-
Shin Tae-yong akan tiba di Jakarta tanggal 3 Desember 2025.
-
PSSI memastikan STY tidak masuk daftar calon pelatih Timnas.
-
PSSI sedang memproses lima nama pengganti Patrick Kluivert.
Suara.com - Kabar terbaru menyebutkan bahwa mantan pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, akan segera tiba di ibukota negara dalam waktu dekat.
Perjalanan sang juru taktik berkebangsaan Korea Selatan tersebut memicu beragam spekulasi di kalangan pecinta sepak bola nasional mengenai kemungkinan adanya pertemuan dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
Kepastian mengenai rencana kedatangan STY ke Tanah Air disampaikan langsung oleh Jeong Seok-seo, yang merupakan mantan asistennya dan akrab dipanggil Jeje.
Melalui unggahan di akun media sosial Instagram pribadinya, Jeje mengumumkan detail waktu kedatangan pelatih berpengalaman tersebut.
"Coach Shin (Tae-yong) akan datang ke Jakarta tanggal 3 malam WIB, Desember ini," tulis Jeje secara jelas di platform tersebut, dikutip pada hari Selasa (2/12/2025).
Unggahan tersebut semakin memanaskan rumor di tengah situasi Timnas Indonesia yang saat ini sedang tidak memiliki sosok pelatih kepala definitif.
Kursi panas tersebut kini kosong menyusul hengkangnya Patrick Kluivert yang sebelumnya memimpin skuad Garuda.
Jeje juga menambahkan kalimat pendek bernada antusias sebagai penutup informasinya tentang rencana kedatangan STY ke Jakarta.
"Sampai ketemu Shin Tae-yong," kata Jeje, menguatkan kabar pertemuan yang akan terjadi.
Situasi kekosongan ini membuat PSSI wajib mencari figur pengganti yang kompeten untuk memimpin Tim Merah Putih selanjutnya.
Kabarnya, otoritas tertinggi sepak bola Indonesia telah menjalankan proses wawancara intensif dengan beberapa nama kandidat potensial.
PSSI sendiri sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa mereka sedang memproses total lima nama calon pelatih yang siap bersaing merebut posisi tersebut.
Beberapa figur pelatih asing ternama yang santer disebut-sebut berada dalam daftar kandidat PSSI meliputi Timur Kapadze, Giovanni van Bronckhorst, serta John Herdman.
Nama-nama ini mewakili berbagai latar belakang dan pengalaman kepelatihan yang diharapkan dapat membawa peningkatan signifikan bagi Timnas.
Namun demikian, PSSI telah memastikan bahwa nama Shin Tae-yong tidak termasuk dalam daftar lima calon yang sedang dipertimbangkan untuk mengisi posisi pelatih kepala.
Penegasan ini dikeluarkan PSSI meskipun desakan dari berbagai elemen suporter dan pecinta sepak bola Indonesia untuk melihat STY kembali sangat tinggi.
Shin Tae-yong sendiri diketahui pernah menjabat sebagai nakhoda Timnas Indonesia sebelum era Patrick Kluivert.
Selama masa kepemimpinannya, meskipun belum berhasil mempersembahkan gelar juara atau trofi, STY dinilai sukses menorehkan banyak capaian positif dan peningkatan prestasi bagi skuad Garuda.
Sayangnya, kerja sama antara STY dan PSSI harus berakhir karena adanya isu dinamika internal kepemimpinan serta masalah komunikasi yang hingga kini masih menjadi misteri publik.
Pemecatan yang dialaminya saat itu menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan penggemar setia sepak bola Tanah Air.
Mengingat rekam jejaknya, kehadiran Shin Tae-yong ke Jakarta pada awal bulan Desember ini otomatis memunculkan kembali harapan dan spekulasi di tengah bursa pencarian pelatih baru.
Meskipun PSSI telah berulang kali menyatakan tidak memasukkan nama STY, publik tetap menantikan perkembangan lebih lanjut dari kunjungan sang pelatih ikonik ini.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi dan detail mengenai agenda spesifik yang akan dijalani Shin Tae-yong selama berada di Indonesia.
Publik menantikan pernyataan resmi, baik dari pihak STY maupun PSSI, untuk mengklarifikasi tujuan utama dari perjalanan sang pelatih ke Jakarta.
Kejelasan dari PSSI tentang lima kandidat yang sedang diproses akan segera terungkap seiring dengan penentuan figur pelatih baru Timnas Indonesia.
PSSI harus segera mengambil keputusan tepat guna mempersiapkan Timnas Indonesia menghadapi berbagai agenda pertandingan internasional di masa mendatang.