Pencetak 99 Gol di Liga Asia Masuk Rekomendasi Eks Petinggi PSSI Jadi Calon Pelatih Timnas Indonesia

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Senin, 20 Oktober 2025 | 12:57 WIB
Pencetak 99 Gol di Liga Asia Masuk Rekomendasi Eks Petinggi PSSI Jadi Calon Pelatih Timnas Indonesia
Timnas Indonesia (ig Timnas Indonesia)
  • Mochamad Iriawan desak PSSI tunjuk kembali Shin Tae-yong sebagai Pelatih Garuda.

  • STY dinilai sukses membangun mental juara dan disiplin Timnas Indonesia.

  • PSSI kini pegang keputusan akhir setelah kegagalan Patrick Kluivert.

Capaian historis yang ditorehkan Shin Tae-yong tersebut menjadi pertimbangan utama Mochamad Iriawan bagi PSSI.

Mochamad Iriawan menekankan bahwa Shin Tae-yong telah memiliki ikatan batin yang sangat kuat dengan pemain Timnas Indonesia.

Ia menyebutkan bahwa Pelatih Garuda tersebut sudah sangat memahami karakter, kemampuan, dan semangat juang skuad Merah-Putih.

Hubungan ini terbentuk dari interaksi yang cukup lama, bahkan sejak Shin Tae-yong pertama kali didatangkan oleh PSSI.

Faktor komunikasi bukanlah penghalang sebab anak-anak Timnas Indonesia sudah mengerti bahasa tubuh sang Pelatih Garuda.

Iwan Bule menegaskan bahwa kemampuan adaptasi Shin Tae-yong ini menjadi modal vital bagi PSSI ke depan.

Mantan Ketua Umum PSSI ini juga menyoroti kemajuan pesat yang terjadi pada Timnas Indonesia di era Shin Tae-yong.

Pembangunan chemistry yang dilakukan Pelatih Garuda Korea ini sangat signifikan meskipun sempat terganggu pandemi COVID-19.

Mochamad Iriawan menggarisbawahi tiga pilar utama keberhasilan program latihan Shin Tae-yong.

Pilar pertama adalah pengangkatan mental pemain menjadi mental petarung, pemenang, dan juara di Timnas Indonesia.

Pilar kedua yang menjadi fokus Pelatih Garuda adalah kedisiplinan tinggi, yang sangat penting bagi kesatuan tim di mata PSSI.

Pilar terakhir yang tidak kalah penting adalah penekanan Shin Tae-yong pada stamina prima setiap penggawa Timnas Indonesia.

Mochamad Iriawan mengutip pandangan Shin Tae-yong bahwa taktik dan skill terbaik tidak akan berguna tanpa stamina yang mumpuni.

Tanpa fisik yang mendukung, pemain Timnas Indonesia tidak akan bisa bermain penuh selama 2x45 menit, apalagi jika ada tambahan waktu.

Tiga perkembangan signifikan ini, menurut Mochamad Iriawan, menjadi alasan kuat mengapa PSSI harus mempertimbangkan kembali Pelatih Garuda asal Korea Selatan.

Dia menyampaikan saran ini murni atas dasar kecintaannya kepada sepak bola Timnas Indonesia dan bukan kepentingan pribadi.

Saran ini juga datang sebagai respons atas banyaknya pesan dari netizen yang mengharapkan kembalinya Shin Tae-yong.

Berikut adalah kutipan langsung dari Mochamad Iriawan yang disampaikan melalui akun Instagram resminya:

"Assalamualaikum. Saya, Mochamad Irawan, mantan ketua Umum PSSI atau Ketua Umum PSSI 2019-2023, dan terkhusus sekarang saya dan dari dulu pencinta sepakbola Indonesia, lebih khusus lagi adalah Tim NAsional Indonesia,” kata Iwan Bule di akun Instagram resminya, @mochamadiriawan84.

"Belakangan ini, kita semua mendengar bahwa ada isu tentang pergantian Pelatih Garuda kepala Timnas Indonesia yang kemarin sudah selesai kontraknya atau dipecat. Terkait itu saya ingin menyampaikan saran kepada federasi, kepada PSSI, kepada Exco PSSI untuk mempertimbangkan kembali sosok Pelatih Garuda yaitu STY, Shin Tae-yong sebagai Pelatih Garuda Timnas Indonesia, menggantikan Patrick Kluivert.”

