Suara.com - Rekrutan anyar Persija Jakarta, Jordi Amat, bakal menggunakan nomor punggung 21. Lantas, apa alasannya?
Nomor 21 jarang sekali digunakan oleh pemain yang berposisi sebagai bek tengah. Angka itu biasanya dipakai pemain-pemain yang berposisi di tengah atau belakang.
Ternyata, Jordi memilih nomor 21 karena merupakan tanggal kelahiran dirinya. Mantan pemain Johor Darul Ta'zin itu lahir di Barcelona, Spanyol pada 21 Maret 1992.
“Meet our new number 21 @Jordiamat5,” tulis Persija Jakarta.
Jordi Amat diumumkan sebagai pemain baru Persija Jakarta beberapa waktu lalu. Ia diperkenalkan untuk pertama kalinya di Jakarta Internasional Stadium (JIS), Jakarta, Sabtu (5/7/2025).
Setelah resmi menjadi pemain Persija, Jordi Amat akui ingin segera mencatatkan debut bersama tim kesayangan Jakmania itu.
Lelaki yang sempat membela Swansea City itu berpeluang debut dalam laga uji coba Persija jelang bergulirnya Liga 1 2025/2026 pada pekan kedua Agustus nanti.
Persija dikabarkan bakal menggelar uji coba di Jakarta International Stadium (JIS) akhir Juli ini sekaligus launching skuad musim 2025/2026.
Sejauh ini baru tiga pemain yang didatangkan Persija, yakni Eksel Runtukahu, Van Basty Sousa (Brasil), dan Jordi Amat.
"Saya sudah tidak sabar bermain untuk Persija dan tidak sabar untuk mengenakan jersey merah kebanggaan Persija," kata Jordi Amat dilansir dari laman resmi klub.
Target Jordi Amat
![Rizky Ridho bisa mendapatkan dampak positif usai Jordi Amat resmi bergabung dengan Persija Jakarta. [Dok. IG Persija]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/07/21903-jordi-amat.jpg)
Sebelum akhirnya berlabuh di Persija, Jordi telah meraup banyak pengalaman bersama Espanyol (2010–2012), Rayo Vallecano (2012–2013), Espanyol (2013), Swansea (2013–2018), Real Betis (2017–2018), Rayo Vallecano (2018–2020), KAS Eupen (2019–2022), dan Johor Darul Ta’zim (2022–2025).
Tak hanya bersinar di klub, ia pun memiliki rekam jejak spesial bersama tim nasional.
Deretan pengalamannya itulah yang membuat Persija memilih berjabat tangan dengannya.
Kini, ia sudah tiba di Jakarta, kota yang tak pernah diam, yang selalu mendidih oleh ambisi kejayaan.
Bek kelahiran Barcelona, 21 Maret 1992 itu harus paham, Persija adalah cermin dari kota ini, tangguh, penuh sejarah, dan selalu menolak kalah.
“Saya sudah tidak sabar bermain untuk Persija dan tidak sabar untuk mengenakan jersey merah kebanggaan Persija,” kata Jordi.
Lantas, apa targetnya?

“Saya ingin menang, sejak kecil, setiap pekan kami bermain, maka harus menang" tegas pemain Timnas Indonesia itu.
"Di pikiran saya setiap berada di lapangan, selalu ingin menang. Klub dan semua orang di sini menginginkan hal yang sama, jadi mari kita lakukan,” jelasnya
Di pundaknya, Persija menitipkan kepercayaan. Di langkahnya, Persija menggantungkan keteguhan.
Dua tahun pertama bisa berlanjut karena ada opsi perpanjangan satu tahun lagi.
Juara di Liga 1 2025/2026
Untuk mewujudkan target ambisius juara Liga 1, manajemen Persija Jakarta terus melakukan pembenahan menyeluruh terhadap skuad.
![Here We Go! Jordi Amat Resmi Gabung ke Persija Jakarta [Instagram Persija]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/05/38232-jordi-amat.jpg)
Evaluasi telah dilakukan sejak akhir musim lalu, dengan fokus pada penguatan lini-lini krusial melalui rekrutan pemain baru yang dianggap sesuai dengan kebutuhan tim.
Baik pemain lokal maupun asing menjadi bagian dari rencana strategis yang disusun oleh pelatih Mauricio Souza dan tim pelatih.
Mauricio Souza diketahui memiliki peran signifikan dalam menyusun komposisi tim.
Ia memberikan rekomendasi nama-nama pemain yang dinilai mampu menjalankan filosofi bermain yang ia terapkan.
Pelatih asal Brasil itu disebut menginginkan pemain yang tidak hanya berkualitas secara teknik, tetapi juga memiliki fleksibilitas posisi, etos kerja tinggi, dan kemampuan beradaptasi cepat dengan sistem permainan.
Di sisi lain, manajemen klub tetap mempertimbangkan keseimbangan antara kualitas pemain dan aspek finansial.
Persija tidak ingin gegabah dalam mendatangkan nama besar jika tidak sesuai dengan kebutuhan tim secara keseluruhan.
Pendekatan yang digunakan adalah selektif dan realistis, dengan mengutamakan efektivitas dan efisiensi dalam proses perekrutan.
Selain fokus pada pemain asing dan naturalisasi, Persija juga mulai melirik potensi pemain muda Indonesia yang sempat merumput di luar negeri.
Beberapa nama yang pernah berkarier di Eropa masuk dalam radar pencarian pemain untuk memperkuat kedalaman skuad musim depan.
Langkah ini sejalan dengan strategi jangka panjang klub untuk membangun tim yang kuat namun tetap berkelanjutan.
Persiapan jelang Liga 1 2025/2026 dirancang matang, termasuk agenda latihan pramusim yang akan dimulai pada akhir Juni di Jakarta.
Setelah itu, tim direncanakan menjalani pemusatan latihan di luar negeri sebagai bagian dari pemantapan strategi dan chemistry antar pemain.
Turnamen pramusim pun tengah dipertimbangkan untuk memberikan gambaran awal performa tim sebelum kompetisi resmi dimulai.
Dengan pendekatan menyeluruh tersebut, Persija Jakarta berharap dapat kembali ke jalur persaingan gelar juara, sekaligus membayar kepercayaan dan dukungan penuh dari Jakmania.