- PSSI tengah mencari pelatih baru usai berpisah dengan Patrick Kluivert.
- Media Uzbekistan menyebut tiga nama kandidat: Timur Kapadze, Jesus Casas, dan Thomas Doll.
- Thomas Doll, eks pelatih Persija dan Borussia Dortmund, punya pengalaman panjang di Eropa dan Asia.
Suara.com - Setelah resmi berpisah dengan Patrick Kluivert, PSSI kini bergerak cepat mencari sosok pelatih baru yang dianggap paling cocok memimpin Timnas Indonesia.
Salah satu nama yang paling santer terdengar adalah Timur Kapadze, pelatih muda asal Uzbekistan yang kini tengah naik daun.
Pelatih berusia 44 tahun kelahiran Fergana itu disebut-sebut sebagai kandidat kuat yang masuk dalam radar federasi.
Namun, menurut laporan media Uzbekistan Qalampir, Kapadze bukan satu-satunya nama yang dipertimbangkan.
"Ada tiga nama yang masuk dalam daftar calon pelatih kepala Indonesia, selain Timur, ada Jesus Casas serta eks pelatih Persija, Thomas Doll," tulis Qalampir.
Artinya, PSSI tampaknya ingin membuka peluang selebar mungkin dengan menimbang pelatih yang punya pengalaman berbeda, baik dari Asia maupun Eropa.
Jika Kapadze terpilih, ia akan membawa gaya sepak bola khas Asia Tengah yang disiplin dan efisien.
Tapi persaingannya tak akan mudah, karena Jesus Casas dan Thomas Doll juga memiliki reputasi besar.
Profil Thomas Doll: Dari Bundesliga ke Liga Indonesia
Nama Thomas Doll tentu tak asing bagi pencinta sepak bola Indonesia.
Setelah dipecat dari Persija Jakarta pada 2024, pelatih asal Jerman itu hingga kini masih berstatus tanpa klub.
Namun rekam jejaknya di dunia kepelatihan tak bisa diremehkan.
Lahir pada 9 April 1966 di Malchin, Jerman Timur, Doll tumbuh di era sepak bola yang tertutup dan disiplin.
Ia meniti karier dari klub kecil BSG Lokomotiv Malchin, sebelum masuk akademi Hansa Rostock pada 1979.
Di usia 17 tahun, ia sudah mencicipi kerasnya kompetisi DDR-Oberliga, kasta tertinggi sepak bola Jerman Timur kala itu.
Sebagai pemain, Doll mencatat 29 caps dan 7 gol untuk Jerman Timur, serta 18 caps dan 1 gol untuk Jerman setelah reunifikasi.
Begitu gantung sepatu, Doll tak butuh waktu lama untuk terjun ke dunia kepelatihan.
Ia memulai karier sebagai staf di Hamburger SV, dan promosi menjadi pelatih utama pada 2004.
Di bawah arahannya, Hamburg berhasil lolos ke Liga Champions 2005/06, sebelum performa tim menurun dan ia dipecat pada 2007.
Karier Eropa hingga Asia
Setelah Hamburg, Doll sempat menangani Borussia Dortmund, Genclerbirligi, dan Al-Hilal.
Namun reputasinya justru menanjak ketika menukangi Ferencvaros di Hungaria.
Bersama klub itu, ia menyapu bersih gelar domestik dan bahkan dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik Liga Hungaria 2016.
Petualangannya berlanjut ke Hannover 96 dan APOEL Nicosia, sebelum akhirnya Doll menerima tantangan baru di Asia Tenggara.
Pada April 2022, Persija Jakarta menunjuknya sebagai pelatih dengan kontrak tiga tahun.
Meski perjalanannya di Indonesia tak selalu mulus, Doll meninggalkan kesan kuat berkat kedisiplinan dan pendekatannya yang tegas terhadap pemain lokal.
Kontributor: Adam Ali