"Kenapa demikian? Alasan saya sederhana, STY atau Shin Tae-yong sudah sangat mengenal karakteristik, kemampuan, dan semangat penggawa Garuda. Mereka sudah berinteraksi lama, cukup lama, jadi mereka hafal, mereka tahu. Meskipun secara bahasa STY memakai bahasa Korea, tapi sudah dipahami oleh anak-anak Timnas."

"Ini tentunya pembangunan chemistry yang sudah dilakukan STY kepada Timnas kita. Kita tahu jamannya STY cukup banyak kemajuan, padahal waktu itu kita kena COVID hampir dua tahun. Tapi, Alhamdulillah mereka bisa melakukan kemajuan-kemajuan yang sangat baik antara Pelatih Garuda dengan pemainnya."

"Di mana kita tahu pola-pola yang dilakukan oleh STY yang pertama sesuai dengan kesepakatan kami adalah pertama mental anak-anak kita diangkat menjadi mental petarung, jadi mental pemenang, dan juga menjadi mental juara."

"Yang kedua adalah disiplin. Yang dianggap sangat disiplin. Kita berterima kasih bahwa disiplin sangat penting untuk satu kesatuan Tim Nasional. Di mana kita tahu ada anak-anak yang hanya telat beberapa menit dicoret dari pelatihan Timnas. Saya pikir ini menunjukkan kekompakan yang sangat baik."

"Yang ketiga adalah stamina. Di mana stamina ditekankan oleh STY. Karena sekali lagi, di mana anak-anak mempunyai taktik, strategi atau apapun yang terbaik."

"Skill yang terbaik, tapi kalau stamina tidak mendukung dia tidak akan bisa bermain penuh dalam 2x45 apalagi kalau ada tambahan waktu. Jadi tiga hal ini yang luar biasa, yang saya lihat perkembangannya cukup signifikan."

Mochamad Iriawan menyatakan harapannya bahwa usulan ini dapat diterima baik oleh Exco PSSI demi kemajuan Timnas Indonesia.

Meskipun demikian, Mochamad Iriawan menyerahkan sepenuhnya keputusan final pemilihan Pelatih Garuda kepada federasi PSSI.

Dorongan ini hanyalah bentuk kecintaan murni kepada sepak bola nasional yang ingin melihat Timnas Indonesia mencapai puncak dunia.

Ia mengakhiri pernyataannya dengan keyakinan bahwa sepak bola nasional akan berkembang lebih maju di bawah bimbingan Shin Tae-yong.

Keputusan akhir untuk posisi Pelatih Garuda pengganti Kluivert kini berada di tangan PSSI setelah mendengar saran tegas dari Mochamad Iriawan.

Karier Shin Tae-yong

Setelah lulus dari Yeungnam University, Shin menghabiskan selama 12 musim bermain bersama Ilhwa Chunma. Dia memenangkan K-League Young Player of the Year Award di tahun 1992, di tahun pertama kariernya sebagai pemain profesional.

Dia pernah menjadi pemain kunci untuk Ilhwa Chunma ketika mereka memenangkan K-League tiga tahun berturut-turut, yakni dari tahun 1993 hingga 1995.

Khususnya di tahun 1995, dia menjadi MVP K-League, selain itu ia juga memenangkan Asian Club Championship pada akhir tahun.

Setelah itu, Ilhwa Chunma tersendat untuk beberapa waktu, tetapi mereka sukses dalam menaklukkan pertandingan kembali dibawah kontribusi Shin Tae-yong.

Mereka berhasil menjuarai liga untuk tiga tahun berturut-turut dari tahun 2001-2003, dan Shin Tae-yong juga memenangkan MVP Award keduanya di tahun 2001.

Dia berhasil mencetak 99 gol dan 68 assist di 401 pertandingan K-League, maupun Piala Liga.

Dia bisa saja menjadi one-club man, tetapi ia memilih pergi ke Australia untuk membela Queensland Roar di A-League.

Dia dianggap sebagai salah satu pemain K-League terbaik sepanjang masa, dan dipilih untuk K-League 30th Anniversary Best XI di tahun 2013.

