-
Ole Romeny menyebut atmosfer Stadion GBK tiga kali lebih hebat dari markas Feyenoord.
-
Pemain Timnas Indonesia ini merasakan stadion bergetar nyata saat mencetak gol lawan Bahrain.
-
Romeny awalnya tidak mengetahui memiliki darah Indonesia sebelum akhirnya dihubungi secara resmi PSSI.
Salah satu momen paling ikonik adalah ketika dirinya berhasil mencatatkan nama di papan skor untuk Indonesia.
Momen krusial tersebut terjadi pada laga sengit babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia baru-baru ini.
Lawan yang dihadapi kala itu adalah Bahrain yang merupakan salah satu tim tangguh di kawasan Timur Tengah.
Sesaat setelah bola bersarang di gawang lawan seisi stadion langsung bergemuruh menyambut gol bersejarah dari kaki Romeny.
Getaran dari tribun penonton terasa sangat nyata hingga ke permukaan lapangan hijau tempat para atlet bertanding.
“Saat saya mencetak gol melawan Bahrain, saya benar-benar merasakan Stadion Gelora Bung Karno bergetar,” tambahnya.
Fenomena stadion bergetar tersebut menjadi validasi betapa masifnya perayaan yang dilakukan oleh para pecinta sepak bola lokal.
Pengalaman fisik ini jarang sekali ditemukan oleh pemain yang biasa berkompetisi di liga-liga kasta tertinggi di Eropa.
Bagi Ole Romeny gol tersebut bukan hanya soal poin melainkan soal ikatan emosional dengan tanah leluhurnya sekarang.
Kini ia merasa sangat bangga bisa menjadi bagian dari sejarah kebangkitan sepak bola Indonesia di kancah internasional.
Ada cerita unik mengenai bagaimana awalnya pemain berbakat ini bisa memutuskan untuk membela panji Merah Putih.
Ternyata pada awalnya sang pemain sama sekali tidak menyadari bahwa ia memiliki keterikatan darah dengan Indonesia.
Informasi mengenai asal-usul garis keturunannya justru pertama kali ia ketahui melalui pemberitaan di media massa daring.
Setelah kabar tersebut mencuat barulah pihak federasi sepak bola Indonesia melakukan langkah pendekatan secara formal dan profesional.
Komunikasi yang dijalin oleh PSSI berhasil meyakinkan dirinya untuk pulang dan memperkuat barisan penyerang tim Garuda Asia.