alexametrics

PT LIB: Liga 1 dan Liga 2 Belajar dari Insiden Christian Eriksen

Rully Fauzi
PT LIB: Liga 1 dan Liga 2 Belajar dari Insiden Christian Eriksen
Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Sudjarno. (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha)

Musim baru Liga 1 dan Liga 2 dijadwalkan start Juli 2021.

Suara.com - Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) Sudjarno mengatakan bahwa kasus serangan jantung yang dialami pemain Timnas Denmark, Christian Eriksen di Euro 2020 menjadi pelajaran untuk pelaksanaan musim baru Liga 1 dan Liga 2 nanti.

"Kejadian Eriksen itu menjadi acuan dan pelajaran bagi kita," ujar Sudjarno seperti dimuat Antara.

Menurut pria berusia 59 tahun itu, penting bagi para pesepakbola di Liga 1 dan Liga 2 untuk mengetahui teknik pertolongan pertama saat ada pemain yang tiba-tiba tidak sadarkan diri di lapangan.

Saat Eriksen tak sadarkan diri di lapangan, Sudjarno mencontohkan, kapten Denmark Simon Kjaer dengan sigap menahan lidah sang gelandang klub Inter Milan agar tidak tertelan.

Baca Juga: Tatap Liga 2, PSMS Medan Masih Lemah dalam Hal Finishing

Kjaer mengetahui bahwa dalam keadaan tidak sadar, lidah seseorang dapat tertelan dan menutup saluran napas.

Kjaer pun memberikan jalan dan keleluasaan bagi tim medis Denmark untuk melakukan resusitasi jantung paru (CPR) dengan segera. Berkat tindakan cepat itu, nyawa Eriksen dapat diselamatkan.

Di Indonesia, kasus henti jantung di tengah pertandingan pernah dialami kiper Persela Choirul Huda. Sayangnya tidak seperti Eriksen, Choirul Huda pada akhirnya meninggal dunia.

Berkaca dari peristiwa-peristiwa tersebut, PT LIB meminta semua dokter tim klub-klub peserta Liga 1 dan Liga 2 untuk membagikan wawasan pertolongan pertama kepada para pemain.

Sebelum itu dilakukan, PT LIB akan mengadakan lokakarya medis (medical workshop) kepada para tenaga kesehatan klub.

Baca Juga: Persib Resmi Boyong Gelandang Timnas Palestina

"Dokter tim harus memberikan pemahaman tentang hal tersebut kepada pemain. Dalam waktu dekat kami juga akan membicarakan soal ini dengan APPI," kata Sudjarno.

Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menyatakan bahwa kasus Eriksen mengingatkan pentingnya pemahaman pemain dan semua elemen sepakbola tentang pertolongan pertama seperti CPR.

"Ini satu pelajaran bagi seluruh pesepak bola dunia termasuk Indonesia. Kejadian yang menimpa Eriksen menjadi pembelajaran bagaimana memberikan pertolongan pertama apabila ada rekan yang mengalami cedera di tengah lapangan," tutur Presiden Komite Eksekuitf APPI, Firman Utina.

Komentar