Ia kemudian pensiun pada tahun 2005 karena memiliki masalah dengan pergelangan kaki.

Dia menerima peran sebagai asisten pelatih di klub terakhirnya, untuk menjadi asisten Miron Bleiberg terutama dengan kemampuan tekniknya.

Dia menorehkan 23 penampilan di pertandingan internasional, termasuk di ajang Piala Asia AFC 1996 untuk tim nasional Korea Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekam Jejak Hussein Ammouta, Pelatih Finalis Piala Asia 2023 yang Dirumorkan ke Timnas Indonesia

Rekam Jejak Hussein Ammouta, Pelatih Finalis Piala Asia 2023 yang Dirumorkan ke Timnas Indonesia

Bola | Senin, 20 Oktober 2025 | 12:30 WIB

Dear Erick Thohir, Iwan Bule Minta PSSI Pertimbangkan STY

Dear Erick Thohir, Iwan Bule Minta PSSI Pertimbangkan STY

Bola | Senin, 20 Oktober 2025 | 12:10 WIB

Profil Lee Chung-yong, Pemain Ulsan HD yang Sindir Shin Tae-yong Pakai Selebrasi Golf

Profil Lee Chung-yong, Pemain Ulsan HD yang Sindir Shin Tae-yong Pakai Selebrasi Golf

Lifestyle | Senin, 20 Oktober 2025 | 11:34 WIB

Terkini

Menanti Magis Patrik Schick di Piala Dunia 2026: Bola Mati dan Kolektivitas Jadi Kunci Republik Ceko

Menanti Magis Patrik Schick di Piala Dunia 2026: Bola Mati dan Kolektivitas Jadi Kunci Republik Ceko

Bola | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:50 WIB

Tanpa Sehelai Benang Model Brasil Tempeli Tubuhnya dengan Stiker Piala Dunia

Tanpa Sehelai Benang Model Brasil Tempeli Tubuhnya dengan Stiker Piala Dunia

Bola | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:07 WIB

Egy Maulana Vikri Tak Pilih-pilih Ajang, Siap Bela Timnas Indonesia di Piala AFF atau FIFA Matchday

Egy Maulana Vikri Tak Pilih-pilih Ajang, Siap Bela Timnas Indonesia di Piala AFF atau FIFA Matchday

Bola | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:55 WIB

Bukan Lagi Kuda Hitam! Revolusi Taktik dan Generasi Emas Jadikan Maroko Penantang Juara Piala Dunia

Bukan Lagi Kuda Hitam! Revolusi Taktik dan Generasi Emas Jadikan Maroko Penantang Juara Piala Dunia

Bola | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:30 WIB

Rebutan Sebelum Piala Dunia! Arsenal dan Bayern Munich Sikut-sikutan demi 'Monster' Muda

Rebutan Sebelum Piala Dunia! Arsenal dan Bayern Munich Sikut-sikutan demi 'Monster' Muda

Bola | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:47 WIB

Persib Bandung Hattrick Juara, Terima Bonus Rp1 Miliar dari KDM

Persib Bandung Hattrick Juara, Terima Bonus Rp1 Miliar dari KDM

Bola | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:42 WIB

Persis Solo Turun Kasta, Komisaris Klub Minta Suporter Tenang: Manajemen Sedang Bergerak!

Persis Solo Turun Kasta, Komisaris Klub Minta Suporter Tenang: Manajemen Sedang Bergerak!

Bola | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:21 WIB

Jari Emiliano Martinez Retak, Absen Bela Timnas Argentina di Piala Dunia 2026?

Jari Emiliano Martinez Retak, Absen Bela Timnas Argentina di Piala Dunia 2026?

Bola | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:21 WIB

Bukan Jangka Panjang, Ini Alasan Andoni Iraola Hanya Mau 2 Tahun di Liverpool

Bukan Jangka Panjang, Ini Alasan Andoni Iraola Hanya Mau 2 Tahun di Liverpool

Bola | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:11 WIB

Sumber: Gelandang Atalanta Ederson Sepakat Gabung Manchester United Senilai Rp 845 Miliar

Sumber: Gelandang Atalanta Ederson Sepakat Gabung Manchester United Senilai Rp 845 Miliar

Bola | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:07 WIB