-
PSSI bantah Luke Keet gabung TC Timnas U-22.
-
Hanya tiga diaspora dipanggil untuk SEA Games 2025.
-
30 pemain resmi TC Timnas U-22 siap hadapi Mali.
Suara.com - Luke Xavier Keet, pemain keturunan Indonesia - Australia menjadi perbincangan karena diisukan gabung ke Timnas Indonesia.
Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Sumardji, segera mengklarifikasi rumor yang beredar mengenai potensi bergabungnya pemain keturunan yang saat ini bermain di Liga Yunani itu dengan pusat pelatihan (TC) Timnas Indonesia U-22.
Meski kabar kepastian Keet di Jakarta mencuat, Sumardji dengan tegas membantah keterlibatan pemain itu dalam skuad Merah Putih yang disiapkan untuk SEA Games 2025.
Saat ini, skuad asuhan pelatih Indra Sjafri memang sedang menjalani pemusatan latihan intensif.
Agenda TC ini juga mencakup rencana dua pertandingan persahabatan penting melawan tim kuat, Mali, sebagai bagian dari pemantapan strategi.
Secara regulasi usia, Luke Keet sebetulnya masih memenuhi syarat untuk memperkuat Timnas Indonesia U-22.
Namun, informasi mengenai pemanggilan pemain yang bersangkutan langsung dimentahkan oleh pihak otoritas tertinggi sepak bola nasional, PSSI.
Sumardji menjelaskan bahwa daftar nama resmi yang telah dirilis oleh PSSI, sesuai dengan pilihan pelatih kepala Indra Sjafri, tidak mencantumkan nama Luke Keet.
PSSI hanya mengonfirmasi pemanggilan terhadap tiga pemain diaspora untuk memperkuat tim ini.
Ketiga nama tersebut adalah Ivar Jenner dari FC Utrecht, Mauro Zijlstra dari FC Volendam, serta Dion Markx dari TOP Oss.
Isu keterlibatan Keet mencuat setelah dirinya mengunggah sebuah foto dirinya di ibu kota Indonesia melalui akun Instagram pribadinya.
Dalam unggahan tersebut, ia terlihat mengenakan seragam latihan resmi Timnas Indonesia berwarna gelap, yang memicu spekulasi di kalangan penggemar.
Namun, Sumardji memberikan penegasan final terkait status pemain yang berbasis di Yunani tersebut kepada awak media.
"Tidak ada pemanggilan terhadap Luke Keet," kata Sumardji saat dikonfirmasi awak media.
Target yang diemban Timnas Indonesia U-22 pada ajang SEA Games 2025 mendatang adalah mempertahankan supremasi dan medali emas yang telah diraih sebelumnya.
Total sebanyak 30 pemain telah dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan sebagai persiapan menuju turnamen dwitahunan ini.
Empat penjaga gawang terpilih untuk mengikuti TC, yaitu Cahya Supriadi (PSIM Yogyakarta), M Ardiansyah (PSM Makassar), Daffa Fasya (Borneo FC Samarinda), dan Ikram Al Giffari (FC Bekasi City).
Sektor pertahanan diisi oleh Kadek Arel (Bali United FC), Frengky Missa (Bhayangkara Presisi Lampung FC), Muhammad Ferarri (Bhayangkara Presisi Lampung FC), dan Raka Cahyana (PSIM Yogyakarta).
Kemudian ada Kakang Rudianto (Persib Bandung), Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta), Brandon Scheunemann (Arema FC), dan pemain diaspora Dion Markx (Top Oss/Belanda).
Melengkapi lini belakang, ada Alfharezzi Buffon (Borneo FC Samarinda), Mikael Tata (Persebaya Surabaya), dan Robi Darwis (Persib Bandung).
Di lini tengah, pemain yang dipanggil adalah Arkhan Fikri (Arema FC), Rayhan Hannan (Persija Jakarta), Toni Firmansyah (Persebaya Surabaya), dan Zanadin Fariz (Persis Solo).
Berikutnya, ada Rivaldo Pakpahan (Borneo FC Samarinda), Ananda Raehan (PSM Makassar), Rifqi Ray Farandi (Persik Kediri), dan Wigi Pratama (Persik Kediri).
Gelandang diaspora Ivar Jenner (Jong Utrecht/Belanda) juga menjadi bagian penting dalam pemusatan latihan kali ini.
Pada posisi penyerang, Hokky Caraka (Persita Tangerang) dan Rafael Struick (Dewa United Banten FC) menjadi andalan.
Ditambah lagi Jens Raven (Bali United FC), Rahmat Arjuna (Bali United FC), serta Ricky Pratama (PSM Makassar).
Lini serang ini diperkuat pula oleh kehadiran striker diaspora Mauro Zijlstra (FC Volendam/Belanda).
Dengan komposisi ini, Timnas U-22 fokus mempersiapkan diri menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan medali emas.
Fokus saat ini adalah memantapkan strategi dan kekompakan tim sebelum bertolak ke ajang SEA Games 2025.
