![Duel Bali United vs Madura United dalam laga kedua Grup B Piala Presiden 2024 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu (24/7/2024). [Dok. instagram/@baliunitedfc]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/07/24/75591-duel-bali-united-vs-madura-united-dalam-laga-kedua-grup-b-piala-presiden-2024-privat-mbarga.jpg)
Privat Mbarga merupakan pemain andalan Bali United sejak 2021, yang jarang diketahui, ia adalah orang Kamboja.
Ya, Privat Mbarga mendapatkan kewarganegaraan Kamboja pada Oktober 2023 lalu.
Pemain yang kini berusia 33 tahun, lahir di Douala, Kamerun, namun kini sudah berstatus tanpa klub.
Bersama Bali United, Privat Mbarga total mencatatkan 113 penampilan dengan mencetak 37 gol dan 29 assist. Ia juta turut mempersembahkan gelar juara liga musim 2021/2022.
3. Mike Ott

Gelandang serang asal Filipina ini merupakan andalan Visakha FC di Liga Kamboja musim 2024-2025.
Namun sebelum itu, Mike Ott lebih dulu jdi andalan Barito Putera sejak musim 2022-2023.
Bersama Laskar Antasari, Mike Ott mencatatkan 60 pertandingan dengan mencetak 10 gol dan tujuh assist.
4. Andres Nieto
![Kamboja Diperkuat Rekan Eks Pemain Real Madrid di Piala AFF 2024 [Instagram Andres Nieto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/12/02/11241-andres-nieto.jpg)
Nama Andres Nieto tengah jadi perbincangan hangat sepak bola Tanah Air setelah dikabarkan sepakat gabung Bhayangkara FC.
Pemain berusia 29 tahun berposisi sebagai sayap kiri, bermain untuk Phnom Penh Crown sejak 2019 lalu.
Namun kontraknya tidak diperpanjang setelah musim 2024-2025 berakhir, namanya disebut telah bergabung Bhayangkara FC.
Itulah beberapa nama pemain asal atau berlatar belakang Kamboja yang menjadi sorotan dalam kancah sepak bola Indonesia.
Kehadiran mereka bukan hanya sekadar pelengkap, namun bisa menjadi indikasi bahwa Liga Indonesia mulai dilirik kembali oleh para pemain asing dari Asia Tenggara, termasuk dari liga yang sedang berkembang seperti Kamboja.
Masuknya pemain-pemain ini juga membawa dampak positif, tidak hanya dari segi kualitas permainan, tetapi juga dalam hal popularitas dan daya tarik liga secara regional.
Dengan meningkatnya jumlah pemain asing dari negara-negara ASEAN, diharapkan kompetisi di Liga 1 bisa semakin kompetitif dan berkelas, sekaligus menjadi magnet bagi sponsor, penonton, dan talenta muda lokal untuk terus berkembang.
Selain itu, pertukaran pemain antarnegara Asia Tenggara ini juga bisa memperkuat hubungan antar federasi dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam bidang pembinaan, transfer, maupun pemasaran liga.
Kita nantikan, apakah tren ini akan terus berlanjut dan menjadi bagian dari era kebangkitan sepak bola nasional.
Yang pasti, Liga Indonesia harus terus berbenah, dari segi manajemen, infrastruktur, hingga tata kelola kompetisi, agar tak hanya menjadi tujuan karier para pemain asing, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi para pemain lokal.
Kontributor: Eko