Update Kasus Tunggakan Gaji Pemain Kalteng Putra, APPI Sayangkan Sikap Komdis PSSI

Reky Kalumata, Adie Prasetyo Nugraha

Kamis, 08 Februari 2024 | 09:48 WIB
Update Kasus Tunggakan Gaji Pemain Kalteng Putra, APPI Sayangkan Sikap Komdis PSSI
Para pemain Kalteng Putra saat menjalani latihan. [Dok. Instagram/@kaltengputra_id]

Suara.com - Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) memberikan kabar terbaru mengenai kasus tunggakan gaji para penggawa Kalteng Putra. Salah satunya adalah menanggapi sanksi yang dijatuhi Komite Disiplin (Komdis) PSSI.

Sekadar mengingat, Kalteng Putra sedang menunggak gaji 29 pemainnya dengan rincihan berbeda-beda. Karena hal tersebut membuat ke-29 pemain itu ogah bertanding dalam laga lanjutan Liga 2 melawan PSCS Cilacap beberapa waktu lalu.

Karena menolak untuk bertanding itulah yang membuat Komdis PSSI jatuhi sanksi kepada 29 pemain. Meski cuma teguran keras, APPI merasa Komdis PSSI tidak melihat kenyataan yang terjadi.

"APPI menyayangkan adanya hukuman yang diberikan kepada para pemain sekalipun hukuman yang diberikan berupa “Teguran Keras”," tulis APPI dilansir, Kamis (8/2/2024).

Hal ini dikarenakan ada alasan yang sangat prinsipil mengapa para pemain menolak untuk bermain dikarenakan hak dasarnya yang belum terpenuhi. Namun APPI dan para pemain tetap menghormati Putusan dari Komite Disiplin PSSI tersebut," sambungnya.

Adapun Kalteng Putra juga melakukan tindakan membuat laporan kepada polisi dengan dugaan pencemaran nama baik. Ke-29 pemain itu pun sudah mendapat surat untuk melakukan pemeriksaan.

Menyikapi hal ini, APPI meminta kepada pihak kepolisian untuk melakukan jadwal pemanggilan ulang. Pasalnya, imbas dari gaji belum dibayarkan itu membuat Shahar Ginanjar dan kawan-kawan tidak bisa melakukan perjalanan ke Kalimantan Tengah.

"Bahwa atas laporan polisi pada tanggal 25 Januari 2024, telah dilakukan surat panggilan oleh Polda Kalimantan Tengah terhadap 23 pemain diantaranya surat panggilan tersebut meminta para pemain untuk datang pada tanggal 31 Januari 2024-8 Februari 2024," kata Jannes H. Silitonga selaku APPI Head Legal.

"Atas hal ini kami telah mengirimkan surat selaku kuasa hukum para pemain kepada Polda Kalimantan Tengah terkait surat panggilan tersebut," sambungnya.

baca juga

Terakhir, APPI telah mengirimkan permohonan penyelesaian perselisihan sengketa kontraktual tersebut kepada NDRC Indonesia. Ini setelah berbagai upaya komunikasi telah dilakukan oleh para pemain dan APPI kepada Klub Kalteng Putra, namun tidak membuahkan respon yang positif.

“Kami telah mengirimkan 28 kasus kepada NDRC Indonesia, 27 kasus diantaranya perselisihan keterlambatan gaji dan ada 1 kasus pembayaran kompensasi atas pemutusan kontrak yang belum terbayarkan sejak 7 November 2023," ujar M. Hardika Aji selaku CEO APPI

"Lalu untuk pesepakbola asing kami tengah berkoordinasi dengan players union di negara pemain tersebut berasal sambil mempersiapkan pengajuan ke DRC FIFA," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Timnas Indonesia U-23 Bakal Tampil di Piala Asia, Prioritas Utama PSSI Tetap Tim Senior

Timnas Indonesia U-23 Bakal Tampil di Piala Asia, Prioritas Utama PSSI Tetap Tim Senior

Bola | Rabu, 07 Februari 2024 | 17:52 WIB

Penjelasan PSSI Soal Naturalisasi Nathan Tjoe-A-On, Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen Macet, Apa yang Terjadi?

Penjelasan PSSI Soal Naturalisasi Nathan Tjoe-A-On, Thom Haye dan Ragnar Oratmangoen Macet, Apa yang Terjadi?

Bola | Rabu, 07 Februari 2024 | 17:30 WIB

Mengulas Persiraja Banda Aceh, Semifinalis Liga 2 dengan Harga Skuad Terendah

Mengulas Persiraja Banda Aceh, Semifinalis Liga 2 dengan Harga Skuad Terendah

Bola | Rabu, 07 Februari 2024 | 14:36 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×