon Jensen dan Kim Vilfort, serta penampilan cemerlang kiper Peter Schemichel dan barisan belakang Denmark membuahkan kemenangan meyakinkan 2-0 di laga final.

Pasca sukses di Piala Eropa 1992, tidak ada lagi kisah fenomenal yang terkait dengan tim nasional Denmark maupun Moller Nielsen sendiri.

Denmark bahkan gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 1994 di Brazil, sedangkan pada Piala Eropa berikutnya di tahun 1996, tim Dinamit harus tersingkir di babak penyisihan grup.

Namun di sela-sela itu, Denmark sempat mencatat kemenangan dalam pertandingan Piala Konfederasi tahun 1995 dengan mengalahkan Argentina 2-0.

Moller Nielsen selanjutnya mendapat kepercayaan menangani tim nasional Finlandia, namun ia gagal membawa tim dari negeri Skandinavia itu untuk lolos putaran final Piala Dunia 1998.

Demikian pula ketika ia menjadi pelatih timnas Israel pada peride 2000-2002, ia tidak bisa memberikan "sentuhan ajaib" seperti ketika menangani tim Denmark di Piala Eorpa 1992.

Moller Nielsen meninggal dunia pada 13 Februari 2014 karena penyakit kanker tumor otak di usia 76 tahun

"Ia adalah salah satu pelatih terbaik yang pernah kita miliki, jika tidak disebut yang sangat terbaik," kata Sepp Piontek ketika itu seperti dikutip Antara.

Prestasinya yang fenomena di tahun 1992, membuat namanya tetap dikenang di lintasan sejarah Piala Eropa. Apalagi hingga saat ini belum ada pelatih tim Denmark yang mempu menyamai kesuksesan seorang Richard Moller Nielsen.

Kisah kesuksesan tim non unggulan yang mampu meraih juara Eropa sebenarnya bukan hanya Denmark.

Tim "underdog" Yunani juga pernah membuat kejutan menjuarai edisi tahun 2004, demikian pula Spanyol yang meraih trofi itu pada 2008 di saat mental timnya sedang terpuruk.

Namun latar dan berbagai peristiwa di balik kiprah Denmark di Piala Eropa 1992 menjadikan kejutan tim Dinamit ini menjadi sangat fenomenal dalam sejarah sepak bola Eropa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinopsis The Soulmate Rings, Drama Romantis Mook Worranit dan Euro Yotsawat

Sinopsis The Soulmate Rings, Drama Romantis Mook Worranit dan Euro Yotsawat

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Dipanggil Jerman Akhirnya Buka Suara

Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia yang Dipanggil Jerman Akhirnya Buka Suara

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 12:18 WIB

Strategi Mitsubishi Fuso Kawal Roadmap Implementasi Biodiesel B50

Strategi Mitsubishi Fuso Kawal Roadmap Implementasi Biodiesel B50

Otomotif | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 18:50 WIB

Tantangan Berat Kia Hadapi Rencana Biodiesel B50 di Indonesia

Tantangan Berat Kia Hadapi Rencana Biodiesel B50 di Indonesia

Otomotif | Senin, 20 Juli 2026 | 12:39 WIB

Lamine Yamal Pecahkan Rekor Pele dan Mbappe, Jadi Pemain Termuda Juara Euro dan Piala Dunia

Lamine Yamal Pecahkan Rekor Pele dan Mbappe, Jadi Pemain Termuda Juara Euro dan Piala Dunia

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 06:57 WIB

Spanyol Ukir Rekor Bersejarah usai Bekuk Prancis, Makin Dekat Kawinkan Gelar Euro dan Piala Dunia

Spanyol Ukir Rekor Bersejarah usai Bekuk Prancis, Makin Dekat Kawinkan Gelar Euro dan Piala Dunia

Bola | Rabu, 15 Juli 2026 | 11:00 WIB

Repsol Perkuat Segmen Mobil Premium Lewat Peluncuran GXR Euro

Repsol Perkuat Segmen Mobil Premium Lewat Peluncuran GXR Euro

Otomotif | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:05 WIB

Purbaya Mau ke China & Inggris Minggu Depan demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Mau ke China & Inggris Minggu Depan demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:23 WIB

Kondisi Terkini Christian Eriksen usai Pingsan di Laga Denmark vs Ukraina

Kondisi Terkini Christian Eriksen usai Pingsan di Laga Denmark vs Ukraina

Bola | Senin, 08 Juni 2026 | 08:45 WIB

Christian Eriksen Pensiun? Insiden Tak Sadarkan Diri Picu Memori Pahit Euro 2020

Christian Eriksen Pensiun? Insiden Tak Sadarkan Diri Picu Memori Pahit Euro 2020

Bola | Senin, 08 Juni 2026 | 08:33 WIB

Terkini

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni

Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni

Lampung | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:01 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:00 WIB

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:54 WIB

×