Namun, pada 2008 ia dan keluarganya memutuskan mengungsi ke Qatar usai terjadi perang di Somalia. Sampai akhirnya, ia dinaturalisasi pada 2018.
4. Ahmed Alaaeldin (Penyerang)
Ahmad Alaaeldin menjadi salah satu pemain naturalisasi Qatar yang dibawa ke ajang Piala Emas CONCACAF 2021.
Sejatinya, Alaaeldin merupakan kelahiran Mesir. Namun pada 2010 ia dibawa sang ayah ke Doha. Meski berdarah Mesir, ia memilih untuk membela Qatar di ajang internasional.
5. Assim Madibo (Gelandang)
Pemain berdarah Sudan ini mengawali kariernya di Prancis bersama Auxerre. Assim Madibo memiliki darah Sudan dari kedua orang tuanya.
Namun, karena ia lahir di Qatar, ia pun memutuskan membela negara kelahirannya ketimbang negara asal orang tuanya.
6. Karim Boudiaf (Gelandang)
Karim Boudiaf lahir di Prancis. Namun ia memiliki darah Maroko-Aljazair dari kedua orang tuanya.
Ia sempat membela Aljazair U-23. Tapi selanjutnya ia memilih membela The Maroon karena mendapat kewarganegaraan dari Qatar.
7. Mohammed Waad (Gelandang)
Sama seperti Abdurisag, Mohammed Waad merupakan warga Irak dan mengungsi ke Qatar saat terjadi invasi Amerika Serikat.
Karena tumbuh di Qatar, maka ia memutuskan membela The Maroon di ajang internasional ketimbang tanah kelahirannya.
8. Musab Kheder (Bek)
Sama seperti Ali, Musab Kheder lahir dan tumbuh di Sudan sebelum pindah ke Qatar bersama keluarganya.
Pemain berusia 27 tahun ini pun menjalani karier di klub Qatar dan memutuskan membela The Maroon di ajang internasional.
9. Abdulaziz Hatem (Gelandang)
Abdulaziz Hatem memiliki darah Sudan dari kedua orang tuanya. Namun, ia lahir dan tumbuh di Qatar.
Karena alasan tersebut, ia membela Qatar di ajang internasional ketimbang tanah leluhurnya sendiri.
10. Ahmed Suhail (Bek)
Ahmed Suhail sendiri merupakan anak dari mantan penjaga gawang Irak, Suhail Saber. Namun, ia memilih Qatar sebagai negara yang ia representasikan.
Setali tiga uang, saudara Suhail, Rami Suhail, juga dinaturalisasi turut dinaturalisasi oleh Qatar.
11. Bassam Al –Rawi (Gelandang)
Gerbong Irak di Qatar tak berhenti begitu saja. Masih ada nama Bassam Al-Rawi yang memilih Qatar sebagai tim nasionalnya.
Al-Rawi sendiri lahir di Irak sebelum pindah ke Qatar dan menempuh pendidikan serta karier di negeri kaya raya tersebut.
12. Boualem Khoukhi (Bek)
Kasus Boualem Khoukhi sendiri terbilang aneh. Proses naturalisasinya tergolong banyak drama. Sebelumnya, ia menolak membela Qatar dan meneguhkan diri membela Aljazair.
Bahkan ikrar cinta Aljazair yang ia layangkan saat di Qatar. Sayangnya, karena tak ada panggilan datang, ia pun membelot ke Qatar.
13. Pedro Miguel Carvalho Deus Correia (Bek)
Dari nama saja sudah ketahuan bahwa Pedro Miguel bukan warga asli Qatar. Ya, bek tangguh berusia 30 tahun ini merupakan warga Portugal.
Namun, pada 2011 ia bermain untuk Al-Ahli. Lima tahun kemudian ia mendapat paspor Qatar dan membela The Maroon di ajang internasional.
Kontributor: Zulfikar Pamungkas