alexametrics

Ralf Rangnick, Melatih di Usia 25 Tahun dan Jadi Tumbal Proyek Klub Red Bull

Reky Kalumata
Ralf Rangnick, Melatih di Usia 25 Tahun dan Jadi Tumbal Proyek Klub Red Bull
Direktur Pengembangan RB Leipzig dan RB Salzburg, Ralf Rangnick. [John MACDOUGALL / AFP]

Rangnick semakin dekat bergabung dengan Manchester United.

Suara.com - Manchester United saat ini santer dihubung-hubungkan dengan Ralf Rangnick, sosok besar dalam dunia sepak bola Jerman dan kesuksesan pelatih asal Fatherland.

Setelah Zinedine Zidane dan Mauricio Pochettino hingga Brendan Rodgers yang dikaitkan dengan Manchester United, nama baru yang muncul langsung membuat publik terkejut.

Sosok Ralf Rangnick, pria berusia 63 tahun dengan visi permainan yang cerdas disebut bakal calon pelatih interim Manchester United hingga akhir musim 2021-2022.

Ralf Rangnick bukanlah sosok baru di sepak bola, dialah guru dari Jurgen Klopp dan Thomas Tuchel yang saat ini menuai kesuksesan di Liga Inggris.

Baca Juga: Ralf Rangnick Merapat ke Manchester United, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?

Man United disebut hanya tinggal menunggu waktu untuk segera meresmikan Rangnick sebagai manajer anyar klub pengganti Ole Gunnar Solskjaer.

Terlepas dari itu, kisah Rangnick merintis karier sebagai pelatih terbilang menarik karena ia memulai dari usianya yang termasuk masih sangat muda saat itu.

Dilansir dari The Sun, pria Jerman ini mengawali karier melatih di usianya yang masih 25 tahun pada 1983 usai pensiun dari karier semi-profesional.

Ia memiliki teori yang sangat bertentangan dengan tren saat itu, yang juga digunakan timnas Jerman yakni sistem formasi 3-5-2 dengan man-marking.

Padahal timnas Jerman juga sudah mencicipi kesuksesan dengan sistem tersebut, menjadi runner up di Piala Dunia 1986 dan menjadi juara di Piala Dunia 1990.

Baca Juga: Digandeng Manchester United, Ralf Rangnick di Old Trafford sampai 2023

Rangnick merupakan sosok pelatih dengan segudang ide untuk memainkan sepak bola yang indah, sejumlah klub ternama Jerman pernah merasakan tangan dinginnya.

Seperti Stuttgart, Hannover, Schalke 04 hingga teranyar adalah klub binaan Red Bull, RB Leipzig.

Klub yang juga membuat Rangnick memutuskan mundur dari jabatan pelatih Schalke 04 pada 2011 dengan alasan untuk beristirahat.

Namun pada kenyataan ia justru menjadi tumbal dari proyek Red Bull untuk sejumlah klub sepak bola yang mereka naungi keberadannya.

Tak hanya RB Leipzig, Rangnick menjalani proyek yang tujuannya mengawasi perkembangan dua klub lainnya, RB Salzburg dan New York sebagai Direktur Olahraga.

Dana yang dikeluarkan miliarder Austria, Dietrich Mateschitz untuk proyek yang digarap Ralf Rangnick berbuah hasil besar dan manis.

Hanya dalam kurun waktu enam tahun, Rangnick membawa RB Leipzig berlari dari divisi keempat Liga Jerman ke Bundesliga.

RB Leipzig pun menjelma sebagai kekuatan baru Jerman, tak hanya di kompetisi domestik tetapi juga di kompetisi internasional seperti Liga Champions.


Kontributor: Eko Isdiyanto

Komentar