Giliran Negara-negara di Afrika Diminta Boikot Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

Arief Apriadi

Jum'at, 23 Januari 2026 | 10:43 WIB
Giliran Negara-negara di Afrika Diminta Boikot Piala Dunia 2026, Ini Alasannya
Logo Piala Dunia 2026 (YouTube/ FIFA)
baca 10 detik
  • Pelatih Claude Le Roy meminta negara Afrika boikot Piala Dunia 2026 karena arah politik dan ekonomi sepak bola global yang buruk.
  • Le Roy mengkritik hubungan Infantino dengan Donald Trump sebagai dampak buruk bagi kepentingan Afrika di perhelatan tersebut.
  • Beberapa pihak, termasuk Mohamad Safa, membatalkan tiket karena kekhawatiran keamanan di Amerika Serikat, salah satu tuan rumah.

Suara.com - Pelatih senior asal Prancis, Claude Le Roy, melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyerukan negara-negara Afrika untuk memboikot Piala Dunia 2026.
Seruan tersebut disampaikannya menyusul kekecewaan mendalam terhadap arah politik dan ekonomi sepak bola global yang dinilainya semakin menjauh dari nilai kemanusiaan.

Le Roy, yang pernah menangani sejumlah tim nasional Afrika, menilai bahwa sepak bola tidak seharusnya tunduk pada kepentingan politik dan uang.

Ia secara terbuka mengkritik hubungan erat antara Presiden FIFA Gianni Infantino dan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menurutnya berdampak buruk bagi Afrika.

“Sepak bola adalah kehidupan. Bukan tentang Gianni Infantino yang bangga berada di Oval Office atau Mar-a-Lago, mendukung seorang presiden yang merugikan Afrika dengan menutup berbagai NGO,” ujar Le Roy seperti dilansir dari Foot Africa

Piala Dunia 2026 sendiri akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Le Roy mempertanyakan kelayakan turnamen tersebut digelar di tengah kebijakan politik AS yang dianggap merugikan negara-negara Afrika.

Ia bahkan menyebut bahwa para pemimpin tertinggi sepak bola dunia kini tidak lagi membicarakan sepak bola, melainkan semata-mata uang dan kekuasaan.

Dalam kesempatan lain, Le Roy juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), di mana ia merasa disingkirkan karena pandangannya yang kritis.

“Semua orang tahu saya tidak akan bersikap lunak. Karena itu saya tidak pernah diberi mikrofon,” katanya.

baca juga

Sebelumnya, Tagar #BoycottWorldCup menjadi viral, dipicu kekhawatiran soal keamanan di Amerika Serikat, salah satu tuan rumah turnamen bersama Meksiko dan Kanada.

Sejumlah warganet menyatakan tidak akan menghadiri ajang empat tahunan tersebut, bahkan mengklaim telah membatalkan rencana perjalanan mereka.

Salah satu suara paling vokal datang dari Mohamad Safa, Direktur Eksekutif Patriotic Vision (PVA) yang memiliki status khusus di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Melalui akun X, Safa mengaku telah membatalkan tiket Piala Dunia 2026 miliknya.

Ia menyebut Amerika Serikat tidak lagi aman untuk dikunjungi oleh wisatawan asing.

“ICE bisa saja menganggap saya anggota geng, lalu saya dipenjara selama setahun tanpa dakwaan, tanpa sidang, tanpa pengacara, bahkan tanpa satu kali panggilan telepon. Amerika Serikat tidak aman untuk dikunjungi,” tulis Safa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trofi Piala Dunia 2026 Mampir ke Jakarta

Trofi Piala Dunia 2026 Mampir ke Jakarta

Foto | Jum'at, 23 Januari 2026 | 10:00 WIB

Prancis Tolak Wacana Boikot Piala Dunia 2026, Sepak Bola Pemersatu Bukan Arena Konflik Politik

Prancis Tolak Wacana Boikot Piala Dunia 2026, Sepak Bola Pemersatu Bukan Arena Konflik Politik

Bola | Kamis, 22 Januari 2026 | 20:22 WIB

Resmi Gabung Dewan Perdamaian Besutan Trump, Prabowo Ungkap Harapan dan Tujuan Indonesia

Resmi Gabung Dewan Perdamaian Besutan Trump, Prabowo Ungkap Harapan dan Tujuan Indonesia

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 19:44 WIB

Terkini

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:45 WIB

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Jawa Tengah | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:43 WIB

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Health | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:35 WIB

Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter

Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:25 WIB

Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?

Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:22 WIB

×