- Persib Bandung mengincar gelandang berpengalaman Joey Pelupessy untuk jendela transfer Januari 2026 guna memperkuat tim.
- Pengamat Tio Nugroho mengonfirmasi potensi transfer Pelupessy karena Persib butuh kekuatan di ACL 2.
- Manajemen Persib harus memilih antara membeli Pelupessy Januari ini atau mendapatkannya gratis pada musim panas 2026.
Suara.com - Isu transfer Persib Bandung kembali memanas menjelang dibukanya jendela transfer paruh musim pada Januari 2026 mendatang dengan nama Joey Pelupessy mencuat ke permukaan.
Gelandang berpengalaman berusia 32 tahun tersebut santer dikabarkan menjadi target utama Pangeran Biru untuk memperkuat lini tengah demi menjaga asa juara.
Berdasarkan data dan rumor yang beredar, manajemen Persib harus menyiapkan strategi finansial yang matang jika ingin mendaratkan sang pemain dalam waktu dekat.
Kabar ketertarikan Persib terhadap Pelupessy semakin kencang setelah pengamat sepak bola nasional, Tio Nugroho, memberikan bocoran mengenai potensi transfer ini.
Tio meyakini bahwa peluang mantan pemain Eredivisie tersebut untuk merapat ke Kota Kembang sangatlah besar.
“Info A1, Joey Pelupessy ke Persib,” ujar Tio dalam Podcast Locker Room yang dikutip baru-baru ini.
Kebutuhan mendesak Persib untuk tampil kompetitif di ajang ACL 2 menjadi alasan kuat mengapa transfer ini dianggap sangat krusial bagi tim.
Selain itu, Maung Bandung juga berambisi mempertahankan dominasi mereka di kompetisi domestik Super League.
Pelupessy dinilai memiliki segudang pengalaman dan kualitas teknis yang dibutuhkan untuk menstabilkan lini tengah Persib.
Lantas, berapa kira-kira dana yang harus digelontorkan manajemen Persib untuk mengamankan tanda tangannya pada Januari 2026?
Merujuk pada data situs Transfermarkt, nilai pasar Joey Pelupessy saat ini berada di kisaran 250 ribu euro atau setara dengan Rp4,8 miliar.
Angka tersebut sebenarnya masih bisa dinegosiasikan mengingat kontrak sang pemain di Lommel SK hanya menyisakan enam bulan lagi.
Kondisi kontrak yang hampir habis ini memberikan keuntungan bagi Persib untuk mendapatkan harga yang lebih miring dari nilai pasarnya.
Sejarah mencatat bahwa Pelupessy pernah direkrut dengan harga di bawah pasar, seperti saat Sheffield Wednesday memboyongnya hanya dengan 500 ribu euro pada 2018.
Padahal, nilai pasar sang pemain kala itu ditaksir mencapai angka 1,5 juta euro.
Rekam jejak transfer tersebut membuka peluang bagi manajemen Persib untuk menekan biaya pengeluaran secara signifikan di meja negosiasi.
Namun, manajemen Persib juga memiliki opsi kedua yang jauh lebih hemat, yakni menunggu hingga musim panas 2026.
Kontrak Pelupessy di klub Belgia tersebut akan resmi berakhir pada 30 Juni 2026, yang berarti ia bisa didatangkan dengan status bebas transfer.
Sesuai aturan Bosman, Persib sejatinya sudah diperbolehkan melakukan negosiasi pra-kontrak secara legal mulai Januari 2026.
Dilema kini menghampiri manajemen, apakah harus menebusnya sekarang dengan harga murah atau menunggu gratisan di akhir musim.
Jika memilih menebusnya di bulan Januari, tenaga Pelupessy bisa langsung dimanfaatkan untuk mendongkrak performa tim di fase gugur ACL 2.
Kehadirannya yang lebih cepat juga bisa membuka peluang bagi dirinya untuk dilirik Timnas Indonesia jelang perhelatan Piala AFF 2026.
Kualitas dan pengalaman Eropa yang dimiliki Pelupessy diyakini mampu menambah kedalaman skuad Garuda.
Keputusan akhir kini berada di tangan manajemen Persib Bandung untuk menentukan langkah terbaik bagi klub.
Kontributor : Imadudin Robani Adam