-
Timnas Futsal Indonesia meraih posisi runner-up Piala Asia 2026 di bawah asuhan pelatih.
-
PSSI didenda total 14.000 dolar AS oleh AFC akibat berbagai pelanggaran keamanan stadion.
-
Pelanggaran mencakup penonton masuk lapangan saat laga final dan pertandingan Iran melawan Afghanistan.
Keamanan di tribun penonton dinilai kurang maksimal sehingga memicu terjadinya insiden masuknya orang asing ke lapangan hijau.
"Satu (1) orang penonton yang merupakan pendukung Tergugat memasuki lapangan pertandingan setelah pertandingan berakhir."
PSSI kini memikul tanggung jawab besar atas lemahnya pengawasan pintu akses yang seharusnya steril dari jangkauan pihak tidak berkepentingan.
AFC menekankan bahwa sebagai tuan rumah, Indonesia wajib menjamin ketertiban publik di dalam maupun di area luar lingkungan stadion.
Ketidakmampuan dalam meredam aksi suporter pasca pertandingan menjadi poin krusial dalam pertimbangan pemberian hukuman denda finansial.
Total hukuman finansial yang harus disetor oleh federasi sepak bola Indonesia mencapai angka belasan ribu dolar Amerika Serikat.
"PSSI dianggap gagal mengambil seluruh tindakan pengamanan yang dituntut oleh situasi setelah pertandingan dan memastikan bahwa hukum dan ketertiban tetap terjaga di dalam stadion serta area sekitarnya, sebagaimana dibuktikan dengan adanya satu orang penonton pendukung tergugat yang memasuki lapangan pertandingan setelah pertandingan berakhir".
Secara rinci, denda sebesar 3 ribu dolar AS diberikan atas pelanggaran Pasal 21 yang mengatur teknis pelaksanaan kompetisi futsal.
Pelanggaran terhadap Pasal 65 menambah beban denda sebesar 3 ribu dolar AS lagi bagi kantong organisasi sepak bola nasional.
Sementara itu, pelanggaran terhadap Pasal 64 menghasilkan denda paling besar yakni mencapai angka 5 ribu dolar Amerika Serikat.
Jika dijumlahkan secara keseluruhan, PSSI wajib menyerahkan uang denda dengan total mencapai angka 11.000 dolar Amerika Serikat.
"Total denda sebesar USD 11.000 wajib dibayarkan dalam waktu 30 hari sejak tanggal keputusan ini disampaikan, sesuai dengan Pasal 11.3 Kode Disiplin dan Etik AFC," ujar AFC.
Manajemen waktu pembayaran sangat ditekankan agar federasi tidak mendapatkan tambahan sanksi administratif yang lebih berat di masa depan.
Namun, rentetan masalah keamanan ternyata tidak hanya terjadi pada pertandingan yang melibatkan Tim Nasional Futsal Indonesia saja.
Insiden serupa kembali terulang dalam laga panas antara timnas Iran melawan Afghanistan yang juga dihelat di Jakarta.
Laga yang berlangsung di Jakarta International Velodrome tersebut juga menyumbang denda tambahan bagi pihak penyelenggara lokal di Indonesia.
PSSI kembali dinyatakan melanggar Pasal 64 Kode Disiplin dan Etik AFC akibat adanya gangguan dari tribun penonton saat laga.
Kali ini jumlah suporter yang nekat masuk ke arena pertandingan jauh lebih banyak dibandingkan dengan insiden pada laga sebelumnya.
Sebanyak lima orang penonton dilaporkan berhasil menembus barikade keamanan dan menginjak lapangan saat pertandingan sedang berlangsung secara aktif.
Hal ini menunjukkan adanya celah keamanan yang cukup lebar dalam penyelenggaraan turnamen futsal kasta tertinggi di benua Asia ini.
Pihak AFC kembali menegaskan pentingnya tanggung jawab tuan rumah dalam menjaga integritas serta keamanan selama jalannya suatu pertandingan olahraga.
"Mengambil seluruh tindakan pengamanan yang dituntut oleh situasi setelah pertandingan dan memastikan bahwa hukum dan ketertiban tetap terjaga di dalam stadion serta area sekitarnya, karena lima (5) orang penonton memasuki lapangan pertandingan selama pertandingan berlangsung," imbuh AFC.
Denda tambahan akibat laga Iran vs Afghanistan ini ditetapkan sebesar 3 ribu dolar Amerika Serikat oleh komisi disiplin.
Sama seperti sanksi sebelumnya, tagihan denda ini memiliki tenggat waktu pembayaran yang ketat selama satu bulan penuh.
"Denda tersebut wajib dibayarkan dalam waktu 30 hari sejak tanggal keputusan ini disampaikan, sesuai dengan Pasal 11.3 Kode Disiplin dan Etik AFC," ungkap AFC.
Rangkaian sanksi ini menjadi pelajaran berharga bagi PSSI dalam menyelenggarakan ajang olahraga internasional di masa yang akan datang.
Meskipun prestasi tim nasional sangat membanggakan, aspek manajerial stadion tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh diabaikan sedikitpun.
Penggemar futsal tanah air diharapkan dapat lebih tertib dalam memberikan dukungan agar tidak merugikan federasi maupun tim kebanggaan.
Ketegasan AFC ini diharapkan mampu meningkatkan standar keamanan stadion di Indonesia agar sesuai dengan level kompetisi dunia.
Kedepannya, koordinasi antara pihak keamanan dan panitia pelaksana harus diperketat guna mencegah terulangnya insiden memalukan yang merusak citra.