- Tekanan terhadap pelatih Enzo Maresca meningkat akibat performa tim yang menurun drastis sejak Desember.
- Keretakan hubungan muncul setelah Maresca mengkritik manajemen klub secara terbuka pasca kemenangan Everton dua gol tanpa balas.
- Chelsea akan melakukan evaluasi akhir musim mengenai Maresca, meskipun target Liga Champions masih realistis saat ini.
Suara.com - Tekanan terhadap pelatih Chelsea, Enzo Maresca, kini semakin terasa. Bukan hanya karena performa tim yang menurun, tetapi juga akibat hubungan yang mulai merenggang dengan jajaran petinggi klub.
Pada akhir November, situasi Chelsea sempat tampak ideal.
The Blues bertengger di posisi ketiga Premier League dan baru saja tampil impresif dengan membantai Barcelona di Stamford Bridge pada ajang Liga Champions.
Namun, Desember menjadi titik balik yang mengecewakan.
Chelsea hanya mencatat satu kemenangan di Premier League sepanjang Desember, membuat posisi Maresca mulai dipertanyakan.
Dalam tujuh laga liga terakhir, Chelsea hanya menang sekali dan kini secara matematis lebih dekat ke peringkat 15 dibandingkan kembali ke papan atas klasemen.
Tekanan terhadap Maresca tidak semata berasal dari hasil di lapangan.
![Chelea Tekuk Tottenham! 5 Fakta Kemenangan The Blues atas Spurs [@ChelseaFC]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/02/54948-chelsea.jpg)
Keretakan hubungan dengan manajemen klub mulai terlihat setelah komentar kontroversialnya usai kemenangan 2-0 atas Everton.
Maresca menyebut bahwa banyak orang telah menyebabkan “48 jam terburuk” sejak ia menangani Chelsea.
Pernyataan tersebut, yang muncul justru setelah kemenangan, mengejutkan staf pelatih dan petinggi klub. Komentar itu dinilai diarahkan ke hierarki klub dan dipandang negatif oleh manajemen.
Meski demikian, Chelsea tetap memilih bersikap tenang.
Klub masih berpegang pada rencana awal untuk melakukan evaluasi akhir musim sebelum memutuskan apakah akan melanjutkan kerja sama atau berpisah dengan pelatih asal Italia tersebut.
Chelsea kini berada di posisi kelima dengan 30 poin dari 19 laga. Target utama klub adalah lolos ke Liga Champions, yang masih tergolong realistis.
Namun, tekanan kian besar karena performa inkonsisten membuat jarak dengan papan tengah semakin menipis.
Ujian berat menanti. Chelsea akan bertandang ke markas Manchester City tanpa gelandang kunci Moises Caicedo yang terkena skorsing.