CAS Kabulkan Banding Malaysia, 7 Pemain Naturalisasi Terbebas dari Sanksi Berat FIFA Hari Ini

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 27 Januari 2026 | 16:27 WIB
CAS Kabulkan Banding Malaysia, 7 Pemain Naturalisasi Terbebas dari Sanksi Berat FIFA Hari Ini
Federasi Malaysia (FAM)
baca 10 detik
  • CAS menangguhkan sanksi 12 bulan terhadap tujuh pemain naturalisasi timnas sepak bola Malaysia.

  • FIFA sebelumnya mendenda FAM Rp7,5 miliar akibat dugaan pemalsuan dokumen pemain kualifikasi.

  • Tujuh pemain kini boleh bertanding kembali sambil menunggu putusan final dari pengadilan.

Konflik ini bermula ketika FIFA menjatuhkan hukuman disiplin yang sangat berat pada bulan September tahun lalu.

Induk organisasi sepak bola dunia tersebut melarang ketujuh pemain itu beraktivitas di dunia sepak bola.

Hukuman tersebut tidak hanya menyasar individu pemain, namun juga memberikan dampak finansial besar bagi pihak federasi.

FAM diwajibkan membayar denda sebesar 350.000 franc Swiss atau setara dengan angka Rp7,5 miliar rupiah.

Sanksi ini muncul setelah adanya temuan mengejutkan terkait keabsahan dokumen para pemain dalam laga kualifikasi.

FIFA menduga kuat adanya penggunaan dokumen yang tidak asli saat mendaftarkan pemain naturalisasi tersebut ke turnamen.

Dokumen tersebut digunakan agar para pemain bisa memperkuat timnas Malaysia saat berhadapan dengan tim nasional Vietnam.

Laga krusial dalam kualifikasi Piala Asia tersebut menjadi titik awal terbongkarnya skandal yang mencoreng wajah federasi.

Karena bukti awal dianggap kuat, FIFA sempat menolak mentah-mentah upaya keberatan yang diajukan oleh pihak FAM.

baca juga

Kondisi terjepit inilah yang kemudian memaksa federasi Malaysia untuk mencari keadilan di tingkat Pengadilan Arbitrase.

Selain sanksi individu dan denda, FIFA juga mengambil langkah tegas terhadap operasional organisasi internal milik FAM.

Otoritas tertinggi dunia itu menyatakan akan melakukan penyelidikan mendalam mengenai cara kerja birokrasi di dalam federasi.

Hal ini bertujuan untuk memastikan tidak ada lagi praktik manipulasi data yang bisa merugikan integritas olahraga.

Dampak dari skandal ini juga merembet pada catatan statistik pertandingan resmi yang telah dijalani sebelumnya.

FIFA secara resmi telah membatalkan hasil dari tiga laga internasional yang dimainkan oleh skuad Harimau Malaya.

Pembatalan hasil laga tersebut dilakukan karena Malaysia dianggap menurunkan pemain yang secara hukum tidak memenuhi syarat.

Poin yang didapatkan dari pertandingan tersebut hangus dan tidak lagi dihitung dalam pemeringkatan resmi sepak bola dunia.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh negara dalam menjalankan proses naturalisasi pemain secara transparan.

Meski saat ini pemain bisa bermain, investigasi menyeluruh masih terus berjalan di bawah pengawasan ketat FIFA.

Masa depan sepak bola Malaysia kini bergantung sepenuhnya pada keputusan akhir yang akan dikeluarkan oleh CAS.

Para pendukung tim nasional Malaysia kini menunggu dengan cemas hasil akhir dari sengketa hukum yang panjang ini.

Kembalinya tujuh pemain ini ke lapangan diharapkan mampu mendongkrak kembali performa tim yang sempat terpuruk akibat sanksi.

Federasi berharap argumen yang mereka sampaikan di pengadilan bisa membatalkan seluruh hukuman FIFA secara permanen.

Untuk sementara, kompetisi liga dan agenda timnas bisa kembali diramaikan oleh kehadiran para pemain naturalisasi tersebut.

Dunia sepak bola Asia Tenggara kini memantau dengan saksama bagaimana akhir dari drama dokumen palsu ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konjen RI Respon Kabar Proyek Jembatan Indonesia-Malaysia: Sudah Ada Komunikasi

Konjen RI Respon Kabar Proyek Jembatan Indonesia-Malaysia: Sudah Ada Komunikasi

Bisnis | Selasa, 27 Januari 2026 | 15:09 WIB

Apakah Listrik 900 Watt Bisa Cas Motor Listrik? Cek 3 Syarat Agar Aman Tanpa Naik Daya

Apakah Listrik 900 Watt Bisa Cas Motor Listrik? Cek 3 Syarat Agar Aman Tanpa Naik Daya

Otomotif | Selasa, 27 Januari 2026 | 14:48 WIB

Ordal PSSI Akui Timnas Indonesia Terancam Melemah Andai Liga tak Berbenah

Ordal PSSI Akui Timnas Indonesia Terancam Melemah Andai Liga tak Berbenah

Bola | Selasa, 27 Januari 2026 | 14:55 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×