Ambil contoh adalah Liga Thailand atau Thai League. Rata-rata, kompetisi tertinggi Thailand itu memainkan pertandingan selambat-lambatnya pada pukul 19.30 waktu setempat.
Lalu Liga Vietnam juga rata-rata memainkan laga selambat-lambatnya pada pukul 19.15 waktu setempat. Pun dengan Singapura yang memainkan laga selambat-lambatnya di jam 19.45 waktu setempat.
Selain tiga negara tersebut, ada pula Filipina yang memainkan laga selambat-lambatnya pada pukul 20.00 waktu setempat. Liga Malaysia sendiri paling lambat memainkan laga pukul 21.00 waktu setempat.
Hanya Indonesia saja dengan kompetisi Liga 1 yang memainkan pertandingan di atas pukul 20.30 WIB atau 21.30 WITA yang masuk dalam jam-jam Prime Time.
Karena laga digelar terlalu malam ini, FIFA pun mengeluarkan rekomendasi agar laga tak boleh digelar di malam hari dan selambat-lambatnya digelar pada pukul 5 sore.
Hal ini direkomendasikan oleh FIFA agar mengurangi resiko munculnya tindakan kekerasan di tempat lain akibat laga terlalu malam.
Dari pihak suporter sendiri, laga terlalu malam pun akan membuat beberapa suporter kesulitan mendapat akses transportasi untuk pulang.
Hal ini berlaku pada beberapa suporter, seperti PSM Makassar yang bermain di Pare-pare, Persija Jakarta yang musafir ke Bogor dan sederet suporter dari tim lainnya.
[Penulis: Felix Indra Jaya]