Suara.com - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa nasib pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong pasca Piala AFF 2020 ada di tangan Direktur Teknik Indra Sjafri dan Komite Eksekutif (Exco).
Hasil yang diraih timnas Indonesia di Piala AFF 2020 akan menjadi pertimbangan PSSI dalam menentukan nasib juru taktik asal Korea Selatan itu. Bertahan atau tidak.
Mochamad Iriawan menerangkan dalam setiap kejuaraan bakal ada evaluasi yang dilakukan. Begitu juga nanti selepas bergulirnya Piala AFF.
Seperti ketika melakoni Kualifikasi Piala Asia 2023 melawan Taiwan. Mantan Kapolda Metro Jaya itu pun menyebut juru formasi asal Korea Selatan tersebut audah menerima konsekuensinya andai gagal.
"Tapi, kan akhirnya menang. Malah peringkat kita Timnas Indonesia naik di ranking FIFA," kata Iriawan di Stadion Madya, Jakarta, Rabu (10/11/2021).
"Jadi kami akan serahkan kepada tim evaluasi, yang dipimpin oleh Exco dan Dirtek nanti. Saya kira kemarin kan sudah menang juga, jadi ada performa yang meningkat dan baik," terangnya.
Begitu juga ketika Shin Tae-yong memimpin Timnas Indonesia U-23 di Kualifikasi Piala Asia U-23 2022 melawan Australia. Meski kalah, Iriawan menyebut performa tim Merah Putih tidak hancur.
"Kemarin juga kualifikasi lawan Australia nggak jelek-jelek amat, meskipun kita kalah tapi terhormat. Kita betul-betul ingin menang, kalah 1-0, kalah 3-2. Jarang sekali, biasanya kan 6-1, 5-0, tapi ya itu menjadi pertimbangan kita juga dan tim dari evaluasi yang ada di PSSI," terangnya.
"Jadi ada timnya, ada Pak Endri Erawan (Exco), Pak Haruna Soemitro (Exco), ada Sekjen (Yunus Nusi), dan Dirtek untuk bisa berdiskusi. Kemarin kita lihat ternyata hasilnya bagus gitu kan," pungkasnya.