Kiper Denmark Ejek Inggris Soal "Football is Coming Home": Memang Pernah Juara?

Arief Apriadi, Adie Prasetyo Nugraha

Rabu, 07 Juli 2021 | 09:37 WIB
Kiper Denmark Ejek Inggris Soal "Football is Coming Home": Memang Pernah Juara?
Kiper andalan Timnas Denmark, Kasper Schmeichel (Dimitar DILKOFF / AFP)

Suara.com - Kiper Timnas Denmark, Kasper Schmeichel mengejek para suporter Timnas Inggris yang kerap menggemakan slogan "Football is Coming Home" di gelaran Euro 2020.

Penjaga gawang Leicester City itu mempertanyakan kapan Inggris pernah meraih trofi Euro sehingga slogan "Football is Coming Home" begitu sering diperdengarkan.

"Football is Coming Home" adalah slogan yang begitu populer di antara para suporter Timans Inggris saat The Three Lions tampil di ajang-ajang besar, seperti Piala Dunia dan Euro.

Slogan yang berarti "Sepakbola Pulang ke Rumah" itu muncul seiring dirilisnya lagu berjudul 'Three Lions' jelang Euro 1996 yang berlangsung di Inggris.

Inggris sendiri kerap dianggap sebagai negara penemu sepakbola karena disinyalir jadi bangsa pertama yang merumuskan aturan-aturan bagu olahraga terpopuler di dunia tersebut.

"Apakah pernah pulang ke rumah? Saya tidak tahu. Apakah Inggris pernah menang Euro? 1966? Bukanya itu Piala Dunia?" kata Schmeichel dalam jumpa pers jelang laga Inggris vs Denmark di semifinal Euro 2020, seperti dikutip dari Sky Sport, Rabu (7/7/2021).

Inggris memang sejauh ini belum pernah memenangi Euro sejak turnamen tersebut dimulai pada 1960.

Bahkan sejauh ini, The Three Lions belum sekalipun menjajakan kaki di final turnamen sepakbola internasional paling bergengsi di Eropa tersebut. Sebaliknya Denmark pernah menjadi juara Euro tepatnya edisi 1992.

Schmeichel mengungkapkan bahwa dirinya tak ingin fokus mengurusi segala sesuatu tentang timnas Inggris. Fokusnya sekarang adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin bersama skuad Denmark.

baca juga

"Sejujurnya saya belum memikirkan apa artinya menghentikan Inggris, saya fokus untuk Denmark. Saya sangat sedikit fokus pada tim Inggris," jelas Schmeichel.

"Itulah yang akan dilakukannya untuk negara kami. Kegembiraan yang akan diberikan kepada lima juta orang di kampung halaman untuk melakukan sesuatu yang terbaik, untuk bersaing dengan negara-negara yang kami lawan. Tidak banyak perhatian untuk Inggris dalam hal ini," pungkasnya.

Denmark akan berhadapan dengan Inggris pada semifinal Euro 2020. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Wembley, London, Kamis (8/7/2021) dini hari WIB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Spanyol Dibungkam Italia, Puja-puji Menggema untuk Alvaro Morata

Spanyol Dibungkam Italia, Puja-puji Menggema untuk Alvaro Morata

Bola | Rabu, 07 Juli 2021 | 09:11 WIB

Skema False Nine Spanyol Sempat Kagetkan Roberto Mancini

Skema False Nine Spanyol Sempat Kagetkan Roberto Mancini

Bola | Rabu, 07 Juli 2021 | 08:42 WIB

Pidato Berapi-api, Anggota Parlemen Inggris Ini Bela Nabi Muhammad

Pidato Berapi-api, Anggota Parlemen Inggris Ini Bela Nabi Muhammad

News | Rabu, 07 Juli 2021 | 08:30 WIB

Transformasi Italia, Sempat Jadi Tim Hina Kini Calon Raja Eropa

Transformasi Italia, Sempat Jadi Tim Hina Kini Calon Raja Eropa

Bola | Rabu, 07 Juli 2021 | 08:22 WIB

Sesumbar Trippier Jelang Inggris vs Denmark: Kami Ingin Ciptakan Sejarah

Sesumbar Trippier Jelang Inggris vs Denmark: Kami Ingin Ciptakan Sejarah

Bola | Rabu, 07 Juli 2021 | 07:51 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×