Apakah Manchester United Dzolim ke Ruben Amorim?

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 08 Januari 2026 | 13:05 WIB
Apakah Manchester United Dzolim ke Ruben Amorim?
Ruben Amorim (Instagram)
baca 10 detik
  • Pemecatan Ruben Amorim membuktikan adanya kegagalan sistemik manajemen Manchester United sejak tahun 2013.

  • Konflik antara kebutuhan teknis pelatih dan prioritas komersial klub menjadi penghambat utama prestasi.

  • Klub terus memecat pelatih tanpa memberikan dukungan penuh dalam proses rekrutmen pemain sesuai sistem.

Ironisnya, kabar pemecatan justru muncul saat proses pembangunan tim sedang berjalan dan bukan saat tim mengalami kekalahan beruntun.

Faktor internal manajemen diyakini menjadi alasan utama di balik keputusan yang mengejutkan bagi banyak pendukung setia Setan Merah.

Sejak kepemimpinan keluarga Glazer, operasional klub dinilai lebih condong pada logika bisnis komersial daripada prestasi sepak bola murni.

Kepentingan citra merek dan nilai ekonomi sering kali lebih diprioritaskan dibandingkan kebutuhan jangka panjang dari sisi teknis kepelatihan.

Fenomena ini mengingatkan publik pada ucapan Louis van Gaal yang pernah menyebut Manchester United sebagai klub komersial belaka.

Jose Mourinho juga pernah memberikan pernyataan yang sangat tajam mengenai realitas di dalam klub yang bermarkas di Old Trafford ini.

Ia menyebut keberhasilan membawa United ke posisi kedua pada musim 2017/2018 sebagai pencapaian terbaik sepanjang perjalanan karier profesionalnya.

“Pencapaian terbesarnya dalam karier kepelatihan,” ujar Mourinho saat menggambarkan kesulitannya menangani dinamika internal klub yang sangat tidak mendukung tersebut.

Pernyataan itu secara tidak langsung menegaskan bahwa fondasi klub tetap rapuh meskipun hasil di atas kertas terlihat cukup baik.

baca juga

Jika dibandingkan dengan Liverpool atau Arsenal, terlihat perbedaan yang sangat mencolok dalam hal kesabaran manajemen membangun sebuah proyek.

Jurgen Klopp membutuhkan waktu yang tidak sebentar di Liverpool sebelum akhirnya berhasil mengubah tim menjadi raksasa yang sangat menakutkan.

Begitu pula dengan Mikel Arteta di Arsenal yang sempat terjerembab di posisi delapan klasemen selama dua musim berturut-turut.

Manajemen Arsenal memilih tetap bertahan pada rencana awal meskipun menghadapi tekanan besar dan kritik keras dari para suporter.

Mereka berani melepas pemain bintang yang tidak cocok dengan visi pelatih demi menjaga integritas sistem permainan dalam jangka panjang.

Manchester United tampaknya tidak pernah benar-benar memberikan waktu bagi seorang pelatih untuk menyelesaikan proyek pembangunan tim secara utuh.

Setiap rencana besar selalu terhenti di tengah jalan karena tuntutan hasil instan yang tidak dibarengi dengan dukungan transfer tepat.

Ole Gunnar Solskjaer pernah membeberkan fakta bahwa dirinya sempat meminta klub untuk mendatangkan Erling Haaland namun justru ditolak mentah-mentah.

Hal serupa dialami Ralf Rangnick yang usulannya untuk merekrut Luis Diaz diabaikan hingga sang pemain akhirnya menyeberang ke klub rival.

Ketidakselarasan antara kebutuhan teknis dan kebijakan manajemen berdampak fatal pada ketersediaan pemain di setiap pertandingan penting yang dijalani tim.

Pada laga terakhir melawan Leeds United, pemandangan menyedihkan terlihat di bangku cadangan yang hanya diisi oleh dua pemain tim senior.

Krisis pemain akibat cedera dan panggilan tugas negara di Piala Afrika semakin memperparah kondisi skuad yang sudah tipis sejak awal.

Harapan baru sempat muncul saat Sir Jim Ratcliffe masuk sebagai pemegang saham minoritas untuk membenahi sektor olahraga secara lebih profesional.

