- Jesus Casas punya pengalaman panjang dari Eropa hingga Timur Tengah.
- Pernah membawa Irak juara Piala Teluk Arab dan tiga kali kalahkan Indonesia.
- Namanya kini muncul sebagai kandidat kuat pelatih baru Timnas Indonesia.
Suara.com - Nama Jesus Casas tiba-tiba jadi topik hangat di kalangan pecinta sepak bola nasional. Pelatih asal Spanyol itu kini dikaitkan dengan kursi panas Timnas Indonesia usai Patrick Kluivert resmi berpisah dengan PSSI.
Casas bukan sosok baru di dunia kepelatihan. Ia sudah berkelana dari sepak bola Spanyol hingga Timur Tengah, mengantongi pengalaman di level klub dan tim nasional.
Menariknya, ia juga pernah jadi “lawan” yang membuat langkah Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026 terhenti.
Berikut perjalanan karier Jesus Casas yang menjadikannya salah satu kandidat ideal pelatih Garuda.
Dari Cadiz Muda hingga Tim Nasional
Perjalanan Casas di dunia kepelatihan dimulai dari tempat kelahirannya sendiri, Cadiz, Spanyol.
Ia memulai karier sebagai pelatih tim muda Cadiz pada 2003, kemudian naik menukangi Cadiz B selama dua periode (2004–2005 dan 2008–2009).
Dari situ, Casas terus mengasah kemampuan taktikalnya di sejumlah klub kecil seperti Rota, Deportes Romero, hingga Balon de Cadiz.
Meski tidak menukangi klub besar, pengalaman tersebut membentuk gaya kepelatihannya yang rinci dan terstruktur.
Singgah di Inggris dan Timnas Spanyol
Langkah besar pertama Casas terjadi ketika ia bergabung dengan Watford pada 2018. Saat itu, ia menjadi bagian dari staf pelatih Javi Gracia di Premier League.
Meskipun hanya bertahan semusim, Casas mendapat banyak pelajaran soal intensitas dan disiplin gaya sepak bola Inggris.
Masih di tahun yang sama, kariernya melesat lebih jauh. Ia dipercaya menjadi asisten pelatih Timnas Spanyol di bawah Luis Enrique.
Empat tahun bekerja bersama Enrique (2018–2022) membuat Casas banyak belajar soal filosofi penguasaan bola dan pendekatan menyerang yang khas La Furia Roja.
Puncak Karier: Menangani Timnas Irak
Kesempatan menjadi pelatih kepala datang pada Oktober 2022, saat Federasi Sepak Bola Irak (IFA) menunjuk Casas untuk memimpin tim nasional mereka.
Keputusan itu terbukti tepat. Hanya dalam waktu singkat, Casas membawa Irak meraih gelar juara Piala Teluk Arab 2023, trofi bergengsi di kawasan Timur Tengah.
Bagi publik Indonesia, nama Casas tentu tak asing. Ia tiga kali memimpin Irak melawan Timnas Indonesia antara 2023–2024, dan semuanya berakhir dengan kemenangan untuk skuad “Singa Mesopotamia”.
Pengalamannya menghadapi Garuda membuat banyak pihak menilai ia sudah cukup mengenal karakter permainan Indonesia.
Namun, perjalanan manis itu berakhir pada Maret 2025, setelah Irak kalah dari Palestina di kualifikasi Piala Dunia 2026. Tak lama kemudian, Casas resmi meninggalkan jabatannya.
Filosofi dan Gaya Kepelatihan
Sebagai pelatih modern, Jesus Casas dikenal mengutamakan penguasaan bola dan pergerakan tanpa bola yang dinamis—warisan dari masa kerjanya bersama Luis Enrique.
Ia juga dikenal disiplin dan berorientasi pada detail, dua hal yang sering membuat tim-timnya tampil kompak meski tanpa pemain bintang.
Siap Menangani Timnas Indonesia?
Dengan kombinasi pengalaman di Eropa dan Asia, banyak pengamat menilai Casas punya profil ideal untuk mengangkat level permainan Timnas Indonesia.
Ia mengenal kultur sepak bola Asia, paham atmosfer kompetisi internasional, dan punya rekam jejak dalam membangun tim dari nol.
Apabila benar PSSI memilih Jesus Casas sebagai penerus Kluivert, publik sepak bola nasional tampaknya akan menyaksikan gaya bermain Garuda yang lebih terorganisir, disiplin, dan agresif di masa depan.