Namun, kewenangan yang terbatas membuatnya sulit melakukan perubahan total karena kontrol utama organisasi masih berada di tangan pihak lain.

Amorim yang sukses besar di Sporting CP kini harus menerima nasib serupa dengan Erik ten Hag yang juga datang dengan reputasi hebat.

Banyak pemain yang awalnya bersinar justru kehilangan sentuhan terbaiknya saat berseragam United, namun kembali gemilang setelah mereka memutuskan untuk hengkang.

Kasus Scott McTominay yang menjadi pemain kunci di Napoli menjadi bukti nyata adanya masalah dalam lingkungan kerja di Manchester United.

Di klub ini, setiap pelatih seolah hanya menjadi pion dalam sebuah organisasi yang dijalankan dengan logika yang sangat jauh dari sepak bola.

Selama struktur manajemen tidak dirombak secara total, siapapun pelatihnya kemungkinan besar akan berakhir dengan nasib tragis yang sama berulangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ruben Amorim Pergi dengan Senyum, Asisten Ungkap Kisah di Balik Pemecatan Manchester United

Ruben Amorim Pergi dengan Senyum, Asisten Ungkap Kisah di Balik Pemecatan Manchester United

Bola | Rabu, 07 Januari 2026 | 19:55 WIB

Balik ke Belanda, Erik ten Hag Gantikan Jan Streuer Sebagai Direktur Teknik Baru FC Twente

Balik ke Belanda, Erik ten Hag Gantikan Jan Streuer Sebagai Direktur Teknik Baru FC Twente

Bola | Rabu, 07 Januari 2026 | 19:14 WIB

Dua Legenda Manchester United Diadu Demi Jabatan Pelatih Sementara, Solskjaer atau Carrick?

Dua Legenda Manchester United Diadu Demi Jabatan Pelatih Sementara, Solskjaer atau Carrick?

Bola | Rabu, 07 Januari 2026 | 17:36 WIB

Terkini

Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026

Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:12 WIB

Gilas Putri Garut Lima Gol, Akademi Persib Bandung Juara HSL All-Stars

Gilas Putri Garut Lima Gol, Akademi Persib Bandung Juara HSL All-Stars

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:52 WIB

Akademi Persib Bandung vs Putri Garut, Derbi Jawa Barat di Final HLS All-Stars U-18 2026!

Akademi Persib Bandung vs Putri Garut, Derbi Jawa Barat di Final HLS All-Stars U-18 2026!

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 12:25 WIB

Dua Gol di Extra Time! Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026

Dua Gol di Extra Time! Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:44 WIB

Kenapa Wasit Untungkan Lionel Messi Cs? Paredes Kartu Kuning, Embolo Malah Kartu Merah

Kenapa Wasit Untungkan Lionel Messi Cs? Paredes Kartu Kuning, Embolo Malah Kartu Merah

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:20 WIB

Brasil Tersingkir dari Piala Dunia, Neymar Hamburkan Rp150 juta di Meja Judi

Brasil Tersingkir dari Piala Dunia, Neymar Hamburkan Rp150 juta di Meja Judi

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:12 WIB

Swiss Main 10 Orang! Messi Mandul, Argentina Dipaksa Main hingga Perpanjangan Waktu

Swiss Main 10 Orang! Messi Mandul, Argentina Dipaksa Main hingga Perpanjangan Waktu

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 10:02 WIB

Intip Bisnis Unik Erling Haaland, Raup Cuan Miliaran di Luar Gaji

Intip Bisnis Unik Erling Haaland, Raup Cuan Miliaran di Luar Gaji

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 09:17 WIB

Mati 7 Menit Lalu Hidup Lagi, Sisi Lain Pelatih Norwegia Stale Solbakken

Mati 7 Menit Lalu Hidup Lagi, Sisi Lain Pelatih Norwegia Stale Solbakken

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 09:10 WIB

Argentina Unggul Cepat! Sundulan Mac Allister Bawa Albiceleste Robek Gawang Swiss

Argentina Unggul Cepat! Sundulan Mac Allister Bawa Albiceleste Robek Gawang Swiss

Bola | Minggu, 12 Juli 2026 | 08:57 WIB

×